Eksepsi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar Ditolak Majlis Hakim, Eggi Sudjana Ungkapkan Keperihatinannya

/ March 16, 2020 / 8:20 PM
Bagikan:
Januar Akbar, Eggi Sudjana & Jalih Pitoeng

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Merebaknya berita di media sosial perihal ditolaknya Eksepsi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar rupanya menarik perhatian pengacara kondang dan aktivis senior Eggi Sudjana.

Sebagai salah satu tokoh nasional yang sangat peduli terhadap perjuangan rakyat Eggi Sudjana mengungkapkan keperihatinannya atas ditangkapnya aktivis betawi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar.

Ditemui di ruang kerjanya di bilangan Tanah Abang III Jakarta Pusat, pengacara kondang yang juga sebagai ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menyampaikan "Saya secara pribadi sangat prihatin mendengar informasi bahwa eksepsi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar ditolak oleh majlis hakim" ungkap Eggi Sudjana seraya menarik bolpoint dimeja kerjanya, Selasa (17/03/2020)

Eksepsi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar ditolak oleh majlis hakim atas perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (12/03/2020)

Jenderal (Purn) Djoko Santoso, Jalih Pitoeng, Eggi Sudjana

Eggi juga menuturkan tentang aktivitasnya bersama-sama dengan Jalih Pitoeng saat masih belum ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya. Keduanya pernah sama-sama ditahan di Polda Metro Jaya dengan tuduhan akan melakukan makar.

"Jalih itu orang baik, konsisten dan konsekwen terhadap apa yang dia katakan dan dia lalukan. Disamping itu dia juga orang yang tegar dan berani dalam memperjuangkan kebenaran atas nama keadilan" kenang Eggi

"Saya kenal Jalih sejak belasan tahun yang lalu. Dia memang orang yang baik. Apalagi menjelang kampanye dan pilpres kemarin. Dia dan Akbar hampir selalu bersama-sama dengan saya dan kebetulan Jalih adalah sekretaris jenderal saya pada Relawan Nasional Prabowo Sandi (RN PAS) yang kita dirikan bersama-sama dengan mereka kala itu" sambung Eggi Sudjana mengenang perjuangannya

Eggi juga menceritakan tentang keberanian dan kegilaan sosok aktivis betawi yang dikenal lantang dan kerap mengikuti jejaknya dalam hal menyuarakan kebenaran demi kepentingan rakyat.

Rangkaian Aksi Damai Tolak Dugaan Pemilu Curang di BAWASLU


"Selain lantang dan berani, Jalih juga tergolong gila dalam mendampingi saya. Dia pernah membuat surat pernyataan sebagai tahanan pengganti saat saya akan ditahan di Polda Metro Jaya malam itu. Tapi hukum kita tidak mengenal istilah itu" kata Eggi mengenang malam yang kelam saat itu

Didesak kenapa Jalih Pitoeng melakukan itu, sosok pengacara kondang dan aktivis senior yang menjadi soko guru bagi Jalih Pitoeng ini spontan menjawab.

Foto : Istimewa

"Abang lebih dibutuhkan oleh rakyat. Jadi biar saya aja yang ditahan disini" jawab Eggi mengenang permintaan Jalih Pitoeng tengah malam itu

Ditanya apakah Eggi Sudjana telah mengunjungi Jalih Pitoeng dan Januar Akbar, Eggi pun menyayangkan hal itu.

"Dia tidak mau dibesuk oleh bang Eggi. Karena kata bang Jalih kasus mereka belum jelas. Doakan saja agar cepat dibebaskan" jawab Eggi menirukan ucapan sesorang yang diutusnya ke Polda Metro Jaya

Rangkaian Agenda Aksi Damai dan Konstitusional

"Dan saat ini saya dengar mereka sudah ditahan di Lapas (Red-Lembaga Pemasyarakatan) Pemuda Kota Tangerang. Insya Allah saya akan membesuknya nanti" lanjut Eggi Sudjana

"Sejujurnya saya bersyukur dan bangga karena masih ada orang-orang yang peduli terhadap perjalanan bangsa ini seperti Jalih Pitoeng dalam memperjuangkan kebenaran demi rakyat" guman Eggi

Sejak pra kampanye, kampanye, pilpres, pasca pilpres hingga memimpin aksi-aksi damai dalam menuntut keadilan demi ditegakannya hukum dan HAM, dia tergolong yang gigih dan tidak mengenal lelah apalagi menyerah.

Jalih Pitoeng Bersama Ribuan Mahasiswa pada aksi damai di DPR MPR

"Apalagi pasca saya ditahan di Polda Metro Jaya. Dia tetap istiqomah dan bahkan tambah lantang berani melanjutkan apa yang sudah saya tularkan padanya. Namun sangat disayangkan entah kenapa kini dia ditangkap dan ditahan" tanya Eggi menyangkan

"Semoga Jalih Pitoeng dan Akbar dimudahkan segala proses persidangan mereka dan segera dibebaskan. Kita sangat merindukannya" pungkas Eggi seraya menggenggam telepon seluler pertanda akan meninggalkan ruang kerjanya. (SB)
Komentar Anda

Terkini: