'Pasukan Sunyi Dari Dapur Administrasi'

/ February 13, 2018 / 9:19 PM
Bagikan:
'Pasukan Sunyi Dari Dapur Administrasi'
Tim IT DPP Partai Berkarya
SUARABERKARYA.COM - Apa sih sesungguhnya yang diminta oleh KPU RI sebagai bahan penelitian bahwa ada atau tidaknya sebuah partai politik...? lucu terdengarnya jika kita melempar pertanyaan yang mungkin kita semua sudah tahu jawabnya.

KPU sebagai satu-satunya lembaga resmi penyelenggara pemilihan umum tidak pernah meminta bawaan dan hantaran selayaknya orang yang akan meminang anak gadis yang begitu repot dan hebohnya jika mengacu pada adatdan budaya tanah air yang begitu banyak dan beragam. Akan tetapi justru sebaliknya. Dalam perhelatan kali KPU RI menerapkan program yang dapat memudahkan bagi partai politik calon peserta pemilu.

Setelah menerapkan berbagai sistem administrasi kepartaian, kali ini KPU RI secara berjenjang memberlakukan sebuah sistem terpadu yang di beri nama SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik) guna memudahkan dalam pengendalian informasi kepengurusan, keberadaan kantor, legalitas perijinan hingga keanggotaan partai yang terintegrasi secara senralistik dari tingkat pusat, wilayah, daerah hingga cabang atau dalam sebutan lain. Meski tergolong partai baru Berkarya merupakan salah satu partai yang sudah sangat siap mengikuti dan menerapkan sistem ini secara adaptif.

Rekruitmen anggota partai Berkarya yang dikelola serta dikendalikan secara sentralistik sungguh sangat membantu sekaligus memudahkan para pengurus dan atau tim administrasi disetiap jenjang kepengurusan secara struktural dan integral.
Seluruh data partai secara nasional dapat dilihat, dipantau dan dikendalikan dari ruang kerja tim IT DPP yang populer dalam insan berkarya disebut juga “Tim Awan” oleh Rizky Prihanto yang merupakan salah satu pengendali data dan dokumen kepartaian ditingkat pusat.

Diruang yang nyaris tak pernah sepi itulah semua data dikelola guna memberikan penyajian terbaik bagi KPU sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah disepakati melalui lembar negara yang diundangkan.

Bersama rekan sejawat lainnya didapur produksi DPP Partai Berkaryaseperti Indra Duwila, Ulfa, Elhan, Haldy, Wati, Shasa, Budi, Basir, Fahri, Eka, Ono, Haerul serta tim IT yang berada diluar sana diantaranya Ichal yang bermarkas di Kalimantan Selatan, Hendra dan Rozi di Sumatra Utara serta mbak Chichi di Sumatera Barat termasuk mbak Rita di Yogyakarta bersama Armandira terus berkoordinasi dan berkolaburasi demi memenuhi kebutuhan kelengkapan syarat administrasi menuju verifikasi administrasi yang selanjutnya kita yakini disusul dengan verifikasi faktual.

Om Yande dari pulau dewata pun tak mau ketinggalan bersama Sayid & Handeson dari kepulauan Riau juga tak kalah sibuk dengan Musthafa Andika dari Sumatera Selatan dalam membantu seluruh kepentingan yang terkait pengelolaan data anggota partai.

Tak luput pula saudara kita yang jauh Ashar dari Papua Barat yang juga terkoneksi dengan Ahmad Mansyur di Sulawesi selatan termasuk Dwi Septiani dari Jambi, Artanto Prastowo dan Ni Putu Ayu di Jawa Tengah, Ajeng serta Ghofur di Jawa Timur yang ikut menyelesaikan tugas akhir tim IT bersama Kang Aip yang diperbantukan untuk Banten bagian barat dan Bang Jalih Pitoeng di Tangerang Raya yang merupakan Banten Bagian Timur dalam merampungkan verifikasi faktual hasil perbaikan demi mengantar partai Berkarya ke gerbang percaturan guna memenuhi keinginan KPUD sebagai proses berjalan dari tahapan yang telah ditentukan.

Diruang yang tak pernah sepi itu pula nampak berkeliaran para pembesar partai yang tak asing dalam pandangan mata diantaranya Hilman Budi dan Tubagus Dedi bersama ketum dan sekjen dalam memantau setiap perkembangngan yang terjadi sekaligus mengambil langkah-langkah koordinatif dalam membantu melaksanakan tugas para penggede partai sekaligus memberi semangat kepada tim work yang jika boleh meminta kepada Tuhan tambahan waktu lebih dari 24 jam sehari agar lebih banyak memiliki waktu dalam rangka percepatan dalam penyelarasan akhir pemberkasan yang dibutuhkan.

Tak mau ketinggalan para Srikandi Berkarya diantaranya Bunda Tintin dan Bunda Lily serta Bunda Ourida juga aktif dalam membantu dan melayani serta memberi semangat pada para pejuang muda IT Berkarya.

Dari jari jemari para pejuang seperti merekalah partai ini dapat memposisikan diri sebagai partai calon peserta pemilu. Akan sia-sialah gedung sekretariat partai nan mewah yang menguning tanpa campur tangan mereka sebagai salah satu sub ordinasi yang justru sangat vital dan berpengaruh besar terhadap keberadaan partai secara admistratif.

Hal tersebut dapat kita simak dari beberapa partai baru yang tidak mampu melewati fase ini sebagai syarat mutlak untuk ikut dalam kancah percaturan politik pada kontestasi akbar pemilu 2019 yang akan berlangsung tahapan selanjutnya.

Aktivitas yang nyaris tak bersuara nampun berdampak nyata dalam sebuah perjalanan dan keberhasilan sebuah partai politik seyogyanya kita perlu memberikan perhatian khusus bagi para pejuang administrasi, informasi dan tekhnologi yang tak bisa kita pungkiri keberadaannya yang sangat dibutuhkan demi kelangsungan sekaligus pengembangan partai secara modern dan kekinian.

Sehingga tak heran jika seorang ketua umum dan sekjen partai Berkarya nyaris lupa rumah yang mereka huni selama ini. Para petinggi partai yang lupa rumah karena telah menjadikan kantor DPP sebagai rumah kedua mereka demi meraih hasil yang maksimal tentunya tidak hanya berdiam diri.
Melakukan komunikasi dan koordinasi keseluruh jenjang kepengurusan partai baik ditingkat wilayah maupun daerah yang titik tolak dilakukannya rekruitmen anggota yang menjadi syarat mutlak keberadaan sebuah partai.

Sistem informasi tekhnologi dan administrasi kepartaian rupanya telah dipersiapkan oleh partai Berkarya melalui portal yang dengan mudah diakses oleh para sekretaris DPD dan atau tim administrasi yang mengelola sekaligus mengendalikan admistrasi kepartaian di tingkat kabupaten kota.

Konektivitas portal DPP www.berkarya.id terhadap SIPOL KPU yang menurut salah satu sekretaris sekaligus pendiri DPD partai Berkarya kota Tangerang Bang Jalih Pitoeng sapaan akrab Muhidin Jalih ini bahwa hampir secepat minum kopi jika jaringan sedang berfungsi baik.

Kreator, administrator, tutor sekaligus sebagai motivator, tim IT DPP juga tak segan-segan melayani dari puluhan DPW bahkan ratusan DPD yang membutuhkan arahan dan bimbingan demi tercapainya hasil yang optimal tanpa mengenal waktu.

Begitu pula para pimpinan tertinggi baik dari unsur DPW maupun DPD tak sedikit yang meninggalkan kota kelahiran mereka dan bermukim di seputar sekretariat DPP Partai Berkarya yang terletak dibilangan Cilandak Jakarta Selatan demi kebutuhan akan dokumen dan pemberkasan guna kelulusan adminstrasi sebagaimana yang KPU telah canangkan.

Sebut saja tokoh yang sudah boleh dikatakan telah berumur seperti Ambiar Usaman dari DPW Jambi, Rahman dari tanah Papua, Nelis dari Ambon, Paulus dari Manado dan masih serentet lagi nama-nama mereka jika mau dituliskan. Belum lagi yang jaraknya masih sangat dekat dengan ibukota.

Helldy Agustian yang sudah mondar-mandir Jakarta Banten, Banten Jakarta serta para pengurus DPW dan DPD DKI yang dalam bahasa betawi boleh dibilang “Songgan sari” mereka hadir ke DPP partai Berkarya untuk menyaksikan secara langsung kesibukan dalam hajat besar yaitu suksesi verifikasi. Khawatir tak dilayanikah mereka oleh DPP...? tentu jawab tidak.

Para pembesar partai yang hadir baik dari ibukota maupun yang jauh dari seberang sana merupakan wujud dari sebuah kecintaan terhadap partai Berkarya yang sama-sama kita cintai. Hadir dan menyaksikan langsung kesibukan pada dapur produksi pemberkasan sangat diyakini memiliki kepuasan tersendiri sekaligus meningkatkan intensitas semangat juang yang telah lama tertanam pada semua insan Berkarya.

Dengan sedikit bicara banyak berkarya Rizky Prihanto sosok berperawakan subur ini senantiasa mengurangi jatah tidur dan kerap kali melawan aturan para ahli kesehatan yang menganjurkan tidur dimalam hari. Bersama tim IT DPP lainnya,  pemuda bermata sayu berkulit agak gelap dan memiliki berat badan diatas rata-rata inilah semua sistem IT dikendalikan.

Hampir sebagian besar Tim IT ini telah mendapat predikat Batman dalam istilah anak zaman sekarang. Baik yang berada diruang kerja DPP maupun yang ada diatas awan sana. Ichal adalah salah satu Tim IT yang bermarkas di Kalimantan Selatan, nyaris tak pernah mengenal malam mingguan.

Disamping harus melakukan pesan dan tugas yang diberikan oleh DPP juga telah menjadi kewajiban moral bagi tim IT untuk bekerja secara maksimal atau istilah Rizky Prihanto“Gue udeh kadong cinta sama ini partai”.

Dalam optimalisasi menuju target lolos verifikasi, semua tim IT dikerahkan guna membantu perbaikan dan percepatan pemberkasan maka para ahli IT DPP juga saling berbagi wilayah penanganannya.

Kesibukan sebagaimana yang nampak pada pra verifikasi administrasi juga terulang kembali pada fase verifikasi faktual meskipun sesungguhnya DPD dan KPUD lah yang sedang berhajat. Karena seluruh data yang dibutuhkan oleh DPD sebagai syarat pendaftaran ada dalam bank data milik DPP sebagai pemegang otoritas tertingi partai.

Sebagai partai modern Berkarya memang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan semua perkembangan yang terjadi. www.berkarya.id yang kita sepakati sebagai bank data partai telah banyak memberikan kemudahan walaupun kita sangat menyadari pula perlu adanya perbaikan dan penyempurnaan kedepan.

Sistem pengendalian data secara integral dan nasional saat ini memang sudah tak bisa lagi kita abaikan. Terlebih SIPOL telah memaksa kita mematuhi atas perintah undang-undang untuk masuk kedalam sistem tersebut.

Kemudahan yang telah disajikan oleh Tim IT DPP bagi yang membutuhkan khususnya DPD yang akan melaksanakan verifikasi ditingkat kabupaten kota sesungguhnya sudah sangat menguntungkan. Hanya dengan satu jari semua kebutuhan dokumen admistrasi kepartaian dapat dikirim dan atau sebaliknya diambil dengan cepat dan mudah kecuali pada saat jaringan yang terkendala. Sulitnya adalah mencari dan menyiapkan data mentah. Karena KTP menjadi barang berharga pada saat dibutuhkan sebagai syarat mutlak bagi para partai calon peserta pemilu.

Beruntunglah partai Berkarya yang sudah memiliki anggota yang berkecukupan dimasing-masing DPD tingkat kabupaten kota. Walau partai baru yang masih tergolong bayi, tapi Berkarya telah mampu memenuhi kebutuhan standar minimal di tiap-tiap kabupaten kota.

Namun mengingat bahwa kesempurnaan hanya milik Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, maka kendala dilapangan yang dihadapi pasti ada. Ketidak sesuaian indentitas penduduk yang merupakan produk Disdukcapil(Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) menjadi kendala yang hampir merata disemua daerah yang mengalami fase perbaikan dan penyesuaian.

Sebagai salah satu partai yang sangat diminati dan dicintai masyarakat, tentunya kita tidak mungkin menolak ketika anggota masyarakat mau ikut dan bergabung didalam partai ini. Kebijakan KPU atas perintah undang-undang serta sistem baku yang telah dierapkan dengan otomatis menolak indentitas yang tidak sinkron antara data yang masuk ke KPUD dengan data yang tercatat pada Dukcapil.

Sehingga partai punya kewajiban ganda akibat dalam fase perbaikan. Yaitu melakukan rekruitmen anggota baru yang berindentitas sesuai standar KPUD yang telah ditetapkan serta melakukan koreksi dan atau perbaikan kedalam SIPOL karena sistem ini mewajibkan bahwa seluruh data harus terintegrasi secara nasional.

Alhamdulillah hasil kerjasama antara para kreator muda dengan segenap pucuk pimpinan partai telah menghasilkan sebuah maha karya anak bangsa yang tergabung dalam partai Berkarya secara gemilang dan memuaskan.

Semoga seluruh hasil jerih payah ini akan senantiasa dijaga dan dipelihara melalui sikap, prilaku dan perbuatan serta tetap menjaga marwah partai agar eksistensi partai ini terus ada berlanjut dan dapat dirasakan output nya masyarakat selaku pemegang kedaulatan yang diamanatkan pada partai Berkarya sebagai wadah perjuangan rakyat menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Amin...!!!

#BJP
Komentar Anda

Terkini: