Terkuak Dalam Seminar, Rakyat Menolak Ibukota Dipindahkan

/ September 4, 2019 / 2:08 AM
Bagikan:
Fadli Zon : Saat Menyampaikan Pandangannya

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Wacana Pemerintah akan memindahkan ibukota kini menjadi perbincangan diberbagai media. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon masih mengkritisi rencana pindah ibu kota yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dirinya bahkan membuat acara khusus membahas rencana tersebut.

Fadli Zon bersama dengan Indonesia Resources Studies (IRESS) menggelar seminar yang bertajuk Menyoal Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara.

"Saya masih anggap ini sebuah wacana ketimbang rencana. Karena kalau rencana sudah ada timing jelas hitung-hitungan yang jelas. Tapi yang terjadi sekarang lebih wacana yang dilontarkan oleh presiden untuk pindahkan ibu kota," kata politisi partai Gerindra di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (03/09/2019).


Fadli menambahkan, yang akan merasakan dampak dari rencana pemindahan ibu kota negara adalah rakyat. Oleh karena itu dirinya menggelar seminar untuk mengumpulkan aspirasi rakyat.

"Ada nggak partisipasi publik untuk didengarkan aspirasi publik. Jangan sampai dirampas oleh keinginan presiden. Apakah keinginan presiden itu mencerminkan keinginan masyarakat. Jangan sampai itu keinginan dirinya (Presiden) sendiri bukan keinginan rakyat," tambahnya.


Tak hanya itu, dalam sambutannya Fadli juga menyoal terkait belum adanya tindakan serius dari pemerintah. Itulah alasannya dia lebih menyebut rencana ini masih berupa wacana.

"Hingga saat ini belum ada dokumen legal dan konstitusional yang disampaikan pemerintah," tutupnya.

Ketua Umum DPR RI : Jalih Pitoeng Saat Menghadiri Seminar Pemindahan Ibukota

Ditemui usai acara seminar tentang pemindahan ibukota, Bang Jalih Pitoeng mengatakan jauh lebih ekstrim.

"Mestinya dikaji dulu, kemudian dilakukan public hearing baru direncanakan dengan matang. Mau pindahin ibukota koq kayak mau pindah rumah" kata Jalih Pitoeng

"Saya juga pengusaha property kelas teri. Sedikit agak faham lah tentang rencana pembangunan atau rencana membangun kawasan" sambung Jalih Pitoeng

Tak jauh berbeda dengan yang dikatakan Jalih Pitoeng, Damar selaku Wakil Sekretaris Jenderal  Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia (DPR RI) ini juga menyampaikan hal yang sama.

"Untuk membangun sebuah kawasan itu kan butuh kajian-kajian serta meminta pendapat masyarakat. Dalam hal ini rakyat. Apakah rakyat sudah menyetujuinya" Damar balik bertanya.

Jalih Pitoeng & M. Damar

Penggagas sekaligus ketua Umum DPR RI ini bersikeras agar pemerintah menunda pemindahahan ibukota dikarenakan masih banyak permasalahan bangsa ketimbang pemindahan ibukota ditengah kehidupan sulit dan kepercayaan rakyat rapuh serta hutang sangat besar.

"Saya dan kami dari DPR RI tidak menolak sebagaimana saya sampaikan saat membacakan 5 tuntutan kami pada aksi GERAKAN 30 AGUSTUS kemarin di depan sana (Red-Halaman DPR MPR). Akan tetapi ditunda sampai beberapa persoalan bangsa ini diselesaikan. Misalnya tentang RESIDU PEMILU, Papua serta banyak persoalan bangsa yang jauh lebih penting. Apalagi ini kan bukan sekedar memindahkan gedung. Tapi memindahkan masyarakat" pinta Jalih

"Atau jangan-jangan saya menduga ada sesuatu yang tersembunyi dibalik semua itu. Karena secara rasional, pemindahan ibukota saat ini tidak rasional" pungkasnya. (BJP)
Komentar Anda

Terkini: