Sekretaris DPD Partai Berkarya Kota Tangerang Bang Jalih Pitoeng Membantah Adanya Isyu Rapimda Di Kota Tangerang

/ February 14, 2019 / 9:09 PM
Bagikan:
Bersama Bendahara Umum Partai Berkarya Hj. Neneng A. Tuty, SH Usai Konsultasi
SUARABERKARYA.COM, JAKARTA – Untuk kesekian kalinya DPD Partai Berkarya Kota Tangerang mengerang pada saat-saat yang tegang. Saat dimana keberlangsungan sebuah partai dipertaruhkan seperti pada saat menjelang verifikasi dahulu. Target minimal 4% untuk menyelamatkan eksistensi partai ini adalah satu kewajiban dan upaya yang tidak boleh dianggap mudah. Terlebih partai Berkarya merupakan sebagai pendatang baru. Sehingga para petinggi partai Berkarya saat ini selalu mengingatkan tentang sisa waktu yang tinggal menghitung hari.

Terdengar sangat lucu ketika dalam waktu yang tersisa ini melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat apalagi membuang-buang biaya yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemenangan para caleg dan partai di masing-masing daerah pemilihan. Muhidin Jalih selaku salah satu pendiri sekaligus sekretaris DPD partai Berkarya kota Tangerang membantah tentang adanya rumor yang berkembang bahwa DPD partai Berkarya kota Tangerang akan menggelar RAPIMDA (Rapat Pimpinan Daerah).

“Tidak ada. Tidak ada itu Rapimda. Lebih baik waktu, tenaga dan biayanya untuk meningkatkan upaya pemenangan caleg dan partai. Saya sebagai sekretaris DPD kota Tangerang tidak pernah mewacanakan. Apalagi merencanakannya. Jika benar ada, apa kepentingannya dan saya pasti tahu tentunya karena saya adalah salah satu penanggung jawab partai ditingkat kabupaten kota” ungkapnya usai bertemu dengan Hj. Neneng A. Tuty, SH di Jakarta, Kamis (14/02/2019)

Karena penasaran dengan rumor tersebut, sosok pendiri dan pejuang partai di kota Tangerang ini bertekad untuk menghadap ke ketua umum guna meminta petunjuk dan arahan setelah dirinya berkonsultasi dengan beberapa pendiri dan petinggi partai yang tidak mau disebut namanya, guna mendapatkan penjelasan dan arahan yang sangat dibutuhkan. Tentunya kepada orang-orang yang tahu, faham, mengerti dan menghargai nilai-nilai perjuangan dalam rangka membangun, mengembangkan, meloloskan hingga menjadikan partai Berkarya sebagai salah satu kontestan pemilu akbar yang pertama kalinya terjadi di Indonesia dimana pileg dan pilpres dilaksanakan secara bersamaan.

Bang Jalih Pitoeng juga menyampaikan pada suaraberkarya.com bahwa dirinya sangat menghargai konsensus sebagaimana 8 kabupaten kota di provinsi Banten tidak akan ada pergantian ketua dan atau sekretaris hingga usai pemilu 2019 sebagaimana yang disampaikan oleh sekretaris jenderal DPP partai Berkarya Priyo Budi Santoso ditengah-tengah para pengurus DPW Banten dibawah pimpinan H. Helldy Agustian, SE, SH dan seluruh ketua serta sekretaris DPD partai Berkarya  8 kabupaten kota kecuali bersifat khusus. Tentunya akan mengikuti mekanisme serta aturan yang dalam hal ini adalah AD ART sebagai payung hukum tertinggi sebuah partai politik.

“Saya masih terngiang ngiang apa yang disampaikan oleh ketua umum kita H. Hutomo Mandala, SH pada saat silaturahmi nasional agar jangan sampai ada yang tersakiti. Terutama bagi orang-orang yang telah berjuang keras dan berjasa besar demi meloloskan partai Berkarya. Dan saya menangkap apa yang disampaikan ketum itu adalah untuk menghindari terjadinya gesekan-gesekan dan polemik yang berkepanjangan sekaligus agar lebih fokus pada penyusunan dan pemenangan caleg partai Berkarya tentunya. Saya sangat bangga dan selalu mengingat himbauan yang kemudian menjadi sebuah kebijakan itu” ucapnya mengenang rangkaian pristiwa kelolosan dan pengambilan nomor partai yang sangat bersejarah itu.

Senyum Bahagia Atas Pengumuman KPU  RI Partai Berkarya Siap Berlaga
Saat ditanya apa hasil pertemuan dengan bendahara umum yang juga pernah menjabat sebagai ketua umum partai berkarya, Bang Jalih Pitoeng spontan menjawab dengan mengutip ucapan Hj. Neneng A. Tuty, SH siang tadi “Tidak ada Rapimda. Persoalannya itu kan ketua DPD nya berhalangan tetap karena sakit. Ada mekanismenya untuk itu” imbuhnya menirukan.

Pertemuan yang singkat itu juga menjawab kegamangan salah satu caleg sekaligus wakil sekretaris Nurhasan dan Drs. Suyitno, MSi selaku wakil ketua yang juga dipercaya sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD partai Berkarya kota Tangerang sejak partai berdiri. “Pokona saya mah bangga dah sama bu bendum. Artinya bahwa beliau sangat menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan” kata Suyitno yang biasa dipanggil Abah dengan dialek sundanya yang kental.

Didesak pertanyaan bahwa pada tanggal 16 Februari 2019 akan diselenggarakan Rapimda di kota Tangerang, sekretaris yang terakhir disibukan juga dengan membangun jaringan relawan Prabowo-Sandi dibeberapa daerah ini justru malah balik bertanya “Dasarnya apa, kepentingannya apa dan penyelanggaranya siapa. Masak mau Rapimda saya tidak tahu dan tidak terlibat. Secara akal sehat dimana rasionalitasnya ? tanya nya membingungkan.

“Mengenai terganggunya kesehatan ketua DPD kami pak Haerudin sehingga berhalangan tetap, kan ada aturan dan mekanismenya sebagaimana tadi siang bu Bendum menyampaikan pada saya bahwa pak sekjen Priyo Budi Santoso sudah memberikan arahan untuk hal itu” tegas Jalih Pitoeng mengutip kalimat Hj. Neneng A. Tuty, SH Bendahara Umum parta Berkarya.

Hj. Neneng A. Tuty, SH - RAPIMNAS  III Solo
“Saya sangat bangga dengan beliau. Beliau begitu teramat sangat menghargai para pejuang partainya. Karena beliau sangat faham betul bagaimana perjuangan keras terhadap partai ini sebagai wujud kecintaan dan niat-niat yang luhur dan mulia terhadap bangsa ini. Beliau juga merupakan sosok wanita tangguh dan langka di abad ini. Dimana saat ini banyak orang-orang yang berebut jabatan, beliau justru dengan besar jiwa dan bangga menyerahkan tongkat kepemimpinan partai Berkarya yang telah dengan susah payah dibangun bersama seluruh jajaran yang ada kepada bapak Tommy Soeharto untuk menjadi ketua umum sebagi pengganti dirinya pada Rapimnas III di Solo”.

“Demikian juga saya. Demi kemajuan partai, saya akan tunduk dan patuh terhadap aturan yang kita sepakati bersama yang termaktub dalam payung hukum tertinggi yaitu AD ART partai Berkarya. Sipapun dia yang akan menjadi pengganti ketua DPD saya akan mendukung sepenuhnya tentu dengan cara yang baik dan benar. Karena saya ingin partai ini maju, berkembang sekaligus mampu melahirkan politisi-politisi yang amanah, berani dengan lantang meneriakan kebenaran dengan tidak menabrak aturan agar menjadi insan Berkarya yang tegas, cerdas, santun dan berwibawa” sambungnya penuh harap.

“Bagi saya yang terpenting seorang pemimpin adalah memiliki leadershipitas yang tinggi. Sehingga mampu membaca, mau mendengar serta memahami semua persoalan sekaligus mampu memberikan solusi dalam penyelesaiannya dalam arti yang seluas-luasnya. Dan mengenai kekosongan jabatan ini Insya Allah kami pengurus DPD partai Berkarya Kota Tangerang akan mengambil langkah sesuai dengan aturan yang ada serta berkoordinasi dengan DPW dan DPP sekaligus mematuhi apapun keputusan DPP partai Berkarya sebagai pemegang otoritas tertinggi partai ini” pungkasnya.


Komentar Anda

Terkini: