Sidang Perkara Bom Molotov dan Bom Rakitan di Pengadilan Negeri Kota Tangerang Akhirnya di Tunda

/ March 27, 2020 / 12:34 PM
Bagikan:
H. Soecipto, SH., MH saat memimpin persidangan

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Hiruk pikuk informasi yang berkembang tadi pagi tentang penundaan sidang perkara dugaan bom molotov dan bom rakitan di pengadilan negeri kota Tangerang kini terjawab sudah.

Sidang ke tujuh dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pelapor lanjutan, akhirnya ditunda.

Ketua Majlis Hakim Soecipto, SH., MH yang memimpin sidang hari ini mengatakan bahwa sidang ditunda.

"Demi kenyamanan dan keamanan kita semua serta mematuhi anjuran pemerintah maka sidang kita tunda" kata Soecipto saat memimpin sidang pagi tadi, Jum'at (27/03/2020)

Dalam sidang yang tidak dihadiri oleh seluruh terdakwa dan para saksi sesuai yang telah diagendakan tersebut, diputuskan dilakukan penundaan hingga Jum'at 17 April 2020 yang akan datang.

Pitra Romadoni Nasution, SH., MH dan tim usai penundaan sidang di Pengadilan Negeri Kota Tangerang

Pitra Romadoni Nasution selaku penasehat hukum terdakwa Jalih Pitoeng, Ir. Mulyono dan Januar Akbar sempat memohon pada majlis hakim agar kliennya beserta kawan-kawan terdakwa lainnya untuk dipisahkan dari tahanan lainnya di Lapas Pemuda kota Tangerang.

"Yang mulia majlis hakim, kami mohon demi kesehatan dan keselamatan klien kami dari Covid 19 hendaknya dipisahkan dari para tahanan lainnya di Lapas Pemuda Tangerang" pinta pitra

"Kita semua harus mematuhi anjuran pemerintah untuk menunda persidangan. Mengenai usulan saudara Pitra, itu adalah kewenangan pihak kejaksaan dan Lapas" jawab ketua msjlis hakim

Sementara Thomas Purba, SH salah satu anggota tim pengacara dari Pitra Romadoni juga menyampaikan hal yang senada.

"Sidang ini ditunda karena berdasarkan anjuran pemerintah terkait efek Corona Virus yang saat ini sangat membahayakan" kata Thomas

Ditanya apakah penundaan ini karena belum adanya kesiapan saksi pelapor dalam hal ini pihak kepolisian, Thomas menjawab sepontan.

"Oh tidak tidak. Bukan. Bukan karena itu. Tapi ini soal kemanusiaan dan keselamatan kita semua. Kalau tentang kesiapan, kami sudah sangat siap. Makanya kami para penasehat hukum hadir. Terutama untuk kepentingan klien kami Jalih Pitoeng, Ir. Mulyono dan Januar Akbar" jawab  Thomas mengakhiri pembicaraan

Sidang ditutup dengan pembacaan do'a oleh Ustadz. H. Dedi Suhardadi, SH., MH selaku salah satu tim penasehat hukum perkara bernomor 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk. (SB)
Komentar Anda

Terkini: