Jalih Pitoeng : Menjaga Anak Keturunan Dalam Berbangsa Dan Bernegara Wajib Hukumnya

/ September 17, 2019 / 10:08 PM
Bagikan:
Ketua Umum DPR RI : Jalih Pitoeng Menyemangati Mahasiswa KAMMI

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Revisi UU No. 30 tentang KPK dan RUU PKS di DPR menuai Pro dan Kontra pada Aksi Unjuk Rasa dari beberapa unsur didepan gedung DPR MPR, Selasa (17/09/2019)

Massa yang hadirpun terdiri dari berbagai elemen dan kelompok. Sayap kanan adalah Gerakan Masyarakat Sipil (GEMAS) pendukung segera disahkannya RUU PKS, dan sayap kiri adalah para mahasiswi yang tergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Sedangkan ditengah adalah kelompok pendukung Revisi UU KPK. Dan yang menjadi menarik adalah mereka sama-sama menyampaikan pendapatnya dengan pandangan yang berbeda dari elemen dan kelompok yang berbeda pula.

KAMMI Menolak RUU PKS

Pihak keamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisianpun nampak santai karena proses demokrasi berjalan dengan lancar tanpa adanya keributan akibat perbedaan pandangan yang mereka sampaikan.

Ketua umum DPR RI Jalih Pitoeng pun nampak hadir menyaksikan sebuah panggung orasi dari berbagai kelompok yang hadir.

Peserta Aksi Pendukung RUU PKS

Karena didaulat oleh para mahasiswa dan mahasiswi yang menolak RUU PKS untuk menyampaikan orasi, penggagas Konsep Perjuangan Rakyat yang mengusung tema GERAKAN berseri ini,  akhirnya menjadi orator penutup yang mampu menghipnotis para kaum milenial.

"Saudara-saudari adik-adik mahasiswa yang sangat saya cintai, saya banggakan serta saya harapkan, ditangan anda lah negara ini akan dipertaruhkan. Karena anda semua adalah penerus kami-kami yang sudah tua. Kalian adalah calon-calon menteri. Calon-calon pemimpin masa depan" kata aktivis betawi disambut takbir


"Saya Bang Jalih Pitoeng ketua umum Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia (DPR RI) sudah memberikan karpet merah kepada anda semua untuk melakukan aksi unjuk rasa disini (Red-DPR MPR) melalui GERAKAN 30 AGUSTUS kemaren" sambung Jalih Pitoeng, Selasa (17/09/2019)

Jalih Pitoeng juga menekan kan kepada para mahasiswa tentang arti penting menjaga anak keturunan dalam berbangsa dan bernegara.

"Menjaga anak keturunan kita dalam berbangsa dan bernegara adalah wajib hukumnya sebagaimana tadi dalam mukadimah saya sampaikan surat At-Thahrim ayat 6 tadi" tegas Jalih Pitoeng seraya membaca ayat tersebut.

Diakhir orasinya, Jalih Pitoeng juga mengajak para peserta aksi untuk hadir pada hari Jum'at tanggal 20 September yang akan datang dalam agenda aksi akbar yang akan mengusung 2 tuntutan utama yaitu menolak RUU PKS dan Revisi UU No. 30 tentang KPK.

"Adik-adik mahasiswa yang sangat saya cintai dan saya banggakan serta saya harapkan, besok kami DPR RI akan menggelar aksi ketiga disini. Bersama ini pula kami mengundang adik-adik mahasiswa serta emak-emak dan seluruh yang hadir agar bisa ikut bergabung bersama kami pada Jum'at besok tanggal 20 September di gedung yang megah ini untuk menolak RUU PKS dan Revisi UU No. 30 tentang KPK" Pungkas Jalih Pitoeng (Red)
Komentar Anda

Terkini: