Putusan Sela ditunda Majlis Hakim, Jalih Pitoeng Sambut Dengan Takbir

/ March 6, 2020 / 7:51 PM
Bagikan:
Jalih Pitoeng dan Laode Jaflan Ra'ali (Laode CS)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Persidangan keempat dengan agenda pembacaan putusan sela oleh majlis hakim atas perkara nomor 252 dengan terdakwa tunggal (Purn Laksamana Pertama) Drs. Sony Santoso, SH., MH, perkara nomor 253 Yudi Ferdian dkk yang menyeret Jalih Pitoeng serta perkara nomor 254 Terdakwa Dr. Ir. Abdul Basith, MSc dan Laode CS ditunda hingga Kamis tanggal 12 Maret 2020 yang akan datang.

Ketukan palu ketua majlis hakim tentang penundaan putusan sela tersebut disambut takbir oleh Jalih Pitoeng salah satu terdakwa yang terseret dalam perkara bernomor 253 diakhir ketukan palu persidangan yang hanya berlangsung kurang lebih 8 menit tersebut.

"Allahu Akbar...!!! Terimakasih yang mulia majlis hakim" kata Jalih Pitoeng

Nampak semangat dan sangat cerah Jalih Pitoeng karena dirinya sudah siap menerima keputusan terburuk sekalipun jika eksepsinya ditolak dan sidang terus dilanjutkan pada tahapan berikutnya.

Lagu Satu Nusa Menggema Diakhir Persidangan

Sebelumnya ketua majlis hakim juga meminta maaf kepada para keluarga terdakwa khususnya para ibu-ibu yang dengan setia selalu hadir dalam persidangan. Namun menurut ketua majlis hakim semoga penundaan tersebut membawa kebaikan bagi kita semua.

Jalih Pitoeng yang mendengar bahwa putusan sela tersebut ditunda menyambutnya dengan takbir.

Diiringi dengan menyanyi bersama lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" oleh seluruh terdakwa dan para penasehat hukum, Jalih Pitoeng menyampaikan dihadapan pengunjung dan awak media dengan nada religius dan penuh semangat.


"Semoga penundaan putusan sela ini merupakan sinyalemen yang baik dari majlis hakim selaku wakil Tuhan dimuka bumi untuk memutus perkara ini dengan seadil-adilnya" kata Jalih Pitoeng disambut takbir oleh para terdakwa.

"Karena jika hanya untuk menolak eksepsi dari penasehat hukum terdakwa, tentunya tidak terlalu sulit bagi majlis hakim sebagaimana yang sudah dilakukan oleh jaksa penuntut umum. Akan tetapi majlis hakim membutuhkan waktu yang lebih untuk mempertimbangkan dalam memutus perkara ini demi keadilan" pungkas Jalih Pitoeng

Senada dengan apa yang disampakan Jalih Pitoeng, Pitra Romadoni Nasution, SH., MH selaku penasehat hukumnya juga menyampaikan "Semoga penundaan ini membawa kebaikan buat kita" harap pitra singkat.

Dan sidang akan dilanjutkan pada Kamis 12 Maret 2020. Semoga penundaan ini membawa berkah demi keadilan dan kebaikan semua. (SB)
Komentar Anda

Terkini: