Pitra Romadoni Nasution Minta Jaksa Hadirkan Semua Saksi Dari Kepolisian

/ March 27, 2020 / 5:25 AM
Bagikan:
Pitra Romadoni Nasution, SH., MH

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Ditengah ramainya wabah corona, pengadilan negeri kota Tangerang tetap menggelar persidangan. Dapat dipastikan akan bertambah seru sidang ke 7 dari perkara yang menyeret aktivis Jalih Pitoeng dibandingkan dengan sidang sebelumnya Jum'at 20 Maret minggu lalu.

Sidang kali ini akan melanjutkan agenda mendengarkan keterangan saksi pelapor dari pihak kepolisian dalam perkara ini yaitu Polda Metro Jaya.

Jika Jum'at lalu saksi pelapor Brivan Esa Putra yang telah kita ketahui banyak menjawab dengan kalimat "Saya tidak tahu"  sehingga mampu menggoda para pengunjung untuk berteriak "Huuuuuhhh", sidang kali ini tentunya akan lebih menarik dan seru.

Namun keseruan dan kericuhan kecil tentang marahnya pria kelahiran betawi Jalih Pitoeng dipersidangan yang lalu semoga tidak terulang kembali.

Jalih Pitoeng tebar senyum dan lambaikan tangan kepada para pendukung dan pengunjung sidang

Sebelumnya juga Jalih Pitoeng sempat menyampaikan pada awak media bahwa dirinya tahu batasan-batasan yang bisa mengganggu jalannya persidangan.

"Saya tahu koq ukuran apa yang saya lakukan. Tentunya saya tidak ingin mengganggu jalannya persidangan. Bahkan justru itu sebagai bukti bahwa saya sangat menghargai arti penting fakta persidangan" kata Jalih Pitoeng, Jum'at (20/03/2020)

Sidang pagi ini juga diharapkan agar pihak jaksa penuntut umum dapat menghadirkan semua saksi dari pihak kepolisian agar lebih efektif dan efisien sebagaimana yang disampaikan oleh Pitra selaku penasehat hukum Jalih Pitoeng.

"Mohon yang mulia majlis hakim.agar persidangan besok (Red-Jum'at 27 maret) semua saksi dari pihak kepolisian bisa dihadirkan agar lebih cepat dan terang benderang" kata Pitra, Jum'at (20/03/2020)

Pada sidang kemarin, Pitra juga sering kali bersitegang dan mendapatkan intrupsi dari jaksa penuntut umum. Namun hakim nampak adil dalam menjalankan fungsinya sebagai hakim.

"Anda jangan intrupsi-intrupsi terus. Ini adalah hak kami sebagai penasehat hukum untuk bicara dan bertanya pada saksi" kata Pitra tegas

"Iya. Anda dengarkan dulu" sela ketua majlis

"Lanjutkan saudara Nasution!" pinta majlis hakim

"Tadi saat anda bertanya pada saksi, kan kami tidak memotong pertanyaan saudara jaksa" sambung Pitra menjelaskan

Kejadian perbedatan tersebut dikarenakan keterangan saksi agak gagap dan menjawab dengan lamban terkesan berbelit-belit.

Banner Aksi Unjuk Rasa Damai, Jum'at 20 September 2019

Ada beberapa hal yang menarik dalam perkara tuduhan makar ini yaitu adalah ramainya berita tentang adanya rencana kerusuhan untuk menggagalkan pelantikan presiden kala itu, dimusnahkannya barang bukti pada perkara nomor 254 tentang bom rakitan atau bom ikan dan tak ada satupun yang meledak. Tapi media arus utama begitu dahsyat memberitakan tetutama pasca konferensi pers di Mapolda Metro Jaya 18 Oktober 2019 kala itu.

Termasuk diseret-seretnya aktivis yang dikenal gigih, lantang dan berani dalam memperjuangkan kebenaran Jalih Pitoeng kedalam pusaran deras perkara bom molotov yang menjerat Yudi Ferdian dkk.

Dua pendekatan tersebut menjadi menarik karena khalayak lebih banyak mengetahui bahwa Jalih Pitoeng adalah aktivis dan orator bukan pembuat atau perakit bom. Baik bom molotov yang saat ini juga disidangkan di Jakarta Pusat maupun bom ikan yang saat ini juga digelar di pengadilan negeri kota Tangerang.

Sehingga sampai saat ini rekan-rekan aktivis dan para relawan hingga emak-emak penasaran apa sesungguhnya yang dilakukan oleh Jalih Pitoeng sehingga bisa terseret-seret dalam perkara yang disidangkan di pengadilan Tangerang. Kita tunggu di fakta persidangan yang digelar hari ini Jum'at 27 Maret  2020. Semoga hukum tetap berpihak pada kebenaran! (SB)
Komentar Anda

Terkini: