Brivan Esa Putra Saksi Pelapor Nyaris Gagap Dicecar Pertanyaan dari Penasehat Hukum Terdakwa

/ March 20, 2020 / 11:32 AM
Bagikan:
Brivan Esa Putra (Saksi Pelapor) dan Abdul Basith (Terdakwa)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Agenda yang ditunggu-tunggu dalam perkara dugaan perencana kerusuhan menghadapi pelantikan presiden yang ramai diberitakan diberbagai media yaitu keterangan saksi dalam hal ini saksi pelapor dari pihak kepolisian, akhirnya mulai terkuak, Jum'at (20/03/2020)

Sidang yang dilakukan dalam dua sesi siang tadi digelar di pengadilan negeri Tangerang dengan meminta keterangan saksi pelapor atas tiga perkara. Baik perkara nomor 252 dengan terdakwa tunggal Laksamana Pertama (Purn) Drs. Sony Santoso, SH., MH dan perkara 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk serta perkara bernomor 254 yang menjerat terdakwa Dr. Ir. Abdul Basit, M.Sc dan Laode CS.

Sidang keenam ini lebih terfokus pada pristiwa penangkapan terhadap dua terdakwa yaitu Dr. Abdul Basit dan Laode Sugiono.

Abdullah Alkatiri, SH., MH salah satu dari penasehat hukum terdakwa terus mencecar tentang turunan pelimpahan berkas perkara termasuk surat penangkapan yang sejak awal sudah berulang kali diminta kepada jaksa penuntut umum melalui majlis hakim.

Alkatiri juga menanyakan tentang prosedur penangkapan serta dua alat bukti permulaan yang dijadikan bahan pelaporan oleh saudara Brivan Esa Putra sebagai anggota kepolisian yang melaporkan Abdul Basith dan Laode Sugiono pada tanggal 28 September 2019.

Laode Nadih, Laode Sugiono, Laode Samiun, M. Damar, Yudha, SH, Januar Akbar, dan Laode Jaflan Ra'ali, Dr. Sofyan Kasim, SH., MH

Dalam keterangannya, Brivan sering kali mengatakan tidak ingat atau lupa saat dicecar pertanyaan-pertanyaan dari beberapa pengacara dari masing-masing perkara dan terdakwa.

Selain Alkatiri, Pitra Romadoni Nasution, Dedi Suhardadi, Gufron dan Sofyan Kasim juga mencecar saksi pelapor pada sidang tersebut.

Sidang yang dilangsungkan sejak pukul 10.00 WIB itupun berjalan sangat serius dan menjadi perhatian banyak pengunjung dan awak media karena banyak pertanyaan yang dijawab dengan tidak memuaskan bagi para penasehat hukum terdakwa.

Memasuki waktu sholat Jum'at sidangpun diskor oleh ketua majlis hakim dan akan dilanjutkan usai sholat Jum'at. Sementara para terdakwa dipulangkan ke Lapas Pemuda untuk menunaikan ibadah sholat Jum'at. (SB)
Komentar Anda

Terkini: