Deretan Nama Jenderal di Partai Tommy Soeharto

/ February 24, 2018 / 4:54 PM
Bagikan:
Deretan Nama Jenderal di Partai Tommy Soeharto
Pengambilan nomer urut Partai Berkarya (Foto: Garin Gustavian/kumparan)
Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 semakin menarik untuk diikuti karena ada 4 partai baru yang menjadi peserta pemilu. Salah satunya adalah Partai Berkarya yang mendapat nomor urut 7. Partai Berkarya cukup menarik perhatian karena ada sosok putra bungsu Presiden kedua RI Soeharto, Tommy Soeharto, di belakangnya.

Partai ini didirikan oleh Tommy Soeharto. Sejarah berdirinya partai ini berawal dari upaya Tommy yang ikut bertarung memperebutkan kepemimpinan Partai Golkar pada 2009. Gagal meraih suara, ia pun kemudian mendirikan partai baru.

Partai Berkarya sebetulnya merupakan fusi dari 2 parpol, yaitu Partai Beringin Karya (Berkarya) dan Partai Nasional Republik (NASREP). Didirikan pada 15 Juni 2016, Partai Berkarya mendapatkan legitimasi sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan dikeluarkannya SK Menkumham No. M.HH-21.AH.11.01 Tahun 2016.

Di partai, Tommy menduduki jabatan sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan Ketua Dewan Pembina Partai. Sejumlah tokoh juga bergabung di partai ini.

Mereka yang bergabung di Partai Berkarya, antara lain mantan Menkopolhukam, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edi Purdijatno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai; mantan Komandan Jenderal Kopassus dan mantan Wakil Kepala BIN, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Muchdi Purwoprandjono yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai; mantan Komandan Polisi Militer dan mantan Kepala Bidang Intelijen Kejaksaan Agung, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Syamsu Djalal yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat.

Hal lain yang menjadi perhatian dari Partai Berkarya adalah logo partai berupa pohon beringin yang mirip dengan Partai Golkar. Sekjen Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, tak menampik logo partainya mirip dengan Golkar. Sebab mayoritas pendiri Partai Berkarya adalah mantan pengurus Golkar.

"Yang mengawali Partai Berkarya di 2016 adalah sebagian besar teman-teman eks Golkar, termasuk saya dan Pak Tommy. Jadi ya mungkin karena banyak belajar pernah di Golkar puluhan tahun," kata Badaruddin kepada kumparan (kumparan.com), Senin (19/2)

Meski baru memulai debutnya di dunia perpolitikan Indonesia, Partai Berkarya belum mau memasang target tinggi. Meski ada Tommy Soeharto yang menjabat sebagai Dewan Pembina, Badaruddin mengatakan partainya belum terpikir tentang Pilpres, namun terbuka untuk berkoalisi.

"Pak Tommy (maju Pilpres) itu kemauan kader, tapi ternyata tidak bisa karena partai baru. Kemarin digugat ke MK, tapi enggak bisa. Tapi kalau ada partai lain mengajak mencalonkan Mas Tommy, kenapa tidak? Ya kita siap," ujarnya.

Tommy sendiri memang belum ingin maju sebagai capres. Menurut Badaruddin, Tommy akan berkomitmen penuh untuk membantu Partai Berkarya.

"Oh Pak Tommy belum (maju), beliau kan sebagai pembina kita, sebagai bapak bangsa kita jadi yang jelas beliau tahu aturan kalau partai kami ini belum bisa mencalonkan presiden atau wakil presiden. Mungkin kita fokus ke pencalegan," kata Badaruddin di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Sabtu (17/2).

Untuk saat ini, Badaruddin mengatakan Partai Berkarya akan fokus untuk memaksimalkan caleg yang ada.  "Target kita tiap dapil ada kursi di tiap tingkatan. DPR RI ada 7-8 dapil atau 13,7 persen (untuk lolos ke parlemen)," terangnya.

Soal komposisi koalisi, Badaruddin menyebut belum ada pembicaraan akan masuk dalam koalisi pendukung Joko Widodo atau koalisi Prabowo, atau mungkin poros baru.

"Politik kan dinamis, bisa saja akan mendukung calon A, tapi hari H tidak. Jadi kami tidak mau buru-buru, lihat siapa calon yang akan dimunculkan," pungkasnya.

Sumber : Kumparan
Komentar Anda

Terkini: