'Janganlah Jabatan Diberhalakan'

/ March 22, 2018 / 1:15 PM
Bagikan:
'Janganlah Jabatan Diberhalakan'


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Ketika kita menjadikan jabatan, pangkat dan kedudukan serta kekuasaan sebagai BERHALA, maka kita harus mempersiapkan diri untuk kecewa. Jabatan, kedudukan serta kekuasaan sesungguhnya hanyalah amanah yang terkadang seperti pakaian yang bisa kapan saja ditanggalkan.

Gantungkanlah harapan itu kepada Ilahi Robbi. Janganlah kita terlalu berharap pada manusia jika kita belum siap bersahabat dengan makhluk yang bernama "KECEWA". Namun jika semua harapan kita gantungkan kepada Tuhan sebagai satu-satunya yang maha pemegang "Kekuasaan" niscaya semua akan menjadi lega dan membuat kita bahagia.

Lakukanlah semua karenaNYA. Persembahkanlah apa yang kita lakukan sebagai kewajiban atas penghambaan diri tanpa harus meraih jabatan dan pengakuan serta sertifikasi karena segala puji hanya milik ALLAH SWT. Biarlah semua itu berproses sesuai perjalanan matahari sebagai bahan evaluasi. Siapa jadi apa dan dapat apa tentunya dipastikan hasil sebuah proses yang panjang tentang apa-apa yang telah dilakukan sebagai balasannya. Baik yang kita ketahui maupun yang tidak ketahui. Karena Allah SWT lebih tahu terhadap apa-apa yang telah, sedang dan yang akan terjadi.

Jangalah kita berpikir dan terlalu berharap untuk jadi apa dan dapat apa dalam Berkarya. Tapi bertanya dan berbuatlah tentang apa yang harus kita lakukan terhadap bangsa ini demi anak dan cucu serta keturunan kita kedepan. Walau terkadang kita ingin sesuatu yang menurut kita baik padahal itu belum tentu baik menurutNya. Namun setelah kita menyadari bahwa apa yang menurut kita buruk ternyata justru itu adalah yang terbaik buat kita, baru kita menyadari bahwa betapa Dho'ib kita sebagai hamba Allah yang maha kuasa.

Selamat kita ucapkan bagi sahabat-sahabat kita yang terpilih dalam struktural kepengurusan di DPP Partai Berkarya yang besok final (Jum’at 23 Maret 2018). Begitupula bagi saudara dan saudari serta sahabat kita yang belum mendapat kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu dan pengalaman serta mendedikasikan kemampuannya, insya allah masih ada ruang dan waktu untuk berbuat amal demi kemaslahatan bangsa ini.

Kesunyian pasca Rapimnans III Solo 11 Maret 2018 bukan berarti DPP Partai Berkarya tidak bekerja. Justru Ketua Umum kita yang baru Hutomo Mandala Putra sedang menyusun sebuah gerbong demi melanjutkan perjuangan yang penuh dengan berjuta tantangan menuju "Kemenangan" demi kepentingan rakyat yang selama ini terabaikan. Maka kita sebagai kader Berkarya yang setia dan mencitai bangsa ini tentunya harus mampu menjaga dan memelihara kondusifitas demi terciptanya stabilitas perencanaan dan pergerakan secara internal didalam partai Berkarya yang kita cintai bersama.

Yakinlah terhadap apa-apa yang telah saya, anda dan kita semua lakukan dan perjuangkan untuk membangun, menumbuhkembangkan sekaligus meloloskan partai Berkarya ke gerbang pertempuran sesungguhnya telah tercatat abadi dan terhapuskan sebagai amaliah yang sempurna sebagai wujud kecintaan seorang anak bangsa yang merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu demi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi yang kita cintai.

Kehadiran partai Berkarya merupakan sebuah jawaban atas kerinduan masyarakat akan kelangsungan cita-cita proklamasi yang sempat tersandung fase reformasi yang kita ketahui selama ini. Partai Berkarya lahir ditengah-tengah kekecewaan masyarakat yang merindukan keadilan, kesejahteraan yang merata serta tujuan para pendiri bangsa akan pembangunan manusia seutuhnya sebagai tujuan utama yang mulia dalam membangun sebuah bangsa dan negara yang berpihak kepada kepentingan rakyat pastinya.

Semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan keridhoan pada para pemimpin kita sekaligus menjaga dan memelihara amanat serta benih-benih perjuangan yang telah kita semua titipkan untuk terus dilanjutkan. Semoga. Amin...!!!

#Bang Jalih Pitoeng
Komentar Anda

Terkini: