Ketua Umum DPR RI Jalih Pitoeng, Datang Disambut Gempita Mahasiswa Pulang Harus Meneteskan Airmata

/ September 30, 2019 / 9:04 PM
Bagikan:
Ketua Umum DPR RI Jalih Pitoeng Disambut Gegap Gempita Oleh Mahasiswa BINUS 

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Penutupan sidang Paripurna MPR RI disambut oleh Ratusan ribu Demontran yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari mahasiswa, kaum buruh, rakyat hingga para pelajar, Senin (30/09/2019)

Kehadiran mereka ke gedung rakyat tak lain hanya untuk menyampaikan aspirasi melalui beberapa penolakan RUU dan Tuntutan dicabutnya atau dibatalkan nya beberapa revisi Undang-Undang yang sudah diputuskan.

Aktivis Betawi Jalih Pitoeng yang juga hadir sore tadi disambut oleh sekelompok mahasiawa beralmamater merah tua.
Mahasiswa dan mahasiswi Binus (Bina Nusantara) menyambutnya dengan gegap gempita.

Ribuan Massa Aksi Memadati Ruas Jalan Gatot Soebroto

"Hidup Mahasiswa...Hidup Calon Menteri...Hidup Calon Presiden...!!!"
Teriak Jalih Pitoeng membuka orasinya dihadapan para mahasiswa, Senin (30/09/2019)

"Karena ditangan andalah negara ini akan kami wariskan. Maka untuk itu saya ingin menyampaikan rasa bangga pada kalian semua. Karena kalian masih punya kepekaan dan kepedulian sosial terhadap perkembangan bangsa dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan demi rakyat" sambung Jalih Pitoeng

Ketua Umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia) itu juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesadaran politik kepada para mahasiswa, rakyat dan pelajar yang telah secara ekspansif turun kejalan diberbagai daerah terutama Jakarta yang terus bergulir dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan demi rakyat.

Beberapa Kelompok Dan Elemen Mahasiswa Tertib Mengikuti Jalannya Aksi Di DPR MPR

"Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah SWT atas karunia yang telah diberikan pada kita semua. Bahwa upaya yang kami lakukan sebagai karpet merah bagi para demonstran melalui GERAKAN 30 AGUSTUS yang telah kita mulai dari sini (Gedung DPR MPR). Untuk itu saya Bang Jalih Pitoeng meminta agar tidak berhenti berjuang dan terus berjuang dalam menegakan kebenaran dan keadilan demi rakyat bangsa dan negara" urai Jalih Pitoeng dibawah terik matahari menjelang senja.


Dalam kesempatan itu pula, dirinya menyambut baik dan hangat pada pelajar SMA dan STM yang juga berbondong-bondong hadir yang kemudian dikawalnya menerobos ribuan massa aksi menuju mobil komando yang jauh terdengar.

"Wahai para sahabat-sahabat pembolos, saya bangga dengan anda semua. Karena kita adalah sama-sama pembolos juga. Ternyata para pembolos itu jauh lebih memiliki kepekaan terhadap perjuangan ini" disambut gemuruh hidup babeh...!!!

Namun sangat disayangkan, menjelang gelap penggagas sekaligus ketua umum DPR RI ini harus meneteskan air mata karena kecewa akibat aksi damai yang berjalan dengan sangat tertib dan kondusif harus dinodai dengan lepasan Gas Airmata dari pihak kepolisian.


"Sejujurnya saya sangat kecewa dengan tindakan pihak kepolisian yang dengan bombastis melepaskan Gas Airmata ditengah kerumunan para demonstran yang didominasi oleh mahasiswa yang terdiri dari beberapa aliansi. Mulai dari mahasiswa UI, BINUS, UIN, UNAS, UNINDRA, BUDI LUHUR, UT dll. Mereka itu kan anak-anak kita yang ingin mengungkapkan ekspresinya sekaligus menerapkan ilmu yang mereka pelajari dan fahami sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab selaku kaum milenial intelektual" ucap Jalih Pitoeng menyesalkan

"Harusnya mereka disambut baik. Ini kan merupakan sebab akibat. Karena para anggota dewan yang ada dianggap tidak aspiratif dan tidak artikulatif. Sehingga mereka, saya dan kita semua terpaksa harus hadir disini. Bayangkan jika mereka tidak memiliki kepekaan, rasa solidaritas dan nasionalisme yang kuat. Jadi apa bangsa ini. Hedonis, Individualis dan tidak punya rasa kepedulian sesama anak bangsa sebagaimana mereka juga belajar tentang pemahaman dan pengamalan Pancasila secara implementatif. Terlebih hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi bangsa ini tentang cerita kelam GERAKAN 30 S/PKI dimana Jenderal Soeharto berhasil menyelamatkan Pancasila stelah melakukan pemberantasan G 30 S/PKI pada tahun 1965" pungkas Jalih Pitoeng (BJP)


Komentar Anda

Terkini: