Eggi Sudjana : Indentifikasi orang-orang Ikhlas, Sabar dan Bersyukur

/ April 14, 2020 / 3:15 PM
Bagikan:
DR. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si (Foto : CNN)

BES JISEL (Kajian Selasa - Tanggal 14 April 2020)

Oleh : DR. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

"Mengidentifikasi Orang - orang Ikhlas, Sabar, Taqwa, Istiqomah, Mujahid, dan orang-orang yang Hijrah Serta Bersyukur"

Bahwa untuk mengidentifikasi orang-orang tersebut kiranya perlu dipahami mulai dari orang-orang yang ikhlas, ikhlas secara umum diketahui orang disebut sebagai Kaum Mukhlisin, yaitu ikhlas tersebut adalah orang-orang yang dengan pemahaman, keyakinannya dan ketaatannya kepada rukun iman dan rukun islam berdasarkan murni, bersih, zero kepentingan, bebas dari segala intervensi dan merdeka, hanya tunduk dan patuh pada ALLAH SWT, dan rasulnya Muhammad SAW. Orang-orang ikhlas tersebut dapat diidentifikasi melalui 3 indikator, yaitu :

1. Mau dan rela diatur oleh hukum ALLAH swt dan mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

2. Siap berkorban menanggung resiko dalam menjalankan syariat Islam.

3. Istiqomah atau teguh pendiriannya dalam ketundukpatuhannya kepada ALLAH SWT dan Rasulnya Muhammad SAW.

Bahwa perlu diperjelas siapa contoh teladan orang yang dinyatakan ikhlas oleh ALLAH SWT? Menurut surat 4.An-Nisā : 125

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-(Nya)".

Bagi orang-orang yang beriman atau kaum muslimin dan muslimat bila disebut nama Nabi Ibrahim tentulah sudah paham, begitu juga kaum yahudi dan nasrani, mereka menyebutnya Abraham. Kita juga tahu salah satu Presiden Amerika Serikat yang legendaris adalah Abraham Lincoln.

Berdasarkan Alquran Nabi Ibrahim dijadikan salah satu nama surat, yaitu surat ke 14 yang terdiri dari 52 ayat. Dalam surat Ibrahim itu, ayat satu sampai dengan sepuluh menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa :

1. Kitab Alquran ini adalah amanat kepada Rasulullah Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Yang intinya perpindahan dari suasana kegelapan kepada suasana terang benderang menuju jalan yang lurus.

2. Celaka lah bagi orang-orang yang ingkar atau tidak Ikhlas menerima dan mengakui absolute (mutlak), distinct (berbeda, tidak menyerupai apapun), dan unique (esa) mengenai diri ALLAH SWT. Ada dalam surat 112.Al-Ikhlas: 1-4. Orang-orang yang celaka itu akan mendapatkan siksa yang sangat pedih dari ALLAH SWT.

3. diidentifikasi lebih jauh siapakah orang-orang yang celaka itu di ayat ke 3 nya, yaitu orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Kemudian orang-orang celaka itu menghalangi manusia dari jalan ALLAH SWT. Orang celaka itu juga pasti berada dalan kesesatan yang nyata.

4. Setiap rasul yang diutus oleh ALLAH SWT dalam membawa pesan moralnya disesuaikan dengan bahasa kaumnya agar dapat dimengerti dan tidak terjadi miss-communication.

5. Dalam ayat yang ke 5 ini, perintah ALLAH swt kepada Nabi Musa as, sama dengan perintah ALLAH SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu "keluarkanlah kaum mu dari kegelapan kepada cahaya terang benderang".

Sangat jelas terlihat konsistensi dan sistematisnya hadirnya setiap rasul tersebut merupakan suatu pencerahan/enlightening dengan membawa kebenaran yang berasal dari ALLAH SWT. (Q.S 7.Al-Araf: 157,158,159). Pada dasarnya Rasulullah tersebut masing-masing membawa kitab sucinya, yaitu Nabi Daud dengan Zaburnya (Q.S 4.An-Nisā: 143, 5.Al-Maidah: 78, 6.Al-An'am: 84,17.Al-Isra: 55, 21.Al-Anbiyya: 78-79, 27.Al-Naml: 15-16, 34.Saba': 10&13, 38.Sād: 17, 21-26 & 30), Nabi Musa dengan Tauratnya (Q.S 7.Al-Araf: 150-159), Nabi Isa dengan Injilnya (Q.S 3. Āli 'Imrān: 46-47,65-66,68,77,110. 4.An-Nisā : 171-173, 5.Al-Maidah: 72-73, 110, 116-117. 9.At-Taubah: 111. 48.Al-Fath : 29. 57.Al-Hadid : 27), baru dengan lengkap Nabi Muhammad SAW dengan Alquran nya (Q.S 4.An-Nisā : 163-166, 170 & 174-175).

Bahwa rangkuman sejarah yang ada dalam peristiwa - peristiwa nya tersebut dari para rasul secara konsisten dan sistematis semua kitab suci tersebut diturunkan/diajarkan oleh ALLAH SWR berdasarkan ilmunya (Q.S 4.An-Nisā : 166).

Penjelasan ilmunya ALLAH SWT tersebut berdasarkan teori BES OST-JUBEDIL adalah untuk tidak ada alasan bagi manusia dalam membantah kehadiran para rasul yang diutus tersebut (Q.S 4.An-Nisā : 165. 9.At-Taubah : 7-13) dan juga pada seluruh manusia diinformasikan oleh ALLAH SWT untuk diketahui telah datang Rasulullah Muhammad SAW (Q.S 4.An-Nisā : 170) yang mana nabi Muhammad SAW membawa kebenaran yang berasal dari ALLAH SWT, maka berimanlah seharusnya seluruh manusia tersebut. Oleh karena itu amat sangat jelas untuk menerima dan mengakui Rasulullah SAW dan para rasul sebelumnya adalah bukan doktrinisasi, melainkan berdasarkan pendekatan intelektual ilmiah.

Sebaliknya jika masih ada orang-orang yang kafir, zalim, fasik, musyrik, munafik, dan murtad, hal tersebut tidaklah merugikan ALLAH swt, karena semua apa yang ada di langit dan di bumi adalah milik ALLAH swt, maka ALLAH swt maha mengetahui dan maha bijaksana.

Selanjutnya untuk memasuki agama islam / mengikuti ajaran islam sangat jelas tidak ada paksaan (Q.S 2.Al-baqarah: 256) karena sudah jelas melalui proses berfikir sebagaimana yang BES telah sampaikan dalam kajian sebelumnya (Q.S 6.Al-An'Am : 55-56). Bahwa berdasarkan persepsi, kesadaran dan ketaatannya masih ada juga orang-orang yang mengingkari kebenaran hadirnya para rasul tersebut dan dirangkum dalam totalitas segala peristiwa kehidupan yang sudah sangat jelas diterangkan berulang-ulang di dalam Alquran hal itu dikarenakan mereka tergelincir mengikuti langkah - langkah setan dengan mengabaikan bukti-bukti empiris bahkan fakta sejarah kemanusiaannya yang bersifat universal (Q.S 14.Ibrāhim : 1-3).

Kembali pada nilai ikhlas sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya tentulah sangat sulit bagi orang-orang yang kafir, salim, musyrik, fasik, munafik, dan murtad untuk berperilaku ikhlas, mengapa?

Karena dapat disimpulkan mereka itu semua memiliki jiwa yang kotor dan banyak alasan (Q.S 9.At-Taubah : 94-95). Sekalipun mereka bersumpah untuk dapat diterima oleh Nabi Muhammad SAW, ALLAH swt tidak ridha terhadap mereka. Namun, di sisi lain ALLAH swt sangat toleran terhadap mereka itu karena mereka tidak mengetahui ( tidak ada informasi, tidak ada fakta dan data) tentang ALLAH swt dan Rasul-Nya Muhammad SAW (Q.S 9.At-Taubah : 96).

Bahwa perlu ditegaskan, yaitu orang-orang yang kafir, salim, musyrik, fasik, munafik, dan murtad tersebut adalah orang yang seburuk-buruknya makhluk (Q.S 8.Al-Anfāl : 22, 55-56). Oleh karena itu orang-orang tersebut tidak boleh dijadikan teman setia atau persahabatan atau bergaul erat apalagi dijadikan pemimpin (Q.S 5.Al-Maidah: 51-52, 80-81. 3.Āli 'Imrān: 149. 4.An-Nisā : 138-139, 141-142) dalam ayat 142 tersebut disebutkan orang yang munafik itu malas solatnya, lalu bagaimana mungkin dijadikan pemimpin?

Selanjutnya untuk pembahasan mengenai orang-orang yang sabar, Taqwa, Istiqomah, hijrah, mujahid inshaaAllah besok akan dijelaskan dalam KALBU (kajian Islam rabu).

Salam Ta'ziem

BES : Bang Eggi Sudjana.
Komentar Anda

Terkini: