Seluruh Eksepsi ditolak, Jalih Pitoeng Teriak Angkat Bicara dihadapan Majlis Hakim

/ March 12, 2020 / 4:39 PM
Bagikan:
Ir. H. Mulyono Santoso, Jalih Pitoeng dan Yudha (Penasehat Hukum)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Putusan Sela yang sempat tertunda Jum'at lalu, akhirnya dibacakan oleh ketua Majlis Hakim H. Soecipto, SH., MH selaku pimpinan sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis, (12/03/2020).

Dalam putusannya majlis hakim menolak seluruh eksepsi yang disampaikan oleh hampir semua terdakwa melalui penasehat hukumnya. Yaitu eksepsi yang diajukan atas perkara nomor 252 dengan terdakwa tunggal Drs. Soni Santoso, SH., MH dan perkara nomor 253 dengan terdakwa Yudi Ferdian dkk serta perkara nomor 254 dengan terdakwa Dr. Ir. Abdul Basith, M.Sc dan Laode. CS.

Diakhir pembacaan putusan sela tersebut salah satu terdakwa yang terseret dalam perkara bernomor 253 Jalih Pitoeng, mengangkat tangannya sebagai tanda kecewa.

Jalih Pitoeng Melambaikan Tangan Seraya Mengucapkan Salam Saat Memasuki Ruang Sidang

"Ijin yang mulia, saya ingin menyampaikan sesuatu" kata Jalih Pitoeng Spontan seraya mengangkat tangannya.

Setelah ketua majlis hakim H. Soecipto, SH., MH yang memimpin persidangan mempersilahkan, aktivis yang dikenal sangat kritis dan lantang itupun melanjutkan pernyataannya.

"Sejujurnya saya sangat kecewa dengan ditolaknya eksepsi kami ini. Namun saya tetap menghormati dan menghargai keputusan ini. Untuk itu mari kita examinasi" sambung Jalih Pitoeng dengan penuh percaya diri dihadapan majlis hakim, Kamis, (12/03/2020)

"Dakwaan saya tidak jelas. Saya koq digabungkan dengan orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya serta diseret dalam perkara ini" ungkap Jalih Pitoeng menyesalkan.

Senada dengan Jalih Pitoeng, Januar Akbar pun membenarkan apa yang disampaikan oleh Jalih Pitoeng.

Ditemui usai persidangan Januar Akbar mengatakan "Apa yang disampaikan oleh Bang Jalih Pitoeng sudah benar. Karena saya juga tidak mengerti terhadap dakwaan yang ditujukan pada kami berdua" kata Akbar

"Yang saya kenal cuma Bang Jalih doang dalam perkara ini. Lalu kenapa kami digabungkan dalam perkara ini " sambung Akbar.

Jalih Pitoeng juga berharap agar proses pengujian perkara dalam persidangan lebih lanjut dapat dilaksanakan secara adil.

"Saya berharap agar kedepan majlis hakim lebih berlaku adil dalam memimpin persidangan serta memutus sebuah perkara" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)
Komentar Anda

Terkini: