Marah Konsentrasinya Terganggu, Jalih Pitoeng : Maafkan Saya Yang Mulia, Saya Hilaf

/ March 20, 2020 / 5:07 PM
Bagikan:
Jalih Pitoeng Memeluk Dr. H. Sofyan Kasim, SH.,MH

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Mendekati tujuh bulan lamanya ditunggu-tunggu oleh Jalih Pitoeng, moment penting tentang kesaksian dalam proses persidangan, hampir menimbulkan kesalah fahaman ditengah sengitnya pertanyaan para penasehat hukum terdakwa kepada saksi dari pihak kepolisian selaku saksi pelapor yang terjadi pada sesi pertama sidang yang digelar di pengadilan negeri Tangerang, Jum'at (20/03/2020)

Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng yang terseret-seret dalam perkara bernomor 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk, rupanya marah besar ketika ada yang menghambat konsentrasinya dalam memperhatikan kata demi kata yang sedang didengar dari para penasehat hukum terdakwa kepada saksi pelapor.

Suasana Persidangan Keterangan Saksi

"Kesaksian ini sangat penting sebagai sebuah fakta persidangan. Sehingga kita harus fokus mendengarkan dan memperhatikan proses persidangan yang sedang berjalan" kata Jalih usai dilerai oleh pengacara dan beberapa peserta sidang, Jum'at (20/03/2020)

"Nasib dan masa depan para terdakwa sangat ditentukan dalam fakta persidangan ini. Jadi marilah kita menghargai pentingnya arti persidangan ini. Jangan berisik dan jangan mengganggu konsentrasi"  sambungnya menegaskan

Menurutnya, walaupun dirinya diseret-seret dalam perkara yang tidak dia mengerti, dirinya sudah berusaha banyak mengalah dan mematuhi seluruh aturan dan ketentuan sejak masih ditahan di Polda Metro Jaya. Sehingga dirinya marah sekali ketika ada pihak yang mengganggu konsentrasinya.

Okto Siswantoro Bersama Para Terdakwa 

Masih menurutnya, sudah berulang kali diperingatkan. Sehingga memancing emosinya yang saat itu matanya serius tertuju kepada pengacara dan saksi ditengah ketegangan dimana jawaban saksi banyak yang lupa dan tidak tahu.

Namun demikian, sosok yang berusaha menahan diri inipun dengan kesatria meminta maaf dihadapan majlis persidangan atas kehilafannya. Dan sidangpun dilanjutkan sebagaimana mestinya.

"Mohon maaf yang mulia, saya hilaf. Karena kesaksian ini sangat penting sehinga kita harus hargai" kata Jalih seraya menundukan kepala

Ketua majlis hakim H. Soecipto, SH.,MH rupanya dapat memaklumi walau mungkin sedikit kecewa.

"Mohon sabar ya pak Pitoeng" sela ketua majlis hakim

Kemudian suasana cair kembali dan ketua majlis hakim pun mengetuk palu pertanda sidang dilanjutkan kembali.

Pitra Romadoni Nasution, SH., MH selaku penasehat hukumnya melanjutkan pertanyaan kepada Brivan Esa Putra selaku saksi pelapor dari pihak kepolisian.

"Saudara saksi. Apakah saudara mengenal klien kami Ir. Mulyono, Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng dan Januar Akbar" tanya Pitra

"Tidak" jawab Brivan singkat

"Saudara saksi. Ini saya tunjukan bukti laporan saudara. Bagaimana mungkin saudara melaporkan orang yang saudara sendiri tidak kenal" desak Pitra seraya menunjukan bukti laporan polisi

"Yang saya buat laporan itu Laode Sugiono dan Abdul Basit" jawab saksi pelapor

"Saudara saksi. Apakah saudara tahu klien kami bersalah atau tidak sehingga saudara saksi melaporkannya" desak Pitra kembali

"Tidak" jawab saksi singkat.

"Baik. Terimakasih yang mulia" kata Pitra seraya menyerahkan kembali kepada ketua majlis hakim selaku pimpinan sidang

Sidang keenam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dalam hal ini saksi pelapor dari pihak kepolisian diskor oleh majlis hakim mengingat akan memasuki waktu persiapan sholat Jum'at. (SB)
Komentar Anda

Terkini: