DR. KRA. R. YUDI RELAWANTO, SH, MBA : Bergerak Cepat Seperti Halilintar

/ May 7, 2018 / 7:07 AM
Bagikan:
DR. KRA. R. YUDI RELAWANTO, SH, MBA


“Tut Wuri Handayani”
“Ing Ngarso Suntalada”
“Ing Madya Mangun Karsa”


Banyak orang yang tidak menyadari bahwa Al-Qur’an membahas mengenai usia 40 tahun. Hal ini sebagai pertanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan dengan serius pada pembahasan usia 40 tahun ini.

Allah Ta’ala berfirman ;

“Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a, “Ya Rabb-ku, tunjukkanlah kepadaku jalan untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (QS. Al-Ahqaf : 15)
Mengapa umur 40 - 60 tahun begitu penting ? Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) periode, yaitu: (1) Anak-anak (aulad); sejak lahir hingga akil baligh, (2) Pemuda (syabab); sejak akil baligh hingga 40 tahun, (3) Dewasa (kuhul); 40 tahun hingga 60 tahun, (4) Tua (syuyukh); 60 tahun ke atas.

Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah dikaruniai empat sifat utama yaitu;
1. Sidiq,
2. Amanah,
3. Tablig dan
4. Fathonah.

Sidiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, Tablig berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya dan fathonah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat.

1. Sidiq/Jujur :

Kejujuran merupakan syarat utama bagi seorang pemimpin. Masyarakat akan menaruh respek kepada pemimpin apabila dia diketahui dan juga terbukti memiliki kwalitas kejujuran yang tinggi. Pemimpin yang memiliki prinsip kejujuran akan menjadi tumpuan harapan para pengikutnya. Mereka sangat sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan seberapa jauh dirinya memperoleh kepercayaan dari pengikutnya.

Dalam Al-Qur’an surat At-taubah ayat 119, Allah SWT mengisyaratkan kepada muslimin untuk senantiasa bersama orang-orang yang jujur.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”(QS. At-Taubah:119)

Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya kejujuran.

“Jauhilah dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan kebajikan membawamu ke surga” (HR Bukhari dan Muslim).


2. Amanah/Terpercaya ;

Muhammad SAW bahkan sebelum diangkat menjadi rasul telah menunjukkan kualitas pribadinya yang diakui oleh masyarakat Quraish. Beliau dikenal dengan gelar Al-Amien, yang terpercaya. Oleh karena itu ketika terjadi peristiwa sengketa antara para pemuka Quraish mengenai siapa yang akan meletakkan kembali hajar aswad setelah renovasi Ka’bah, meraka dengan senang hati menerima Muhammad sebagai arbitrer, pada hal waktu itu Muhammad belum termasuk pembesar.

Amanah merupakan kwalitas wajib yang harus dimiliki seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menyerahkan di atas pundaknya. Kepercayaan masyarakat berupa penyerahan segala macam urusan kepada pemimpin agar dikelola dengan baik dan untuk kemaslahatan bersama.

3. Tablig/Komunikatif ;

Kemampuan berkomunikasi merupakan kualitas ketiga yang harus dimiliki oleh pemimpi sejati. Pemimpin bukan berhadapan dengan benda mati yang bisa digerakkan dan dipindah-pindah sesuai dengan kemauannya sendiri, tetapi pemimpin berhadapan dengan rakyat manusia yang memiliki beragam kecenderungan. Oleh karena itu komunikasi merupakan kunci terjalinnya hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyat.

Pemimpin dituntut untuk membuka diri kepada rakyatnya, sehingga mendapat simpati dan juga rasa cinta. Keterbukaan pemimpin kepada rakyatnya bukan berarti pemimpin harus
sering curhat mengenai segala kendala yang sedang dihadapinya, akan tetapi pemimpin harus mampu membangun kepercayaan rakyatnya untuk melakukan komunikasi dengannya.

4. Fathonah/Cerdas ;

Seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan di atas rata-rata masyarakatnya sehinga memiliki kepercayaan diri. Kecerdasan pemimpin akan membantu dia dalam memecahkan segala macam persoalan yang terjadi di masyarakat. Pemimpin yang cerdas tidak mudah frustasi menghadapai problema, karena dengan kecerdasannya dia akan mampu mencari solusi. Pemimpin yang cerdas tidak akan membiarkan masalah berlangsung lama, karena dia selalu tertantang untuk menyelesaikan masalah tepat waktu.

Kesimpulan ;

1. Usia produktif adalah antara 15 - 54 tahun. Dalam penelitian ini umur yang diambil adalah umur antara 17-47 tahun, sehingga usia tersebut masih termasuk usia kerja yang produktif.
Peran faktor umur memberikan respon terhadap situasi yang potensial menimbulkan stress. Tenaga kerja yang usianya sudah lanjut ( > 60 tahun) kemampuan dalam beradaptasinya menurun karena adanya penurunan fungsi organ di dalam tubuhnya (Roestam, 2003).
 
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Flippo dalam Muflichatum (2006), pada usia tua penyakit syaraf seperti tremor pada tangan dapat menurunkan produktivitas kerja pada perusahaan / Partai Berkarya yang memerlukan ketrampilan tangan dan berfikir. WHO menyatakan batas usia tua adalah 65 tahun ke atas. Namun menurut Undang-undang No.13 Tahun 1989 batas usia lanjut adalah 60 tahun.

2. Didalam dunia islam juga dikenal usia produktif sehingga Rasullulah adalah manusia yang mulia, meminta apa saja akan diberi kepada Allah Swt, mengapa Nabi Muhammad Saw tidak meminta umurnya panjang sampai melebihi 60 tahun, karena beliau sadar bahwa regenerasi kepemimpinan harus diestapetkan kepada kader kader yang potensial, begitu juga menurunnya stamina, keterampilan dan kecerdasan.

3. Dalam kaitannya dengan dunia politik melenial maka usia produktif akan menjadi peran digaris depan untuk menghadapi tantangan yang keras, memerlukan fisik, mental dan kecerdasan, ini semua ada pada yang muda muda pada usia produktif, lihat Nabi Muhammad Saw. Dan nabi-nabi lainnya yang mempunyai frestasi gemilang, salah satunya Nabi Isya As. Nabi Muhammad Saw dll, lihat Bung Karno, HM Soeharto, bahkan beliau pernah membentuk Opsus. Nah kita tahu siapa saja kader Bapak HM Soeharto yang ditempatkan sebagai Opsus waktu itu, dan yang lebih jelas sewaktu Bapak HM Soeharto menetapkan Bapak Sarwono Kesumaatmadja sebagai sekretaris jenderal GOLKAR waktu itu, belum memasuki usia 40 tahun, Obama dan para pemimpin negeri ini yang lainnya.
Semua rata-rata usia muda, mari kita berpijak dari pengalaman ini, mengapa Partai Berkarya memandang dan membuat stigma yang tua itu yang ngempuni dan hebat, dunia sudah terbalik kawan, kita sudah tertinggal start, tertinggal juga fisik pekerja politiknya yang sudah kurang memadai, hendaknya bapak Hutomo Mandala Putra meletakkan orang orang yang diatas 60 an tadi di tempat yang layak, sebagai Pembina, Pertimbangan dan Penasehat, atau sebagai pendo’a yang mendo’akan generasi muda Partai Berkarya selamat dunia dan akhirat, menjadikan mereka cerdas untuk sebagai pekerja politik, dan jangan yang sudah diatas 60 tahun sebagai pekerja politik yang melelahkan, butuh ektra tenaga dan pikiran. Saya berharap berikan kesempatan pada yang muda-muda dan energik ini untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan selama ini, jangan yang sudah sepuh disuruh berlari, bagaimana mau lari wong jalanpun sudah sulit (mohon maaf beribu maaf) konon akan mengambil pengalamannya, ya kami setuju namun diletakkan sebagai widiasuara yang memberikan advice kepada yang muda-muda agar semangat.

Semoga tulisan diatas dapat berguna utk menjadi pencerahan, dan mudah mudahan tulisan diatas dapat di baca oleh Bapak HMP selaku Ketua Umum Partai Berkarya dan kita semua, mohon maaf bukan melecehkan bagi yang usia diatas 60 tahun, demi Allah Swt saya tidak bermaksud menjatuhkan marwah Bapak dan Ibu, justru saya meminta agar Bapak dan Ibu yang diatas 60 tahun ditempatkan pada posisi yang layak. Sebagaimana tulisan diatas.

Wassalam,

DR. KRA. R. YUDI RELAWANTO, SH, MBA


Komentar Anda

Terkini: