'Menyikapi Pernyataan Kapolri, Aktivis Betawi Bang Jalih Pitoeng : Saya Siap Ditembak Ditempat'

/ May 7, 2019 / 9:00 PM
Bagikan:
'Menyikapi Pernyataan Kapolri, Aktivis Betawi Bang Jalih Pitoeng : Saya Siap Ditembak Ditempat'


SUARABERKARYA.COM, Jakarta - Pernyataan kapolri tentang akan melakukan tembak ditempat bagi perusuh NKRI dijawab dengan tegas oleh salah satu aktivis pejuang kejujuran dan keadilan Bang Jalih Pitoeng.

Dirinya mengatakan siap ditembak ditempat jika berbuat rusuh. "Saya siap ditembak ditempat apabila saya membuat kerusuhan. Saya hadir ditengah-tengah masyarakat dalam menegakan kejujuran dan keadilan. Baik bersama-sama dengan para ulama maupun dengan para aktivis" ungkapnya Selasa (7/05 2019)

"Saya selalu berusaha untuk mendampingi Bang Eggi (Red-Dr. Eggi Sudjana, SH.MSi) dalam setiap aksi. Karena beliau adalah simbol perjuangan bagi kami aktivis. Selama HRS (Red-Habib Rizieq Shihab) imam besar kami tidak berada ditanah air, maka Eggi Sudjana bersama Para petinggi FPI, PA 212 dan GNPF Ulama adalah simbol perjuangan dari HRS yang referesentatif karena beliau sedang berada di Saudi Arabia" tambahnya.

"Saya sudah wakafkan kepala saya ini juga atas keridhoan alm ibunda saya tercinta untuk rela mati tertembak dalam perjuangan bagi imam besar HRS dan para pejuang saat beliau tidak berada ditanah air. Beliau diantaranya Eggi Sudjana, KH. Shobri Lubis, KH. Abdul Rasyid, KH. Selamet Maarif serta beberapa ulama dan habaib lainnya. Karena mereka jauh lebih dibutuhkan demi memperjuangkan rakyat dan umat dibanding saya yang hanya sebutir debu jalanan yang tak berguna". Kata Bang Jalih Pitoeng menjelaskan maksud kesiapannya ditembak.

Ditanya tentang kecurangan pemilu dan people power, sosok ketua umum Gerakan Masyarakat Pengemban Amanat Rakyat (GEMPAR) yang dikenal  kritis dan lantang ini menjawab "Kecurangan pemilu adalah sebuah kejahatan demokrasi dan harus dilawan. Kita sudah berulang kali ke Bawaslu bersama Bang Eggi dan kawan-kawan. Bahkan kita juga sudah dua kali melakukan aksi damai di depan Bawaslu bersama aktivis dan emak-emak dengan tuntutan agar Bawaslu bertindak tegas terhadap pelanggaran pemilu" jawabnya penuh harapan.

"Jika dugaan kecurangan pemilu dan kejahatan demokrasi ini dibiarkan, maka gerakan rakyat melalui people power merupakan konsekwensi logis sebagai sebab akibat karena rakyat merasa dicurangi dan dihianati suaranya" pungkasnya mengakhiri pembicaraan. (*)

Komentar Anda

Terkini: