“Munas Adalah Langkah Pas Guna Mendongkrak Elektabilitas”

/ February 24, 2018 / 6:19 AM
Bagikan:



 SUARABERKARYA.COM, JAKARTA-Walau tergolong partai yang masih bayi, Berkarya telah mampu tegak berdiri dan terus berlari. Pasca dinyatakan sebagai partai peserta pemilu yang disusul dengan pengambilan nomor urut partai, langsung menggelar silaturahmi nasional dan kini sedang berencana melaksanakan munas yang pertama sejak partai ini dilahirkan.

Harapan dari sebagian besar para pengurus DPD yang hadir pada perhelatan yang bertajuk “Silaturahmi Nasional" partai Berkarya bersama dewan pembina H. Hutomo Mandala Putra yang berlangsung di balai room gedung Granadi dibilangan Kuningan Jakarta Selatan 19 Februari 2018 lalu, akhirnya disambut positif oleh DPP Partai Berkarya.

Rapat Pleno Diperluas yang telah dilaksanakan pada 22 Februari 2018 menghasilkan beberapa kesepakatan diantaranya pelaksanaan Rapimnas atau Munas yang tinggal menunggu arahan dari ketua dewan pembina partai Berkarya Hutomo Mandala Putra. Munas merupakan sebuah sikap dan keputusan yang tegas. Dengan Munas itupula semua keputusan dan kebijakan partai dapat dilaksanakan dan diputuskan sekaligus ditetapkan sebagai pedoman untuk mengmbil langkah-langkah strategis terutama dalam rangka menghadapi pemilu sekaligus pemenangan partai.

Munas yang merupakan sarana pengambilan keputusan tertinggi partai tentunya akan menjadi sebuah penguatan secara legal untuk menjalankan sekaligus mengembangkan partai Berkarya kedepan menuju kemenangan. Munas juga dapat dipastikan mampu menepis serta mematahkan asumsi-asumsi dan spekulasi serta keraguan yang pernah beredar dan berkembang.

Munas yang mengusung agenda utama yaitu memposisikan Hutomo Mandala Putra sebagai ketua umum partai Berkarya merupakan sebuah langkah maju dan sangat strategis. Dengan melabelisasi HMP panggilan akrab H. Hutomo Mandala Putra menjadi ketua umum yang akan diambil keputusannya dalam munas, maka akan semakin menguatkan posisi DPP Partai Berkarya sebagai pemegang otoritas tertinggi partai secara hirarki.

Acara yang akan dihadiri oleh hampir 482 dari 514 DPD, 34 DPW serta DPP dan kali pertama dilaksanakan sejak partai ini berdiri 15 juli 2016 lalu, diharapkan akan mampu mendongkrak elektabilitas partai Berkarya dengan ikon Tomy Suharto tentunya.

Dengan memposisikan HMP menjadi ketua umum partai Berkarya, jadi mengingatkan kita pada kalimat pendek yang pernah disampaikan oleh sang ibu partai ini. Seorang ibu yang pernah melahirkan partai Berkarya dengan jiwa besarnya untuk meletakan kepentingan pribadi demi kepentingan partai secara nasional ini sesungguhnya pernah terlontar kalimat “Apapun yang kita lakukan saat ini bahwa ujung-ujungnya partai Berkarya itu adalah Mas Tomy” jelas Hj. Neneng. A. Tuty pada saat menjawab isyu yang berkembang pasca mundur nya ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten Johan Arifin Muba di Rumah Makan Nelayan Kota Tangerang. (Minggu 16 Mei 2017)

Sikap yang perlu diteladani dari seorang ketua umum sekaligus pendiri partai yang sudah malang melintang dalam berjuang bersama Badarudin Andi Picunang serta jajaran pengurus DPP dan fungsionaris lainnya merupakan salah satu yang menjadikan partai Berkarya sebagai "Partai Pembeda". Partai yang lahir, tumbuh dan berkembang dengan semangat juang dan cinta yang penuh keikhlasan serta ketulusan demi sebuah perubahan akan kembalinya kejayaan indonesia diharapkan mampu meraih simpati rakyat sekaligus memenuhi target 3 besar perolehan suara dengan disiplin yang tinggi serta kerja keras tentunya.

Pemahaman masyarakat yang juga merespon secara positif tentang kehadiran partai Berkarya yang indentik dengan HMP, juga senada dengan usulan dan permintaan serta harapan para pengurus DPD partai Berkarya diseluruh tanah air sebagaimana yang berkembang pada saat berlangsungnya silaturahmi nasional bersama dewan pembina di Granadi beberapa hari yang lalu.

Seirama dengan apa yang diharapkan oleh para pengurus partai serta masyarakat indonesia, Hilman Budi juga memiliki pandangan yang sama. Saat ditemui usai dilaksanakannya rapat pleno diperluas yang membahas tentang beberapa agenda termasuk munas diantaranya mengatakan “Munas Mutlak harus segera dilaksanakan dengan agenda utama yaitu memposisikan HMP sebagai ketua umum. Apalagi undang-undang mensyaratkan bahwa untuk dapat mencalonkan diri sebagai presiden harus ketua umum partai”.

Karena kita semua sangat menyadari bahwa munas adalah sebuah mekanisme pengambilan keputusan yang tertinggi. Baik dalam menentukan ketua umum partai maupun menentukan serta memutuskan ketetapan-ketetapan organisasi yang legitimasinya dapat dipertanggungjawabkan untuk menguatkan semua kebijakan yang akan dijadikan pedoman dalam menjalankan sekaligus mengembangkan partai kedepan. Terlebih pemilu sudah didepan mata. Diputuskannya HMP sebagai ketua umum partai Berkarya tentunya semua berharap agar dapat menjadi perekat sekaligus meningkatkan elektabilitas partai Berkarya yang sudah siap berlaga pada kontestasi akbar pada pemilu 2019 yang akan datang. Semoga...!!! (BJP_Bang Jalih Pitoeng)

Komentar Anda

Terkini: