Setiono : Membencilah Hingga Kamu Lelah Membenci

/ March 5, 2018 / 1:11 PM
Bagikan:


SUARABERKARYA.COM, JAKARTA-Saya ingin berbagai cerita pada semua kawan untuk bisa kita renungkan.

Joey, Pria kulit putih Amerika masuk ke sebuah restoran di London. Begitu masuk, ia melihat seorang pria Afrika dengan santai duduk sambil membaca koran di sudut restoran.

"Pelayan!" teriaknya. " Saya traktir semua orang di restoran ini, kecuali orang kulit hitam Afrika di sana!" ucapnya dengan lantang sambil menunjuk pria Afrika itu.

Pelayan mulai melayani untuk semua orang yang ada di restoran, kecuali si pria Afrika.
Pria Afrika tersebut hanya menatap Joey dan berkata, " Terima kasih! " Ucapnya sambil mengangguk. " Wah ngeledek nih orang, " Pikirnya.
Joey menuju bar: " Bartender! Minuman gratis untuk semua disini, kecuali orang Afrika yang duduk di pojok sana! "

Sekali lagi, bukannya marah, si Afrika hanya tersenyum sambil mengangguk ia berkata, " Terima kasih ."

Joey, si Amerika semakin bingung dibuatnya, ia memanggil si pelayan:
" Apa dia itu sudah gila? " Sambil menunjuk pria hitam itu
" Tidak, ia tidak gila " Pelayan itu tersenyum, "dia adalah Pemilik restoran ini."

Joey terkejut mendengar penjelasan si pelayan dan merasa sangat malu. Saking malunya, ia langsung pergi keluar dan menyebrang jalan. Sebuah mobil yang kencang tiba-tiba menabraknya langsung kabur. Tak ada yang peduli, pria Amerika itu terkapar di jalanan dan hanya menjadi tontonan warga.

Dengan sigap pria kulit hitam keluar restoran, menyalakan mobilnya dan membawa si Amerika ke rumah sakit terdekat.

Setelah siuman, Joey bersusah payah, mencoba bangkit dari tempat tidur dan ingin meminta maaf. Namun belum sempat terucap dari mulutnya, si Afrika langsung berkata, "Sudahlah, aku sudah memaafkanmu sejak awal."

Setelah dinyatakan sembuh dan boleh pulang, Joey kaget melihat di bawah tagihan itu tertulis 'Lunas'.
"Siapa yang membayar ini semua?"
"Teman yang menemani bapak selama dirawat di rumah sakit ini," jawab pihak rumah sakit.

Joey bergegas menuju restoran pria kulit hitam. Ia langsung ke sudut restoran mencari pria kulit hitam itu biasa berada, namun, orang yang dicarinya tidak ada disana. 

"Dimana pria kulit hitam pemilik restoran ini?"
Belum sempat si pelayan menjawab, muncul seorang pria kulit hitam berpakaian rapi dari belakang menimpali, " Saya pemilik restoran ini, ada apa ya pak? "

" Bukan anda yang saya maksud, saya mencari pria tua kulit hitam yang beberapa hari lalu duduk di pojokan itu,"

"Itu ayah saya, dia sudah meninggal 5 hari lalu dan sekarang saya adalah pemilik restoran ini," jawab pria muda itu.

" Sebelum meninggal dia menitipkan ini jika ada orang kulit putih yang mencarinya," ucapnya sambil menyodorkan kertas.

Dipenuhi rasa sedih bercampur penasaran, ia membaca isi kertas itu. 

" Setiap orang berhak Membenci atau Menyukai, bahkan orang yang paling baik sekalipun tetap saja ada yang membencinya. Membencilah hingga kamu benar-benar lelah Membenci,"

KEBENCIAN menimbulkan pertengkaran, tetapi KASIH menutupi segala Pelanggaran.

Siapa menyembunyikan Kebencian, Dusta bibirnya; Siapa mengumpat adalah orang bebal.

Karena itu buanglah segala Kejahatan, Segala tipu muslihat dan Segala macam Kemunafikan, Kedengkian dan Fitnah

Jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni.

Dimana ada KASIH terjadi PERSATUAN, dimana ada KEBENCIAN terjadi PERPECAHAN

Tetapi  KASIH selalu MENYEJUKAN HATI

Semoga Kita dapat mengikis sifat buruk dihati kita...!
yaitu " KEBENCIAN "

Ditulis kembali oleh : Setiyono (Wakil Ketua DPC Partai Berkarya Kecamatan Tanah Abang)

Komentar Anda

Terkini: