Panitia Bacaleg Partai Berkarya Kota Tangerang, Gamang Dalam Menghadapi Musibah Yang Menimpa Ditengah Giatnya Penjaringan

/ May 7, 2018 / 9:18 AM
Bagikan:
Photo Bersama Dihalaman Kantor Sekretariat DPD Partai Berkarya Kota Tangerang Jl. Eksekusi 1 No. 12 Sukasari Kota Tangerang
SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Belum reda euforia tentang kelulusan partai Berkarya yang dinyatakan sebagai partai peserta pemilu 2019 yang kemudian disusul dengan genggap gempita penjaringan bacaleg oleh panitia yang sering disebut sebagai Tim 7 dalam menggalang putra-putri terbaik bangsa di daerah masing-masing, DPD Partai Berkarya Kota Tangerang justru dihadapkan dengan peristiwa yang membuat gamang.

Ditengah kesibukan dalam mengejar target perolehan kursi di masing-masing daerah pemilihan, panitia terpaksa harus menelan pil pahit akibat tidak adanya kantor sekretariat sebagai pusat pengendalian organisasi sekaligus pusat informasi bagi para pengurus DPD dan DPC serta Bacaleg yang saat ini sangat membutuhkan sarana komunikasi, koordinasi dan konsolidasi.

Panitia Bacaleg DPD Kota Tangerang Kiri-kanan (H. Tatang, Eka Amalia, H. Suyadi Putra, Nur Fadhillah Suryaningsih, H. Suyitno)
Kantor sekretariat DPD Partai Berkarya Kota Tangerang yang telah menjadi saksi sejarah sekaligus merupakan syarat mutlak lolosnya verifikasi oleh KPU yang selama ini dipergunakan, diminta pindah mendadak oleh ketua DPD Partai Berkarya Kota Tangerang Haerudin. Alasan tersebut disebabkan hanya akibat kurang harmonisnya hubungan antara ketua DPD Kota Tangerang dengan pemilik rumah yang dipinjam-pakaikan selama setahun setengah lebih. Sebuah persoalan pribadi namun berimplikasi pada institusi yang dapat dianggap merugikan partai saat ini.

Tempat yang selama ini tidak pernah ada masalah, tanpa diminta pembayaran sewa, beban listrik maupun air PAM sekaligus memiliki kebebasan dalam melaksanakan aktivitas kepartaian hingga tengah malam buta, kini mendadak berhenti ditengah kesibukan panitia pendaftaran bagi para Bacaleg di Kota Tangerang. Atas keinginan pribadi yang tanpa dimusyawarahkan terlebih dahulu dalam forum rapat pengurus inti DPD yang hanya terdiri dari 5 orang pengurus sebagaimana yang terintegrasi kedalam SIPOL. Namun secara emosional ketua DPD mengambil langkah yang kurang lazim dilakukan oleh seorang pimpinan dalam memimpin sebuah organisasi dalam hal ini DPD partai Berkarya Kota Tangerang. Entah apa masalahnya. H. Toto Aminoto yang merupakan salah satu orang yang selama ini bisa disebut sebagai "manusia setengah dewa" tiba-tiba bisa murka karena teramat kecewa dengan dirinya.

Karya Nyata Dalam Peran Serta dan Upaya Meloloskan Partai Berkarya
Dalam penuturannya saat beberapa kali dijumpai selalu mengatakan "Kalau saya saja yang sudah berbuat banyak saking cintanya dengan kuning, dengan Berkarya sebagaimana yang kalian ketahui bisa diperlakukan seperti ini, bagaimana dengan kalian nantinya yang hanya pengurus DPC. Dari kesalahan orang bisa jadi benar, dari kesalahan orang bisa jadi pintar. Tapi jika kesalahan itu selalu berulang, silahkan kalian terjemaahkan sendiri lah" ungkap nya seraya mengulang kalimat yang sering disampaikan.

"Saya dengar ketua kalian sudah punya kantor, ya silahkan. Toh saya tidak pernah mengusir dan menyuruh kalian pindah. Tapi semua itu terserah pada kalian semua yang mungkin lebih tahu segalanya dibanding saya" sambungnya menambahkan.

Pada saat yang hampir bersamaan, tempat yang direncanakan akan digunakan sebagai kantor penggantipun ternyata belum siap dipergunakan sebagaimana lazimnya sebuah sekretariat partai. Baik dari aspek legalitas (Perjanjian kontrak yang jelas, ijin atau pemberitahuan terhadap lembaga/institusi terkait tentang perpindahan) serta bangunan yang belum selesai perbaikan. Bahkan yang lebih mencengangkan adalah, akhirnya diketahui bahwa tempat tersebut di Gembok oleh sang pemilik akibat belum dibayar sewanya.

H. Suyadi Putra selaku ketua panitia Penjaringan Bacaleg yang melakukan Cross Chek tempat tersebut, saat dihubungi juga membenarkan hal itu terjadi. “Tempat yang rencananya akan digunakan untuk kantor digembok oleh pemiliknya karena ternyata belum dibayar. Bahkan tukangpun pada nunggu pembayaran upah kerja yang belum dibayar juga”. Mengenai isyu yang beredar bahwa ada Bacaleg DPR RI yang katanya membantu biaya sewa dan perbaikan kantor dimaksud, H. Suyadi mengatakan “Oh saya tidak tahu menahu soal itu. Karena saya sebagai panitia Bacaleg tidak diberitahu oleh ketua DPD tentang bantuan dana tersebut” tegasnya. Sabtu, (05/05/2018).

Sekretariat Yang Menjadi Saksi Bahwa Optimalisasi Telah Dilakukan Guna Lolos Verifikasi Walau Hingga Dini Hari Dalam Kondisi Yang Sangat Memprihatinkan
Kegamangan ini membuat DPD Partai Berkarya Kota Tangerang serta panitia Bacaleg mengalami Stagnasi hampir sebulan lebih. Bahkan Kaos yang diberikan oleh DPP pun belum terdistribusikan secara maksimal karena beberapa DPC bingung menyikapinya. Hingga berita ini diturunkan semua kegiatan dan aktivitas nyaris terhenti akbibat tidak adanya pusat pengendalian informasi dan kegiatan secara memadai. Beberapa pengurus DPD dan DPC yang sempat dihubungi merasakan kekecewaan yang mendalam akan musibah yang menimpa partai Berkarya Kota Tangerang.

Berbicara tentang loyalitas dan integritas pengurus DPD maupun DPC partai Berkarya Kota Tangerang sudah teruji dengan cara gotong royong dan urunan dalam rangka menghadapi varifikasi administrasi sampai verifikasi faktual hingga partai Berkarya Kota Tangerang dinyatakan lolos sebagai partai peserta pemilu sebagai buktinya. Ditanya soal partisipasi mengenai problema yang sedang terjadi, salah satu ketua DPC yang tak mau disebut namanya mengatakan “Kita sudah trauma dengan masa lalu pak. Kita kurang bagaimana mendukung ketua DPD bahkan sampai kebutuhan pribadinya. Kali ini kita bukan tidak loyal terhadap ketua. Tapi kita bingung dengan cara dan gaya ketua DPD memimpin yang sering berulang kejadian-kejadian yang membuat partai mandeg. Belum lagi banyak hal-hal yang kurang patut kita ceritakan. Cukuplah kita saja yang tahu. Tambahnya.

Wujud Peran Serta Semua Pihak (DPP, DPW, DPD & DPC) Dalam Menghadapi Verifikasi Administrasi Hingga Faktual Dan Tak Ada Yang Paling Dominan Karena Semua Urunan 
Senada dengan pendapat ketua DPC tersebut, Muhidin Jalih selaku Sekretaris DPD Kota Tangerang yang membangun partai sejak awalpun mengatakan “Untuk kali ini saya harus jujur mengatakan bahwa saya sudah tidak sanggup lagi membentengi dan membela kekeliruan atau mungkin kesalahn fatal yang diambil oleh ketua. Dulu saya masih mampu pasang badan saat ketua diminta mundur oleh 7 DPC  karena dianggap tidak mampu memimpin partai. Maka saya beserta pengurus DPC lainnya berusaha keras untuk menyiapkan pengganti DPC yang saat itu akhirnya mengundurkan diri. Mulai dari DPC Ciledug, DPC Pinang, DPC Cipondoh, DPC Benda, DPC Batu Ceper hingga DPC Karawaci hasil Migrasi dari DPC Tangerang. Kecuali DPC Neglasari yang merupakan referensi ketua DPD dan DPC Cibodas hasil rekruitmen Dewan Pakar H. Suyadi Putra. Karena saat itu kita berharap masih ada harapan agar pola dan gaya kepemimpinan ketua akan berubah" kenangnya penuh harap.

"Kemudian bak berjalan diatas air partai berkarya kota Tangerang dijalankan dengan penuh keprihatinan. Riak-riak kecil selalu kita redam dalam rangka mempertahankan eksistensi partai Berkarya Kota Tangerang sebagai wujud tanggung jawab moral sebagai pendiri sekaligus pengurus partai hingga akhirnya lolos verifikasi meski dengan susah payah. Tapi kali ini fatal sekali. Mengapa masalah pribadi yang diputuskan secara personal dalam kondisi yang sangat emosional tanpa bermusyawarah terlebih dahulu pada kami sebagai pengurus inti DPD yang sudah sama-sama berjuang bersama-sama dengan para DPC tanpa ada yang mendominasi (Full Power) dalam upaya meloloskan partai Berkarya. Karena ini adalah organisasi kepartaian jadi tidak boleh ada yang merasa dominan...!!! Apalagi partai Berkarya Kota Tangerang ini dibangun secara urunan bersama-sama bukan dominasi ketua sebagaimana pada umumnya” tegas sekretaris yang dikenal dengan panggilan Bang Jalih Pitoeng.

“Jika saya dianggap keliru dalam menyikapi hal ini guna mengungkap sebuah fakta dan kebenaran, maka dengan kebesaran jiwa, saya siap dipecat dengan alasan yang jelas serta mekanisme yang berlaku tentunya. Karena kita ingin partai yang kita bangun bersama-sama ini maju, berkembang dan menang. Bukan mundur macet, mundur macet. Siapapun pemimpinnya itu tidak penting bagi saya. Yang terpenting adalah pemimpin itu harus memiliki jiwa dan kemampuan yang leadership. Tidak harus kaya raya, juga tidak harus cerdas dalam berbagai hal. Sekurang-kurang nya Tablig, Sidik dan Amanah dalam mengemban kepercayaan yang diberikan oleh partai dan para pengurus baik DPD maupun DPC. Toh partai ini telah kita bangun dengan susah payah dalam posisi neraca keuangan Nol Rupiah. Maka saya sering mengatakan agar kita semua tidak boleh anti kritik demi kemajuan partai. Dan kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, tranparansi serta memelihara akuntabilitas dalam mengelola partai Berkarya khususnya di Kota Tangerang” tambahnya menegaskan.

“Kemunduran ini bukan karena kami pengurus yang tidak mampu mengorganisir partai secara institusional. Tapi lunturnya kepercayaan yang menggradasi kewibawaan ketua DPD adalah sebab akibat yang timbul karena ketua kita kurang siap dan banyak memiliki kealfaan dalam memimpin partai sehingga kerap kali menimbulkan polemik yang dapat menciderai perjuangan rekan-rekan dalam membesarkan partai selama ini” jelasnya meluruskan tentang fenomena yang saat ini terjadi tentunya didukung oleh data yang faktual serta analisa secara empirik dari waktu ke waktu.

KPU RI Pun Menerima Berkas Sebagai Syarat Mutlak Kelulusan Partai Yang Dengan Susah Payah Untuk Dapat Meraihnya
"Kita bukan takut dengan masa depan yang belum tentu. Tapi harus kita sadari bahwa hari ini adalah merupakan sebuah proses dari hari kemarin. Sehingga sekurang-kurangnya rekam jejak kemarin dan hari ini sungguh dapat mempengaruhi gerak dan langkah partai kita kedepan" tutupnya mengingatkan.

Begitupula H. Suyitno Adang selaku Ketua Bapilu DPD partai Berkarya Kota Tangerang yang saat dihubungi sedang berada di Bandung karena kegiatan terhenti mengatakan “Lier saya mah lamun kieu. Bagaimana atuh lamun kieu-kieu terus. Bisa hancur atuh partai kalo begini terus mah. Bagaimana dengan Bacaleg atuh, sedangkan waktu dan tahapan terus berjalan. miris kita jadinya kalo begini terus” ungkapnya dalam dialek sunda yang menjadi ciri khasnya.

Tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan H. Suyitno Adang, H. Gatot Suprijanto selaku ketua dewan pakar partai Berkarya Kota Tangerang pun mengatakan “Sulit kita partai Berkarya Kota Tangerang untuk maju jika Haerudin ketuanya seperti yang kita ketahu selama ini. Saya banyak mendengar keluhan dari beberapa DPC yang saya baca”. Saya bukan tidak mau membantu lagi saat ini. Tapi kita butuh kepastian untuk bagaimana kita menentukan terlebih dahulu langkah kedepan seperti apa yang akan kita ambil. Kalau seperti ini terus rasanya sulit kita bisa maju. Tambahnya sedikit menyesalkan atas kejadian ini.

Saat diminta konfirmasi Ketua DPC kecamatan Tangerang Asta Agan juga menggambarkan kekecewaanya dan membenarkan bahwa benar tempat tersebut sudah digembok "Skarang kan artinya, muaranya ke saya semua. Ya saya yang mengadapi itu kan. Persoalan-persoalan baik katakanlah berhubungan dengan pemilik ruko, terus material, artinya memang belum ada rupiah untuk dibayarkan gitu kayak kaca sama pintu jendela". Saat ditanya apakah kusen alumunium belum dibayar, "Belum. Baru dibayar DP 2 juta doang" jelasnya. Minggu, (06/05/2018)

Semoga pengalaman buruk ini tidak terjadi pada DPD partai Berkarya di tempat yang lain. Karena bukan target capaian yang kita dapat justru sebaliknya malah kemunduran yang akan kita terima. Tidak mungkin kita akan memanen anggur jika rukem yang kita tanam. Hasil tidak akan menghianati sebuah proses. Organisasi apapun bentuknya sungguh sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki Leadershipitas dan menjunjung tinggi azas transparansi serta Akuntabilitas demi kemajuan organisasi. Pemikiran yang baik, dilakukan dengan cara yang baik sekaligus dijalankan dengan orang-orang yang baik tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Semoga...!!! (Bang Jalih Pitoeng_BJP)

Komentar Anda

Terkini: