Jalih Pitoeng : Dukungan Keluarga, Ulama, Rakyat dan Umat adalah modal yang tak ternilai dalam Perjuangan Rakyat

/ February 29, 2020 / 11:19 AM
Bagikan:
Aktivis Betawi Bang Jalih Pitoeng (BJP)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Suasana haru dalam gelaran sidang ketiga dengan agenda Pembacaan Tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap Eksepsi Jalih Pitoeng dkk tergambar dengan hadirnya salah satu puteri Jalih Pitoeng. Kehadiran Rahmawati Jalih dalam persidangan tersebut membawa semangat baru bagi aktivis betawi yang dikenal lantang dalam menyuarakan kebenaran.

Saat ditemui disela-sela persidangan, Jalih Pitoeng menyatakan rasa syukur dan bangganya terhadap anak-anak nya yang tegar menghadapi perkara yang menyelimutinya saat ini.

"Papah tetap semangat ya...!!! Aku bangga sama papah. Aku ada hadiah buat papah. Anakmu ini Cumlaude pah" kata Rahmawati sambil memeluk ayahnya diiringi linangan airmata haru.

Jalih Pitoeng pun memeluk erat puteri ketiganya yang saat ini sedang menunggu wisuda di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

"Saya bersyukur dan bangga terhadap anak-anak dan istri tercinta yang memberi semangat pada papah nya. Bahkan mereka lebih semangat belajar. Mereka bangga atas apa yang dilakukan oleh ayahnya. Terlepas itu dari sudut pandang yang berbeda oleh pemerintah dan penguasa saat ini. Soal tuduhan terhadap diri saya dalam perkara ini, toh semua sedang kita examinasi melalui proses peradilan ini" kata Jalih Pitoeng

"Semoga sikap yang diambil oleh anak-anak dan keluarga saya menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa sebagai generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa ini kedepan" sambung Jalih Pitoeng

"Sebagai anak bangsa penerus kami-kami, mereka harus diberikan bekal untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran dan keadilan sebagai bagian yang terpenting dalam pengelolaan negara Indonesia tercinta yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila yang hakiki" kata Jalih Pitoeng menambahkan penuh harap.

Ditanya tentang kesiapan dirinya atas perkara ini, Jalih Pitoeng menjawab dengan senyuman.

"Insya Allah secara mentalitas saya sudah sangat siap. Apapun keputusan majlis hakim saya tidak mau berspekulasi soal perkara ini. Karena semua ini masih berproses. Satu hal penting yang perlu digaris bawahi adalah majlis hakim tidak akan pernah menghukum orang yang tidak dilakukan oleh terdakwa" tegas Jalih Pitoeng.

"Kita mengenal hukum Causalitas. Hukum sebab akibat. Dalam pandangan saya, ini kan sebuah rangkaian pristiwa politis yang didorong menjadi pristiwa yuridis. Mohon maaf jika pendapat saya ini salah dan keliru atau berbeda dengan yang lain" terang Jalih Pitoeng seraya mengangkat dan merapatkan kedua telapak tangannya sebagai tanda maaf.

"Sering saya sampaikan pada rekan-rekan dalam barisan perjuangan bahwa apa yang saya pikirkan, saya ucapkan dan saya lakukan akan saya pertanggung jawabkan. Dan majlis hakim selaku wakil Tuhan dimuka bumi tentunya akan memutus suatu perkara dengan seadil-adilnya" pungkas Jalih Pitoeng seraya menutup kalimatnya nan penuh semangat. (SB)
Komentar Anda

Terkini: