Tokoh Tersembunyi Dibalik Suksesi Verifikasi Partai Berkarya

/ May 10, 2018 / 10:07 AM
Bagikan:
H. TOTO AMINOTO

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG – Jenderal besar almarhum H.M. Suharto presiden Republik Indonesia sering mengatakan sekaligus mengingatkan kita semua bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Penggalan kalimat yang penuh makna itu selalu terngiang-ngiang ditelinga kita sejak masih di bangku sekolah dasar. Kalimat yang sering diucapkan terutama pada upacara hari Kesaktian Pancasila.

Demikian juga dengan kisah perjuangan heroik DPD partai Berkarya Kota Tangerang yang penuh dengan berjuta kenangan dan tantangan. H. Toto Aminoto adalah merupakan salah satu tokoh dibalik suksesi verifikasi partai Berkarya di Kota Tangerang. Bagaimana tidak. Diakui atau tidak diakui dirinya telah memberikan konstribusi besar terhadap perjuangan partai Berkarya khususnya di Tangerang.


Rumah kedua milik H.TOTO Aminoto dibilangan Jl. Jenderal Sudirman kota Tangerang merupakan salah satu alamat yang terintegrasi kedalam SIPOL (Sistem Informasi Partai Politik) karena sesuai dengan ketentuan KPU bahwa kantor sekretariat sebuah partai dalam tingkat kabupaten kota mutlak adanya. Rumah berlantai yang sangat selaras dengan Colour Branding partai Berkarya Kuning Orange, telah menjadi saksi bisu para pejuang partai Berkarya di kota Tangerang.

Perjuangan yang telah dilakukan oleh segenap pengurus DPD dan DPC partai Berkarya terpusat di sekretariat yang berada sangat strategis berdampingan dengan Balekota Mall Tangerang sebagai pusat pengendaliannya, bukanlah perjuangan yang mudah. Akan tetapi perjuangan yang penuh dengan kegigihan, kesabaran dan kecerdasan dalam mengkomunikasikan tentang partai Berkarya yang belum dikenal seperti saat ini. Tugas berat generator sekaligus komunikator partai dalam mempresentasikan partai yang menjadi tugas pokok fungsi seorang sekretaris karena partai Berkarya masih belum dikenal saat itu.

Plang Yang Dibuat Secara Mandiri Oleh DPC Atas Pesan Instruktif Yang Disampaikan Secara Komunikatif
Dalam posisi neraca keuangan DPD yang “Nol Rupiah” (Maaf jika dibandingkan partai lain) partai Berkarya kota Tangerang tetap memiliki kewajiban yang sama yaitu tercapainya target jangka pendek lolos verifikasi. Hasil komunikasi yang komunikatif, Alhamdulillah dapat diterima dikalangan pengurus DPC sebagai ujung tombak pengumpulan data anggota yang menjadi salah satu syarat mutlak untuk lolos verifikasi administrasi.

Dimana berdasarkan ketentuan KPU bahwa partai calon peserta pemilu diwajibkan lulus verifikasi sejumlah 34 provinsi serta 75% Kabupaten kota yang berada didalamnya. Sehingga dapat kita sepakati bahwa satu provinsi saja tidak lolos maka partai Berkarya hanya akan menjadi catatan usang di KPU. Tangerang Raya (Kota Tangerang, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang) tiga kabupaten kota yang terkena verifikasi perbaikan.

Wujud Karya Nyata Dalam Mengemban Tugas Struktural Saat Mengawal Verifikasi Administrasi (Bukan Sekedar Selfi-Selfi)
Sehingga kerja keras sungguh sangat dibutuhkan demi menyelamatkan provinsi Banten. Mungkin hal ini juga dirasakan oleh provinsi lainnya seperti Papua, Maluku Utara, Jawa Tengah serta Yogyakarta dan yang lainnya. Muhidin Jalih selaku sekretaris DPD partai Berkarya diperkosa oleh keadaan untuk bekerja lebih ekstra dengan dibantu oleh wakil sekretaris Nur Fadhillah Suryaningsih yang dengan telaten membantunya. Bersam dengan seorang kakek tua mantan komisioner KPUD kota Tangerang yang dipercaya sebagai wakil ketua DPD sekaligus ketua Bapilu kota Tangerang H. Suyitno Adang turut begadang demi menghadapi suasana yang sangat menegangkan.

Bapilu Yang Merangkap Sebagai LO DPD Partai Berkarya Kota Tangerang Saat Serah Terima Berkas Administrasi Di KPUD 
Fenomena inilah yang melahirkan sebuatan H. Toto Aminoto sebagai manusia setengah dewa. Sekretariat yang digunakan hingga tengah malam buta, tanpa sewa, tanpa apa-apa berisik dan gemuruh pula karena banyak aktivitas partai hingga larut malam bahkan hingga dini hari. DPD kota Tangerang sangat menyadari kekurangan dan kelemahan yang dimiliki oleh ketuanya. Terutama hal-hal terkait mangerial dan financial. Dalam kondisi ini H. Toto Aminoto sangat berperan aktif dalam membantu mendorong upaya penyelamatan partai demi kelulusan verifikasi dari berbagai aspek. Mulai dari official equipment yang sangat dibutuhkan dalam kepentingan pengelolaan data dan dokumen guna kepentingan verifikasi administrasi, arahan dan pemikiran serta mendampingi hingga tengah malam buta. Badaruddin Andi Picunang yang menjabat sebagai sekjen DPP kala itu, dengan sangat senang hati melakukan komunikasi dan koordinasi langsung secara intensif dengan sang sekretaris sebagai pengemban sub ordinasi administrasi yang berkorelasi dengan Rizki Prihantono di DPP dalam memandu para tim IT dan administrasi dari setiap wilayah dan daerah kala itu. Terlebih saat verifikasi administrasi perbaikan bagi Tangerang Raya yang dikendalikan dari tempat yang sangat bersejarah ini.

Tokoh yang dituakan diprovinsi Banten ini juga merupakan inisiator dalam rangka penyelamatan DPW provinsi ketika Johan Arifin Muba mengundurkan diri sebagai ketua DPW partai Berkarya provinsi Banten kala itu. Sehingga lahirnya kesepakatan untuk meminta dan menunjuk H. Helldy Agustian sebagai DPW partai Berkarya provinsi Banten pengganti Johan Arifin Muba yang pernah membesarkan partai Berkarya Banten secara sensasional dimasa kepemimpinannya.

Hilman Budi Badarusuhada Pria Plontos Berhati Polos Dan Ceplas Ceplos
Tidak ketinggalan pula Hilman Budi Badarusuhada yang lebih dikenal dengan panggilan “Bang Bravo” juga terus memantau perkembangan daerah-daerah yang mengalami verifikasi perbaikan hingga dini hari. “Bagaiman Bro Kotang...? pokoknye gue enggak mau tahu Tangerang Raya kudu lolos. Kalo ga mati kite” itulah kalimat terucap dari pria plontos yang sibuk bolak-balik antara Antasari dan Granadi dalam melakukan pelaopran tiap-tiap perkembangan yang terjadi. Sebuah kalimat yang sempat terekam saat-saat genting menghadapi verifikasi administrasi perbaikan partai Berkarya Kota Tangerang. Sehingga sangat wajar jika pria plontos ini dikenal oleh para pengurus partai Berkarya hampir diseluruh tanah air.

Sangat tidak tertutup kemungkinan sesungguhnya masih banyak para pahlawan-pahlawan pejuang partai yang belum bisa kita sebutkan. Baik yang berada di DPP maupun didaerah lain seluruh indonesia. Semoga semua amal bhakti beliau menjadi catatan pahala yang tak terhingga. Karena atas jasa beliaulah hari ini kita bisa dengan bangga menunjukan angka tujuh sebagai ikon lain dari partai Berkarya. Perjuangan yang tidak mudah ini tentunya juga dirasakan oleh para pengurus partai disemua wilayah dan daerah seluruh indonesia.

Semoga artikel ini dapat menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dan "KETERBUKAAN" dalam mengorganisir partai Berkarya sebagai partai calon pemenang. Sekaligus dapat dijadikan bahan renungan bahwa semua pihak telah ikut berjuang. Tidak ada dominasi DPP, DPW, DPD maupun DPC guna kesamarataan dalam konsepsi perjuangan. Jika ada yang merasa paling berjasa adalah ketuanya, atau yang lainnya, maka artikel perlu kita koreksi bersama secara obyektif. Semua yang baik-baik yang pernah dilakukan oleh para pendahulu untuk tetap kita pertahankan sekaligus kita tingkatkan serta hal-hal yang bersifat hilafiyah dan kealfaan untuk kita hindarkan. (BJP)

Komentar Anda

Terkini: