Bang Jalih Pitoeng Siap Kawal Sidang Perdana di DKPP

/ June 18, 2019 / 8:02 PM
Bagikan:
Bang Jalih Pitoeng Siap Kawal Sidang Perdana di DKPP


Suaraberkarya.com, Jakarta- Ketua Umum Dewan Persaudaraan Relawan Rakyat Indonesia (DPR RI) Muhidin Jalih atau yang lebih dikenal Bang Jalih Pitoeng membenarkan ada pengawalan oleh beberapa elemen masyarakat yang menuntut keadilan pada sidang perdana di DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) pada kamis 30 Juni 2019 lusa di Gedung Bawaslu RI Jl. MH. Thamrin Jakarta Pusat.

Aktivis betawi yang dikenal lantang ini juga menjelaskan tentang rencana kehadirannya pada acara sidang tersebut.

"Insya Allah saya pasti hadir sebagai pengadu terhadap ketua KPU RI pak Arief Budiman dan teradu kedua pak Abhan selaku ketua BAWASLU RI" kata Jalih Pitoeng saat dihubungi Selasa, (18/06/2019)

Dirinya juga mengatakan bahwa akan hadir rekan-rekan para pencinta keadilan untuk menyaksikan lebih dekat tentang proses persidangan yang akan digelar oleh DKPP.

"Saya dengar secara informatif bahwa akan banyak aktivis pencinta keadilan yang hadir untuk mengawal sekaligus memberikan dukungan moral terhadap persidangan etik tersebut oleh DKPP guna mendapatkan keadilan bagi masyarakat" jelasnya menambahkan.

Dirinya mengatakan tidak mampu menolak apalagi melarang jika ada masyarakat yang ingin hadir dan mengawal sosok aktivis anak betawi ini untuk hadir di gedung BAWASLU.

"Inikan merupakan sebuah rangkaian pristiwa dari sebuah proses tahapan pemilu yang hingga saat ini belum selesai. Persengketaan pemilu ini juga sedang berlangsung di MK. Semua pristiwa yang kita saksikan saat ini adalah merupakan sebuah akibat. Saya ulangi ya. Ini adalah akibat dari adanya dugaan terjadinya dugaan kecurangan yang terjadi di berbagai daerah  ditanah air termasuk di luar negeri. Salah satunya adalah di Selangor Malaysia" kata Jalih Pitoeng.

"Kalau saja dugaan kecurangan tersebut tidak terjadi, maka dapat dipastikan bahwa rangkaian pristiwa protes dari masyarakat yang menginginkan adanya penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil tentunya tidak akan ada. Termasuk pristiwa berdarah tentang tragedi kemanusiaan 21-22 Mei lalu yang banyak menelan korban jiwa" kenang Jalih Pitoeng dengan penuh kesedihan.

"Kita malu pada bangsa lain. Terutama kepada generasi penerus bangsa dalam hal ini adalah mahasiswa dan kaum milenial intelektual. Dimana kita telah mempertontonkan pristiwa yang sangat memilukan sekaligus sangat memalukan" ungkap Jalih Pitoeng menyesalkan hal itu terjadi.

Ditanya tentang akan adanya mahasiswa yang akan hadir dalam memberi dukungan moral pada dirinya, sosok yang membidani lahirnya DPR RI ini juga membenarkan adanya.

"Betul. Beberapa elemen mahasiswa pencinta keadilan dan kemanusiaan yang seyogyanya ikut bersama kami dalam gelaran 'Aksi Akbar Super Damai' Jum'at 14 Juni kemaren yang batal kami laksanakan, insya allah mereka akan hadir mengawal persidangan besok di DKPP" kata Jalih Pitoeng membenarkan.

"Inikan bukan hanya soal dukung mendukung presiden dan calon presiden, tapi lebih kepada penegakan keadilan ditengah masyarakat yang sedang haus akan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil serta bermartabat sebagai manipestasi dari sebuah kedaulatan rakyat yang mereka tunggu-tunggu yaitu pada pemilu" menurut Jalih Pitoeng mengalhiri kalimatnya. (Red)
Komentar Anda

Terkini: