Gerakan Rakyat Bersatu Desak Bawaslu Tindaklanjuti Kecurangan Pemilu

/ April 30, 2019 / 2:00 PM
Bagikan:

SUARABERKARYA.COM-Jakarta, Pemilu yang telah usai saat ini rupanya meninggalkan kisah duka yang mendalam. Mulai dari adanya petugas yang wafat saat menjalankan tugas hingga terjadinya beberapa kecurangan. Baik di dalam negeri maupun diluar negeri.

Salah satu aktivis betawi Bang Jalih Pitoeng, bermaksud mendatangi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) siang ini di Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat.

"Kami terpaksa mendatangi DKPP untuk bertemu dengan pak Muhammad Taufik. Maksud dan tujuan kami ke DKPP hari ini adalah ingin melaporkan telah terjadinya pembiaran terhadap kecurangan kecurangan yang terjadi dimana mana" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi suaraberkarya dini hari tadi, Selasa (30/04).

Dirinya menambahkan bahwa beberapa laporan mereka didampingi oleh penasehat hukum DR. Eggi Sudjana SH. MSi dan Pitra Romadhoni Nasution, SH.MH yang sempat heboh di berbagai media karena melaporkan Jokowi tentang kebohongan pada saat debat capres cawapres februari lalu, terkesan kurang direspon oleh Bawaslu. "Kami sudah lebih dari 3 kali ke Bawaslu untuk melaporkan beberapa kejadian terhadap kecurangan dan pelanggaran pemilu. Akan tetapi terkesan kurang responsif. Sehingga kami mendatangi lembaga yang memiliki otoritas untuk melakukan penilaian atau teguran bahkan tindakan terhada kinerja Bawaslu" katanya menegaskan.

Sosok anak betawi yang kerap berpeci dan lantang ini juga menyampaikan bahwa pada hari ini akan aksi damai di tempat yang sama dengan tuntutan "Tolak Pemilu Curang" yang akan dihadiri oleh beberapa elemen masyarakat. Sebagai aksi lanjutan dari yang dilangsungkan rabu kemaren 24 April 2019.

"Pemilu adalah satu satunya gerbang demokrasi. Untuk itu kita minta KPU harus menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara baik dan benar serta jujur dan adil. Bagaimana mungkin kita bisa melahirkan pemimpin yang amanah, adil dan pro rakyat jika proses peralihan kepemimpinan melalui pemilu ini dilakukan dengan cara cara yang curang bahkan zholim. Jika boleh saya mengatakan ini adalah sebuah kejahatan demokrasi. Jika KPU benar benar tidak bertindak adil maka saya sangat yakin aksi aksi seperti ini terus berlangsung di semua daerah seperti halnya kemaren di Banten dan besok di Bogor. Ini suara rakyat. Siapapun yang menghianati suara rakyat akan berhadapan dengan rakyat". pungkasnya.
Komentar Anda

Terkini: