Jalih Pitoeng : Kita Harus Siap Menghadapi Dua Kemungkinan Dalam Putusan Sela

/ March 4, 2020 / 9:32 PM
Bagikan:
Suasana Sidang di Pengadilan Negeri Tangerang

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Aktivis Betawi Jalih Pitoeng sudah siapkan mental guna menghadapi dua kemungkinan menjelang putusan sela yang akan dibacakan pada sidang keempat yang akan digelar pada hari Jum'at 6 Februari 2020 yang akan datang.

Jalih Pitoeng yang terseret dalam pusaran perkara nomor 253 di Pengadilan Negeri Tangerang sudah siapkan mentalitas dalam menghadapi putusan sela tersebut.

Ditemui saat kunjungan dirinya mengatakan "Insya Allah saya sudah siap menghadapinya dengan dua kemungkinan" ungkap Jalih Pitoeng, Rabu, (04/03/2020)

"Baik eksepsi kami diterima maupun jika ditolak oleh majlis hakim. Karena itu adalah kewenangan majlis hakim" sambung Jalih Pitoeng

Ditanya tentang kesehatannya, dirinya menjawab "Alhamdulillah saya dan yang lainnya sehat-sehat semua" tegas Jalih Pitoeng

Jalih Pitoeng juga menceritakan tentang kondisi dan kegiatannya didalam Lapas Pemuda Kelas II A Tangerang.

"Alhamdulillah disini kami diterima dan dilayani dengan baik secara profesional. Kami senantiasa menjalankan sholat berjamaah di masjid At-Taubah yang dibangun untuk kepentingan ibadah disini" kata Jalih Pitoeng menerangkan

Ditanya bagaimana dengan menu dan makanan yang diterima selama masa penahanannya, aktivis betawi ini hanya tersenyum simpul.

"Soal menu yang diberikan pada kami sebagai tahanan, menurut saya cukup lumayan dan bervariasi. Maklum lah namanya juga dipenjara. Tapi saya bersyukur bahkan bangga bisa makan bersama adik-adik kita yang kurang beruntung. Tapi mereka tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan tidak mementingkan kepentingan pribadi semata" terang Jalih Pitoeng

"Kebetulan saya dan Januar Akbar berada dalam satu sel dengan mereka. Terkadang Laksamana Pertama (purn) Drs. Soni Santoso, SH., MH yang tinggal di sel sebelah juga seneng ikut makan siang bersama kami. Dengan alasan merakyat menjadi nikmat. Kalau soal menu makanan pasti beda lah dengan menu makan di hotel kelas bintang lima tempat makan orang-orang berada" pungkas Jalih Pitoeng seraya tersenyum simpul. (SB)
Komentar Anda

Terkini: