Menyikapi Kontroversi di Masyarakat, Eggi Sudjana : Takutlah Hanya Kepada Allah

/ March 19, 2020 / 3:51 PM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Sc

SUARABERKARYA.COM, BOGOR - Ditengah merebaknya wabah virus corona yang melanda dunia hingga ke Indonesia, banyak pendapat-pendapat dari para ahli hadist yang menuai perdebatan.

Pembahasan tentang virus corona dan hadist serta Al-Qur'an terkait sikap umat islam, Eggi Sudjana mencoba mendiskusikan fenomena tersebut berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist di Masjid Al-Hikmah yang berada di Villa Indah Pajajaran Bogor dimana pengacara kondang ini berkediaman, Rabu (18/03/2020)


Dalam diskusi tersebut Eggi Sudjana berusaha menjawab dan menjelaskan atas beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa jamaah Masjid Al-Hikmah Villa Indah Pajajaran.

"Kiranya saya juga harus menjawab dengan penjelasan yang relatif detil" jawab Eggi Sudjana selaku ketua Dewan Penasehat DKM Al-Hikmah

"Tapi mohon maaf jangan dianggap sok ngajari" lanjut Eggi Sudjana

Eggi Sudjana selaku ketua Dewan Penasehat DKM Al-Hikmah ini juga menguraikan beberapa prinsip ketaatan kita kepada Allah SWT.

Prinsip utama dalam Ajaran Islam adalah :
Pertama :
Mengutamakan ketaatan kita kepada Allah SWT. Tentu dengan pendekatan proses berpikir yang OST  (Obyektif, Sistematis dan Toleran). ( Q.S. 17 ayat 36 )

Kedua  :
Pokok Masalah yg dihadapi nya apa dan bagaimana. Jika dalam hal ini Virus Corona, maka subtansinya adalah virus tersebut merupakan ciptaan Allah. Tentu DIA berkuasa penuh atas segala ciptaanNYA. Kemudian persepsi kita bagaimana dalam memandang virus corona tersebut.

Dalam persepsi ajaran Islam itu adalah wabah penyakit yg Allah datangkan sebagai musibah bagi kita semua di dunia ini (Q.S. 64 ayat 11 Jo ayat 16). Maka dengan persepsi tersebut kita diminta tetap bertaqwa MAKA DGN sesuai dengan kesanggupan kita. Disiso lain Allah SWT ingatkan kita bahwa musibah/cobaan hidup apapun itu manusia sanggup mengatasinya karena Allah SWT tidak akan membebani musibah atau cobaan itu pada setiap orang dimana orang tersebut tidak sanggup menerima beban itu walaupun berat dan bahaya sekalipun seperti perang yang sudah jelas ada tembak menembak bahkan menggunakan Nuklir sekarang ini tapi itu tidak boleh membuat kita takut dan kemudian tidak berani atau perasaan tidak senang atau tidak enak lalu membuat kita tidak berperang di jalan Allah SWT tersebut ( Q.S. ke 2  ayat 214, 216 dan 284 sampai dengan ayat 286) dan ditutup dengan  do'anya yang serius padaNya). Oleh karena itu tidak ada alasan objektif lagi untuk menghindar dari musibah/cobaan tersebut.

Ketiga :
Prinsip utama dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah, umroh dan haji itu menjadi wajib bagi yang mampu. Bahkan perang saja yang sudah jelas resikonya mati kita tidak boleh tinggalkan sholat, umroh dan haji nya. Apalagi in ini baru lawan corona. Karena virus corona saja dilarang sholat berjamaah, umroh dan haji dengan istilah SHOLAT JAMAA H,UMROH dan HAJI dengan istilah atau dalih SOCIAL DISTANCE.

Padahal salah satu pokok/esensi ajaran islam kita tidak boleh membuat jarak sesama umat islam dengan sesama berjabat tangan saat jumpa sesama mahromnya bahkan ada yang peluk cium silaturahim dengan penuh kasih sayang. Kini disikat habis hanya denga issue virus corona.

Disisi lain umat beragama yang lain kita belum dengar di Indonesia untuk dihimbau jangan ke Gereja Sinagog, DI INDONESIA UNTUK DI Pure dan lain sebagainya tempat ibadah mereka bahkan tinggkat dunia belum dengar saya ada larangan ke Jerusalem, Nazaret, Dinding Ratapan di Israel sana untuk kaum Nasrani dan Yahudi.

Dimana letak keadilannya. Kenapa umat islam saja yg diserang dengan larangan tersebut. Itupun sudah ditegaskan oleh Allah SWT. Jika diserang harus lawan serang lagi yang seimbang dengan penyerangan mereka (Q.S. 2 ayat 194).

Jadi secara subyektif jika kita tidak mampu , lemah dan takut nya pada selain ALLAH maka jangan lah berlindung dibalik Hadist yang lemah itu atau hadist yg di Cocok-cocokan dengan kepentingannya,  perbuatan Kaum Munafik  yang mempunyai sifat dasarnya pendusta, suka bersumpah palsu, sombong, kikir, ingkar janji dan tidak amanah (Q.S. 63 Ayat 5 , 6 , 7  8).

Subtansinya orang Munafik itu sejalan bahkan jadi teman setia diantara mereka dan saling bantu dengan orang-orang Kafir ( Q.S. 5 ayat 51, 52, 53 dan ayat 54) mereka itulah sesungguhnya orang-orang Murtad) Mereka yang kafir dan munafik tersebut harusnya diperangi (Q.S. Surat ke 66 ayat 9) bukan di jadikan teman apa lagi ditambah setia.

Keempat :
Fokus masalah menghadapi virus corona, agar pemerintah dalam hal ini MUI tidak boleh mengambil keputusan yang tidak memiliki dasar yang kuat terhadap Al-Qur'an. (Q.S. surat ke 4 ayat 59 Jo .Q.S. Ke 9 ayat 18 Jo Surat ke 2 ayat 113, 114 ,115 , 116 , 117 ,118 , 119 , 120 , 121,122,123,124 ,125 dan 126).

Dan ini mohon jadi perhatian. Karena itu GARANSI dari Allah dan do'a nya nabi Ibrahim yang terkabulkan sampai detik kemarin sebelum dilarangnya umroh dan shalat berjamaah di Masjidil Haram MROH dan dan Masjid Nabawi yaitu Ka'bah adalah tempat yang aman untuk berkumpul dan shalat juga tawaf serta do'anya nabi Ibrahim tentang kota Mekkah yang aman, berkah, banyak buah-buahan untuk orang beriman

Jadi sudah amat jelas dengan penjelasan logika Al-Qur'a tersebut. Lalu untuk apa hadist dijadikan dalil " kata Eggi seakan bertanya.

"Dan yang terpenting adalah mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Jangan lah takut kepada selain Allah. Apalagi terhadap makhluk ciptaannya" pungkas Eggi mengakhiri kajian tersebut. (SB)
Komentar Anda

Terkini: