Ngala Berkah, Helldy Agustian hadiri Haul Bersama Ribuan Jamaah

/ May 1, 2018 / 5:11 PM
Bagikan:
Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten H. Helldy Agustian Saat Menghadiri Haul Syech Muhammad Ja'far
SUARABERKARYA.COM, SERANG - Muslimah tumpah ruah di Sumur Gunung Bojonegara Kabupaten Serang saat berlangsungnya acara haul ulama besar Banten Syech Muhammad Ja'far Bin Muhammad Nuh. Ulama kesohor di Banten yang hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berjuang dan berdakwah ini terlahir dijaman penjajahan Belanda dan wafat pada awal menjelang kemerdekaan (1845-1927).

KH. Syaihul Hidayat Ketua Forum Silaturahmi Keluarga Besar Bani Ja'far
Pada masa penjajahan Belanda, Syech Muhammad Ja'far bersama masyarakat sempat membangun masjid di Kampung Dukuh, Kampung Solor Lor serta di Kampung Nyamuk sebagai warisan yang ditinggalkan hingga saat ini. Ulama besar yang merupakan keturunan Sultan Hasanudin Banten ini sangat dicintai masyarakat bahkan hingga kini disaat beliau telah tiada makamnya sering di ziarahkan oleh para keluarga, jamaah dan pencintanya.

Acara haul Akbar yang dihadiri oleh para Muspika, Alim Ulama serta para tokoh masyarakat setempat merupakan gelaran yang diprakarsai oleh Forum Silaturahmi Keluarga Besar Bani Ja’far yang saat ini diketuai oleh KH. Syaihul Hidayat berjalan cukup hikmat. Jamaah pun sangat menyimak nasehat-nasehat para ulama yang menyampaikan tausyiah termasuk begitu seriusnya para jamaah yang hadir saat Ustadz Fikri Haikal Zainudin MZ yang hadir juga dalam memberikan tausyiah pada haul tersebut. Selasa, (01/05/2018).


Ketua DPW Partai Berkarya H. Helldy Agustian rupanya juga tidak mau membuang sedikitpun waktu dengan sia-sia. Dirinya hadir bersama Bakal Calon Legislatif DPRD Kabupaten Serang H. Haerudin beserta beberapa DPC setempat. Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten mengatakan “Acara semacam ini sangat baik bagi pendidikan generasi kita selanjutnya. Mendidik anak-anak kita tentang akhlaq yang baik adalah kewajiban kita semua” ungkapnya.

Masih menurut Helldy Agustian “Bayangkan jika kelak kita telah meninggal nanti, apakah anak cucu kita akan mengingat kita seperti ini...?” ajak Helldy untuk kita renungkan. “Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari acara haul ini. Terkadang orang tua hanya ingin anaknya lulus dari sekolah ternama demi ijasah. Sementara kita terkadang tidak mau menyekolahkan anak kita ke pesantren” keluhnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya acara ini dapat menyadarkan kita semua bahwa wajib bagi kita untuk terus mengingat para pahlawan dan pejuang serta orang tua kita. Karena tak akan ada disini kita hari ini tanpa jasa mereka”. Pungkas Helldy penuh harap (BJP)


Komentar Anda

Terkini: