Eggi Sudjana : Introspeksi Menghadapi Makhluk Pembawa Mati

/ March 27, 2020 / 7:07 AM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Sc (Foto/Istimewa)

Kajian Jum'at (JIMAT)
Bersama : Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Sc

Introspeksi Diri Menghadapi Makhluk Pembawa Mati

Sebelumnya saya mohon maaf karena saya hanya mengingat kan dan bukan mengajari apa lagi mendakwah kan, sekali lagi maaf...!!!

Makhluk ini belum terlihat. Tapi dampaknya begitu dahsyat. Ekonomi hancur, aktivitas terhenti, industripun mati. Seluruh keramain, kepadatan, kemacetan telah berubah menjadi kota mati.

Ribuan nyawa bergelimpangan dimana-mana. Tak mengenal ras, suku, golongan dan batas negara, agama bahkan yang tak beragama mati tiba-tiba karena cengkraman makhluk yang begitu mendunia.

Dari semua pristiwa itu menunjukan bahwa Tuhan telah mengajarkan kita melalui Virus Corona. Corona kini telah membuat :
Vatikan sepi.
Yerusalem sunyi.
Tembok Ratapan dipagari.
Paskah tak pasti.
Ka'bah ditutup, tidak ada umroh mungkin pula Haji nantinya.
Shalat Jum'at dirumahkan.
Shalat Tarawih Ramadhan mungkin juga bakal sepi.

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan bahwa ritual itu rapuh tak berdaya !
Bahwa sepertinya "hura-hura" atas nama Tuhan itu semu dan hambar jadinya .
Bahwa simbol dan upacara itu banyak yang hanya menjadi topeng, kamuflase dan komoditi dagangan saja dan kepentingan dunia saja .

Ketika Virus Corona datang, engkau dan kita dipaksa atau terkondisikan mencari Tuhan.
Bukan di Basilika Santo Petrus.
Bukan di Ka'bah.
Bukan di dalam gereja.
Bukan di masjid.
Bukan di mimbar khotbah.
Bukan di majelis taklim.
Bukan dalam misa Minggu.
Bukan dalam sholat Jum'at dan lain-lain.

Melainkan, pada TAFAKUR kesendirianmu.
Pada mulutmu yang terkunci, LOCKDOWN / KARANTINA diri.
Pada hakikatnya situasi yang senyap juga pada keheningan yang bermakna.

Virus Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian.
Tuhan itu bukan (melulu) pada ritual.
Tuhan itu ada pada jalan keputus-asaanmu dengan dunia yang berpenyakit ini , walaupun kita TDK boleh putus asa dari Rahmat ALLAH .

Virus Corona hikmah nya suatu jalan untuk sampai pada kesadaran diri kita manusia nothig, militer dan senjata canggih yang dipunyai negara adidaya sekalipun tak mampu hadapi virus corona. Ini baru satu jenis makhluk Allah SWT. Bagaimana bila nanti hari kiamat tiba...???
Sisi lain suatu peristiwa menakjubkan untuk tunduk patuh dan menyerah pada ALLAH, MENTAUHIDKAN NYA dan atau memurnikan agama, bahwa tak ada yang boleh tersisa.
Kecuali Tuhan itu sendiri!
Tidak ada lagi indoktrinasi yang menjajah nalar.
Tidak ada lagi sorak sorai memperdagangkan nama Tuhan.

Datangi, temui dan kenali DIA ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA  di dalam relung jiwa dan hati nurani Kita  sendiri.
Temukan DIA di saat yang teduh dimana engkau hanya sendiri bersama-NYA.

Sesungguhnya Kerajaan  ALLAH Tuhan Alam Semesta ada dalam dirimu. Qalbun mukmin baitullah. Hati orang yang beriman adalah rumah Tuhan.

Biarlah hanya Tuhan yang ada. Biarlah hanya nuranimu yang bicara.
Biarlah para pedagang, makelar, politikus dan para penjual agama disadarkan oleh Tuhan melalui kejadian ini.
Semoga kita bisa belajar dan mengambil hikmah dari kejadian ini.
Salam Ta'ziem,

Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Sc
Komentar Anda

Terkini: