“Super Semar Jilid II untuk Putra Mahkota Cendana Hutomo Mandala Putra dari Partai Berkarya”

/ March 11, 2018 / 11:11 PM
Bagikan:
Pidato Politik Ketua Umum Terpilih Hutomo Mandala Putra
 SUARABERKARYA.COM, SOLO – Pristiwa penting bersejarah bagi bangsa ini pernah terjadi hari ini pada beberapa puluh tahun silam. Dimana Presiden Soekarno memberikan Surat Perintah Sebelas Maret yang kemudian dikenal dalam sejarah “SUPER SEMAR”. Hari ini putra mahkota mendiang presiden kedua republik indonesia juga ternyata mendapatkan sekaligus mengalami pristiwa yang sama. Bedanya Hutomo Mandala Putra atau Mas Tomy mendapatkan dukungan dari 34 DPW dan hampir 514 DPD kabupaten kota Partai Berkarya untuk memimpin partai yang dibangun dengan cinta dinegeri yang kita cintai ini.

Dalam pidato politik pasca ditetapkannya Hutomo Mandala Putra sebagai ketua umum partai Berkarya Tomy Suharto menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas ridhoNya yang telah memberikan kelancaran terhadap rangkaian proses lolosnya partai Berkarya sebagai partai peserta pemilu. Dalam pidato yang singkat itu juga mengajak untuk merapatkan barisan sekaligus melengkapi kepengurusan yang masih belum terbentuk DPD nya. Tomy Suharto juga mentargetkan 3 kursi di setiap DPRD kabupaten kota.

Pemilihan secara aklamasi yang terjadi pada Rapat Pimpinan Nasional III Partai Berkarya yang dilangsungkan di hotel Lor In Solo sejak Sabtu 10 Maret 2018, akhirnya terjawab sudah keinginan seluruh pengurus partai Berkarya dari tingkat pusat, wilayah, daerah maupun cabang bahkan hingga ranting dan masyarakat yang mencintai partai berlambang pohon beringin berotak hijau ini akhirnya terjawab sudah hari ini. Minggu, (11 Maret 2018)

Penutupan Rapimnas III Partai Berkarya oleh Ketua Umum Terpilih Hutomo Mandala Putra
Dalam menjawab pertanyaan tentang langkah apa yang akan dicanangkan dalam pengembangan ekonomi kerakyatan pada saat Konferensi Pers, ketua umum terpilih malam ini menjawab kepada awak media “Kita akan melanjutkan program-program yang selama ini sudah dilakukan. Terutama pengembangan dibidang pertanian sebagaimana yang sudah dilakukan di Banyuwangi Jawa Timur tentang pembudidayaan bawang putih sebagai contohnya. Dan kita bukan sekedar merencanakan akan tetapi melakukan revitalisasi yang sudah ada dan telah kita lakukan”. Tegasnya
“Termasuk dibidang pendidikan. Kita akan membuat program pendidikan online dengan tujuan agar semua masyarakat indonesia bisa menikmati pendidikan yang murah tanpa harus dibebankan biaya-biaya yang memberatkan para orang tua seperti pembelian buku, seragam serta kebutuhan lainnya”.

Ketika ditanya suaraberkarya.com tentang rencana evaluasi “Apa langkah dan kebijakan Mas Tomy untuk mempertahankan eksistensi kepengurusan khususnya DPW dan DPD yang telah banyak berjuang dalam rangka meloloskan partai Berkarya menjadi partai peserta pemilu dengan perjuangan yang keras dan penuh cinta serta ketulusan” pemilik partai bernomor 7 ini menjawab “Kita tidak hanya puas pada lolosnya partai ini. Akan tetapi ini bukan akhir dari perjuangan. Justru kita harus lebih meningkatkan bagaimana caranya agar partai Berkarya ini terus tetap dicintai rakyat” jawabnya penuh semangat sebagai penutup konferensi pers ketua umum terpilih 11 Maret. Minggu, (11/03/2018)

RAPIMNAS III PARTAI BERKARYA 10-12 Maret 2018
Keputusan yang bulat telah menetapkan Hutomo Mandala Putra sebagai ketua umum partai adalah langkah yang tepat dan cerdas serta akomodatif. Desakan dan harapan agar HMP panggilan lain Hutomo Mandala Putra sesungguhnya sudah tersirat dari pidato ketua umum partai Berkarya Neneng A. Tuty, SH saat pembukaan Rapimnas III partai Berkarya. Dimana Neneng A. Tuty mengatakan bahwa “Saya akan menyerahkan tongkat kepemimpinan saya secara estapet kepada MasTomy” Sabtu (10/03/2018)

Menurut salah satu panitia yang juga merupakan pendiri sekaligus pengurus serta Think Tank nya partai Berkarya kota Tangerang Bang Jalih Pitoeng panggilan akrab dari sekretaris DPD kota Tangerang Muhidin Jalih “Ini adalah sebuah langkah yang cerdas, tepat dan aspiratif akomodatif. Dimana seluruh pengurus maupun kader bahkan anggota dan masyarakat hanya tahu bahwa partai Berkarya adalah partai Mas Tomy. Tomy Suharto adalah satu satunya figur tunggal yang menjadi icon partai Berkarya siapapun pengurusnya. Itulah yang masyarakat tahu”. Kata Bang Jalih Pitoeng dalam pandangan pribadinya menyikapi hasil keputusan Rapimnas III partai Berkarya malam ini.

“Keterlibatan langsung Mas Tomy sebagai ketua umum partai mutlak sangat dibutuhkan. Ikonisasi dan labelisasi Mas Tomy terhadap partai Berkarya sesungguhnya kita sudah sangat memahami. Akan tetapi bukan hanya pengurus, tapi kader, anggota bahkan masyarakatpun sangat mengharapkan Mas Tomy untuk menjadi ketua umum nya. Kita dan masyarakat ingin agar Mas Tomy dapat melanjutkan perjuangan ayahanda tercinya untuk membangun negeri ini kearah yang lebih maju, adil, makmur dan sejahtera”. Tambahnya

PRISAI BERKARYA Selalu Siaga Mengawal Jalannya Rapimnas III Partai BERAKARYA
Sebagai salah satu pengurus partai yang sering melakukan reportase ditengah masyarakat yang nyaris apatis terhadap partai politik saat ini, melihat bahwa resposibilitas masyarakat terhadap partai Berkarya cukup signifikan. Sehingga kita tinggal melakukan kapitalisasi kondisi yang ada saat ini. Namun begitu kita sangat membutuhkan seorang figur pemimpin yang bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang bersifat politis strategis. Dan itu hanya ada pada Mas Tomy. Lanjutnya

“Saya tidak menafikan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran pengurus baik DPP, DPW, DPD bahkan DPC hingga Ranting atas segala upaya untuk menggoalkan partai ini menjadi partai peserta pemilu 2019. Akan tetapi mari kita berpikir secara rasional bahwa untuk menggerakan dan menembangkan sekaligus memenangkan sebuah partai dalam skala nasional tentunya membutuhkan perhatian khusus dalam arti yang seluas-luasnya. Sehingga kehadiran Mas Tomy sebagai ketua umum partai ini merupakan sebuah keharusan demi menjawab keinginan seluruh pengurus yang telah berjibaku dalam berjuang meloloskan partai Berkarya sekaligus menyusun strategi pemenangan pada kontestasi akbar pemilu 2019” harapnya.

“Partai Berkarya tanpa kehadiran Mas Tomy secara Totalitas hanya akan menjadi catatan usang di pemilu-pemilu yang akan datang. Karena sosok Mas Tomy lah selama ini kita bisa dan berusaha serta mampu mempresentasikan partai ini ditengah-tengah masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang pernah mengalami masa kejayaan indonesia dimasa kepemimpinan presiden Suharto. Artinya mas Tomy telah mampu memberikan harapan kepada masyarakat agar indonesia kedepan akan menjadi lebih baik dari saat ini. Untk itu mulai saat ini saya mengajak seluruh anak bangsa yang masih mencintai negeri ini untuk ikut bergabung dan membangu partai Berkarya dalam mengawal perjalanan bangsa indonesia yang kita cintai”. Pintanya menutup pembicaraan. (BJP)



Komentar Anda

Terkini: