Eggi Sudjana : Memahami Kewajiban dan Hak

/ April 23, 2020 / 9:58 AM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

KISMIS : Kajian Islam Kamis (23 April 2020)

Oleh : Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

"KEWAJIBAN DAN HAK"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bahwa yang lazimnya sering kita dengara adalah hak dan kewajiban, bukan sebaliknya  seperti dalam kajian kali ini. Hal ini tentu karena pengaruhnya gerakan globalisasi dari dunia Barat atau pada umumnya dengan paham Sekularisme. Sebenarnya bila mengacu kepada logika Quran, sangat keliru menempatkan hak lebih dahulu daripada kewajibannya. Apalagi ditinjau secara BES Theory – OST JUBEDIL dengan dasar logika QS 3 : 78, 79

Ali Imran : 78

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, "Itu dari ALLAH", padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.

Āli 'Imrān : 79

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, "Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah ALLAH ," tetapi (dia berkata), "Jadilah kamu pengabdi-pengabdi ALLAH , karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya!"

Logika Quran tersebut sangat jelas memperlihatkan, bahwa orang-orang kafir beserta keturunannya seperti orang-orang  zalim, fasik, musyrik, munafik, dan murtad dengan seenaknya memutarbalikan fakta yang sebenarnya, sehingga banyak manusia KELIRU dalam PERSEPSINYA , kesadarannya, dan pentataatannya kepada ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA . Selanjutnya mengapa BES memberikan judul Kewajiban dahulu baru setelah itu berbicara mengenai hak, karena memperhatikan perintah ALLAH yang utama setidaknya 17 kali dibaca berulang-ulang dlam setiap salat, yaitu QS Al Fatihah : 5

Al-Fātiḥah : 5

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

Sangat jelas PERINTAH ALLAH itu yaitu harus MENYEMBAH ALLAH terlebih dahulu baru kemudian MEMINTA PERTOLONGAN atau MEMINTA KEPERLUANNYA . Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, JANGAN DISALAH MENGERTI atau SALAH PAHAM kepada BES bahwa BES TIDAKLAH melakukan PENAFSIRAN kepada ayat-ayat Quran. Akan tetapi lebih kepada MEMFORMULASIKAN dengan cara Quran bil Quran (ayat Quran yang satu diterangkan oleh ayat Quran yang lain atau saling menerangkan ditinjau secara logikanya dengan pendekatan BES Theory – OST JUBEDIL. Jadi dalam fakta dan kenyataannya mengenai pemahaman kewajiban dahulu baru haknya (pertolongan/ keperluannya). Apalagi dalam pendekatan hukum perdata sudah lazim keadaannya dibalik, hak dulu baru kewajiban, dan itu biasa terlihat dalam proses transaksi.  Atau juga dikenal dari Dunia Barat tentang HAM (Hak Asasi Manusia). Jarang kita mendengar atau mungkin tidak lazim bila dikatakan kewajiban asasi manusia, Dalam perspektif ajaran Islam justru kewajiban asasinya dulu baru meminta hak asasinya.

Dalam beberapa hal diberikan contoh sebagai berikut, ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA menghendaki pada seluruh hambanya  untuk mengetahui dan mengerti bahw Dialah pen cipta, pendidik, dan pemelihara alam semesta termasuk di dalamnya ada manusia dalam jagad raya ini. Hal yang perlu diketahui oleh seluruh manusia bahwa ALLAH itu raja dan Tuhannya manusia (QS 114 : 1-3) dikutip

An-Nās : 1-3

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِ
Raja manusia,

إِلَٰهِ النَّاسِ
Sembahan manusia,

Dengan mengerti atau pahamnya seluruh manusia akan eksistensi ALLAH yang besifat universal tersebut tentulah turunan logika berikutnya mesti mengakui dan menerima eksistensi yang ABSOLUTE, DISTHINCT , dan UNIQUE dari jati dirinya ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA.

Penegasannya ALLAH TUHANNYA Manusia, RAJANYA Manusia, SEMBAHAN nya Manusia, maka konsekuensi logisnya, Manusia harus MENUNAIKAN KEWAJIBANNYA untuk bertauhid kepadanya dan beribadah menurut kehendaknya. Dengan kata lain, manusia berkewajiban dengan sungguh-sungguh mengemban AMANAT untuk taat, tunduk, patuh, menyerah, takut, mencintai, dan selalu mengharapkan perlindungan dan pertolongannya serta keselamatannya dalam menjalani kehidupan di dunia ini hingga akhirnya di kemudian hari masuk surganya. Hal ini tidak akan terjadi bagi orang-orang yang beriman tersebut apabila terjadi terbalik dalam pemahaman atau persepsinya yang diutamakan haknya ketimbang kewajibannya.

Dapat dibayangkan, jika hak asasi yang didahulukan maka dapat terjadi ketidaktertiban atau kekacauan disebabkan banyak sekali kepentingan manusia itu untuk keperluan haknya. Apabila haknya tidak terpenuhi berakibat tidak bisa atau tidak mau beribadah. Kalaupun sudah terpenuhi, belum tentu manusia itu mau beribvadah, karena sudah dasarnya manusia itu gampang tergoda oleh godaan syetan dikarenakan keinginan-keinginannya ditumpangi atau berbarengan MASUKNYA godaan syetan melalui KEINGINAN-KEINGINAN MANUSIANYA tersebut, yang kemudian dari keinginannya itu dibangun anga-angan atau mengkhayal (QS 22 : 52, 53  JO QS 2 : 111).

Oleh karena itu, logika Al Quran, sangat cerdas dan solutif sebagai pedoman dan petunjuk bagi seluruh manusia terutama orang-orang yang mengimaninya pasti selamat dunia akhiratnya. Di sisi lain, pemahaman konsep tauhid ini bagi kaum muslimin dan muslimat untuk mengerti konsep TAHU DIRI , yaitu dirinya sebagai manusia merupakan ciptaan Allah, maka posisi dirinya sebagai hambanya mesti tahu diri yaitu melaksanakan kewajibannya dlam menyembah dan beribadah kepada ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA berdasarkan tuntunan Nabi MUHAMMAD SAW.  Bahwa, pemahaman akan ilmu tauhid ini merupakan fardu ain bagi tiap individu muslim untuk mengerti, paham, dan sadar, jangan mempersekutukan ALLAH dan atau membuat tandingan-tandingan kepada selain ALLAH . Itulah orang-orang yang disebut musyrik. QS 2 : 165.

Oleh karena itu, jika ada manusia menolak eksistensi ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA maka dapat dipastikan orang itu dikarenakan dua hal:
1. Kebodohannya
2. Kesombongannya.

Perihal kebodohan sudah kita bahas di kajian terdahulu, begitupun mengenai kesombongannya. Intinya, untuk mengingatkan kita semua, bahwa KEBODOHAN dan KESOMBONGAN itu sesungguhnya menyatu atau inheren dikarenakan satu sama lain saling tumpang tindih dan melengkapi.

Maksudnya, jika dia bodoh maka sulit untuk diberitahu, sulit untuk diajak menegerti. Turunan logika berikutnya sulit untuk beribadah kepada ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA. Sebaliknya jika dia SOMBONG , walaupun dia pintar, mempunyai keilmuan sebagai PROFESOR, DOKTOR , JENDERAL dan segala pangkat lainnya, namun sesungguhnya dia bodoh karena MENOLAK KEBENARAN dan MERENDAHKAN ORAN G LAIN . (QS 2 : 6-24)

Beberapa contoh untuk hal ini dapat dilihat kisah Nabi Nuh as. Yang berdakwah kurang lebih 950 tahun namun hanya mendapatkan orang-orang beriman tidak lebih sekapal, dan itu pun dalam kapal tersebut terdapat binatang-binatang. Anaknya pun yang bernama Kan’an tidak mau ikut ke kapal Nabi Nuh, padahal itu anak kandung sendiri. Kisah cerita Nabi Ibrahim as., intinya menolak atau menentang ALLAH sama seperti halnya Kan’an. Juga kisah Nabi Luth as, yang kita tahu istrinya sendiri tidak dapat diyakinkan oleh Nabi Luth untuk beriman kepada ALLAH , bahkan kaumnya yang terkenal dengan kaum Sodom, dikenal menjadi sodomi atau LGBT atau terang-terangan disebut kaum homoseks dan lesbiannya, bahkan gabungan antara homo dan lesbi sampai hari ini ada perkumpulannya di seluruh dunia, padahal itu perbuatan yang amat keji dan dibenci oleh ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA. Bahkan dalam QS Al A’raf  [7] : 80-81


Al-A'rāf : 80

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, \"Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini).

Al-A'rāf : 81

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas."

Bahkan Nabi Muhammad SAW  dalam satu hadisnya mengatakan,
“ALLAH melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth (beliau mengulangi sampai tiga kali). [HR Nasa’i dalam As Sunan Al Kubro IV/322 No. 7337]

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW menyhampaikan,
“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya.” (HR Tirmidzi No. 1456, Abu Dawud No. 4462, Ibnu Majah No. 2561, dan Ahmad No. 2727)

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW mengingatkan juga,
“ALLAH tidak mahu melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya”. HR Tirmidzi No. 1166, HR An Nasai No. 1456, dan Ibnu Hibban No. 1456, dalam sahihnya tentang keterangan hadis ini mencakup pula hubungan antara wanita kepada wanita lainnya (Lesbi).

Contoh kisah lainnya, seperti Nabi Musa as.  Bahwa perjalanan hidup Nabi Musa as. Berlawanan atau berhadapan atau berjihad melawan kekuasaan otoriter yang pada zamannya dipimpin oleh Raja Firaun.

Pelajaran penting dalam konteks ini, bahwa Nabi Musa as. Menjalankan kewajibannya atas perintah Allah untuk mendakwahi atau mendatangi Firaun sebagaimana diterangkan oleh ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA Q.S. An Nisa [4] : 163 JO QS 6 : 84 JO QS 7 : 122, 142, 150, 172 JO QS 20 : 30, 40, 90, 92 JO QS 37 : 114-120 JO QS 7 : 104-137

Dalam contoh Musa melawan Firaun ini perlu ditampilkan QS 7 : 104 dan 105

Al-A'rāf : 104

وَقَالَ مُوسَىٰ يَا فِرْعَوْنُ إِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dan MUSA berkata, "Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan dari Tuhan seluruh alam,

Al-A'rāf : 105

حَقِيقٌ عَلَىٰ أَنْ لَا أَقُولَ عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُمْ بِبَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِيَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

aku wajib mengatakan yang sebenarnya tentang ALLAH . Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku.\"

QS 7 : 121-123

Al-A'rāf : 121

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

mereka berkata, \"Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,

Al-A'rāf : 122

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun."

Al-A'rāf : 123

قَالَ فِرْعَوْنُ آمَنْتُمْ بِهِ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَكَرْتُمُوهُ فِي الْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُوا مِنْهَا أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Fir'aun berkata, "Mengapa kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kamu rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).

Dalam PEMAHAMAN yang merupakan MUKZIJAT dari ALLAH , sekali lagi BUKAN PENAFSIRAN , tapi PEMAHAMAN yang didasari FAKTA-FAKTA SEJARAH , sebagaimana terjadinya peristiwa Nabi MUSA AS menelawan Firaun penguasa diktator saat itu, yaitu ada 3 hal pemahaman pokoknya:

1. Kewajiban Nabi MUSA AS, Telah ditunaikannya dengan segala risiko yang ditempuhnya bersama Nabi HARUN AS . , yang pada pokoknya Nabi Musa as., mengajarkan tauhid kepada Firaun agar tunduk patuh kepada ALLAH , namun Firaun menentangnya. Pesan kisah ini adalah melawan feodalisme.

2. Berangkat dari rangkaian hubungan antar ayat di atas, terutama QS 7 : 131 nya, itu merupakan perlawanan kepada sikap tidak tahu diri, ayitu apabila dia berusaha berhasil, dikalimlah hasil usahanya sendiri. Namun bila ditimpa kegagalanm atau kesusahan maka dilemparkanlah sebab kesusahannnya itu kepada Musa dan pengikutnya.  

Padahal nasib orang, sial atau tidaknya mutlak hak ALLAH yang menentukan.
Kisah Musa as. Itu mendatangkan satu pelajaran mahal yaitu Nepotisme dan transaksional (QS 7 : 113, 114).
Dikatakan, para penyihir orang-orang Firaun menanyakan tentang, apakah dapat imbalan jika mereka menang ? dan kemudian Firaun menjawab, “Kamu pasti termasuk orang-orang yang dekat kepadaku.”

3. Kisah Nabi MUSA AS . melawan Fiarun ini secara substansiya melakukan suatu perlawanan kepada oligarki, yaitu satu keadaan Firaun dengan orang-orang kepercayaannya yang menguasai sumber-sumber kehidupan yang dikekangnya secara monopoli dan tidak berbagi kepada rakyatnya. Juga sekaligus menggambarkan perlawanan kepada keserakahan, sekaligus perlawanan terhadap tumbuh berkembangnya perkaderan atau tunas-tunas baru di dalam perjuangan, dimana Firaun melakukan pembunuhan kepada anak-anak laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan sebagaimana QS 7 : 127. Juga menggambarkan perlawanan kepada penindasan sebagaimana QS 7 : 128.
Sekaligus juga mengajarkan kebinasaan kepada kekuasaan otoriter sebagaimana QS 7 : 136.

Begitu juga memberikan keselamatan dan kemenangan kepada Nabi MUSA AS , sebagaimana QS 7 : 138. Namun, kisah Nabi MUSA AS . Melawan FIRAUN ini banyak muatan tentang pengkhianatan, sebagaimana QS 7 : 134-135
Selanjutnya kisah Nabi ISA AS . Merupakan kisah yang fenomenal sepanjang sejarah karena melahirkan banyak pengikutnya yang kini disebut kaum Nasrani atau Kristen. Namun demikian, kita perlu tahu apa sesungguhnya yang diajarkan oleh Nabi Isa as. Secara prinsipil yang diajarkan Nabi Isa as. kepada umatnya kala itu adalah ajaran tauhid, yang artinya mengesakan ALLAH dan menyembahnya, sama dengan apa yang diajarkan oleh para nabi sebelumnya sebagaimana telah dicontohkan. Namun, secara spesifik ada ayat Al Quran yang secara otentik menjelaskan peristiwa sejarah (sampai saat ini kurang lebih 21 abad). ALLAH menceritakan kembali kisah Nabi ISA AS itu kepada Nabi MUHAMMAD SAW, LOGIS nya diterima dan diakui, karena salah satu Argumentasi pamungkas " bagaimana mungkin MUHAMMAD yang UMMI itu bisa menerangkan dengan detail suatu peristiwa sejarah besar Nabi ISA AS dengan TANPA ADANYA  REFERENSI atau KEPUSTAKAAN yang Jarak waktunya kurang lebih 600 tahun sebelum yang Orang yang namanya MUHAMMAD itu lahir " bagaimana menerangkan atau menjelaskannya????? Bahkan apa yang di jelaskan oleh ALLAH kepada MUHAMMAD itu dalam AL-QURAN SESUAI DENGAN FAKTA SEJARAH tidak ada PENYIMPANGAN nya sedikitpun ! Bukankah teori apa yang dikatakan benar itu adalah PERSESUAIAN ANTARA PERNYATAAN dengan KENYATAAN nya, itulah yang disebut dengan difinisi BENAR, jika demikian adanya, pertanyaan serius nya MENGAPA AL QURAN DITOLAK, DIINGKARI, DI LECEHKAN, DIMUSUHI, DI INJAK- INJAK , DI BAKAR TIDAK DITERIMA ????? mohon yang punya AKAL SEHAT atau yang sering bicara menurut AKAL SEHAT nya itu JAWABLAH, BISAKAH ????? JIKA TIDAK BISA JAWAB MAKA MELALUI CARA BERFIKIR BES THEORY OST-JUBEDIL, Logikanya MESTI nya MENERIMA dan MENGAKUI secara KEJUJURAN, KEBENARAN, KEADILAN nya itulah wahyu Al QURAN yang AKURAT dan TERPERCAYA, sehingga WAJIB DIIMANI karena tidak adanya campur tangan siapapun kecuali Jibril yang diutus oleh ALLAH untuk menyampaikan WAHYUNYA kepada MUHAMMAD SAW. Jika sudah jelas seperti tapi di tolak juga maka PANTAS LAH, LOGISLAH dan masuk AKAL SEHATLAH jika MEREKA YANG MENOLAK dan INGKAR pada AL QURAN ( SENTRAL KEIMANAN ITU ADA PADA ALQURAN, KARENA KITA TAHU, MENGENAL dan PAHAM mengenai  ALLAH dan MUHAMMAD ITU SENDIRI REFERENSI dari AL QURAN termasuk seluruh RUKUN IMAN dan RUKUN ISLAM serta penegakan SYARIAT ISLAM dengan Iman, Taqwa, Ikhlas,Jihad dan Sabar itu sekali lagi media nya atau sarananya adalah AL - QURAN yang merupakan segala SUMBER NILAI untuk sbg Petunjuk, keterangan yang jelas, pembeda HAK da BATHIL dan jalan yang Lurus untuk menggapai RIDHA ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA ) Oleh karena itulah Mereka disebut sebagai ORANG2 KAFIR, ZALIM, FASIK, MUSYRIK, MUNAFIK, MURTAD.

Hal tersebut diterangkan dalam QS 5 : 66-93 dan 110, 111 116, 117. Dari rangkaian ayat-ayat tersebut, kiranya dapat dicermati QS 5 : 72, 73, 110, 116, 117. Selanjutnya kaji QS 5 : 97-111

Al-Mā'idah : 73

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sungguh, TELAH KAFIR orang-orang yang MENGATAKAN bahwa ALLAH adalah SALAH SATU dari yang TIGA , padahal TIDAK ADA TUHAN (yang BERHAK DISEMBAH ) selain TUHAN YANG ESA . JIKA mereka TIDAK BERHENTI i dari apa yang mereka katakan, pasti ORANG-ORANG yang KAFIR di antara mereka akan DITIMPA AZAB yang PEDIH .

Sudi kiranya RANGKUMAN AYAT-AYAT QURAN tersebut untuk DIBACA , DIPAHAMI , dan DIMENGERTI dengan cara BERFIKIR OST - JUBEDI.

LOGIKA QURAN yang perlu diterangkan dalam peristiwa tersebut, Nabi ISA AS . TIDAK pernah MENGAJARKAN TRINITAS, karena dalam sejarahnya ada yang bernama SANTA PAUL yang bertempat tinggal di Damaskus, TIDAK pernah dalam sejarah hidupnya BERTEMU dengan Nabi ISA AS. Akan tetapi, menurut catatan sejarah, sepengetahuan BES adalah SANTA PAUL yang MEMBUAT konsep Ketuhanan TRINITAS ( Tuhan BAPAK, tuhan ANAK dan RUHULQUDUS) tersebut. Adapun sesungguhnya yang diajarkan Nabi ISA AS , sebagaimana diterangkan dalam  Q. S. 5 : 116-117

Al-Mā'idah : 116

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Dan (INGATLAH ) ketika ALLAH berfirman, "Wahai" ISA PUTRA MARYAM ! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain ALLAH ?" ( ISA ) menjawab, "Mahasuci Engkau, TIADAK PATUT bagiku mengatakan apa yang BUKAN HAKKU . Jika aku pernah mengatakannya TENTULAH Engkau telah mengetahuinya. Engkau MENGETAHUI apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

Al-Mā'idah : 117

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Aku TIDAK PERNAH mengatakan kepada mereka KECUALI apa yang ENGKAU PERINTAHKAN n kepadaku (yaitu), "SEMBAHLAH ALLAH , TUHANKU dan TUHANMU ," dan Aku MENJADI SAKSI terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau MENGANGKAT ke LANGIT , Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Bahkan mengenai MUKZIJAT Nabi ISA AS , seperti menyembuhkan orang sakit bahkan ada yang menghidupkannya kembali Orang2 yang sudah Mati , juga dapat membuat orang buta menjadi dapat melihat, itu SEMUA MUKZIJAT yang ALLAH berikan kepada Nabi ISA AS , sebagaimana QS 5 : 110.

Al-Mā'idah : 110

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

Dan ingatlah, ketika ALLAH berfirman, "Wahai ISA putra MARYAM ! Ingatlah NIKMAT-KU kepadamu dan kepada ibumu sewaktu AKU MENGUATKAN dengan RUHULQUDUS . Engkau DAPAT BERBICARA dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. Dan ingatlah ketika AKU MENGAJARKAN menulis kepadamu, (juga) HIKMAH , TAURAT , dan INJIL . Dan ingatlah ketika engkau membentuk dari tanah berupa burung dengan SEIZIN-KU , kemudian engkau meniupnya, laIu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan SEIZIN-KU. Dan ingatlah, ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan SEIZIN-KU . Dan ingatlah ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan SEIZIN-KU . Dan ingatIah ketika AKU MENGHALANGI Bani Israil (dari keinginan mereka MEMBUNUHMU ) di kala engkau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang  nyata".

Jadi, dengan keterangan wahyu ALLAH tersebut, sangat jelas pesan yang terkandung dalam rangkaian ayat-ayat Quran tersebut, bahwa Nabi ISA AS  dan PENGIKUTNYA yang SETIA sesungguhnya masuk kategori orang-orang yang BERSERAH DIRI kepada ALLAH , atau tunduk patuh kepada ALLAH . Itulah yang disebut sebagai MUSLIM . (Q. S. 5 : 111).

Bahwa dalam perspektif ajaran Islam, sangat jelas, terang benderang, yaitu KEWAJIBAN lebih dahulu baru kemudian HAKNYA untuk meminta pertolongan atau segala KEPERLUANNYA minta di penuhi oleh ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA .

Pertanyaan seriusnya dalam konteks kekinian, BAGAIMANAKAH KEWAJIBAN KITA sebagai orang-orang yang BERIMAN dan BERTAQWA kepada ALLAH di dalam beribadah dan mendakwahkan serta memperjuangkan tegaknya syariat Islam di Indonesia ? Untuk menjawab pertanyaan ini, sudi kiranya dapat melihat kajian Islam BES yang membahas tentang INDONESIA BERTAQWA . Namun, dalam konteks pertanyaan yang dimaksud dalam kajian Islam hari Kamis tanggal 23 April 2020 , yaitu KEBERSAMAAN perjuangan kita dalam satu PERSEPSI yang sama, KESADARAN yang sama, dan PENTAATAN yang sama.  Kemudian, untuk PENCAPAIAN itu kiranya sama-sama KITA PERHATIKAN QS 8 : 60

Al-Anfāl : 60

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Dan PERSIAPKANLAH dengan SEGALA KEMAMPUAN untuk MENGHADAPI mereka dengan KEKUATAN yang KAMU MILIKI dan dari pasukan berkuda yang dapat MENGGENTARKAN musuh ALLAH, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi ALLAH mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan ALLAH niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).

Selanjutnya setelah persiapan dan segala kekuatan yang relatif sudah dimiliki maka, tiap-tiap individu muslim tersebut atau kelompok-kelompok atau sekoci-sekoci yang mempunyai VISI dan MISI sebagaimana yang diajarkan oleh ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, QS Al Anam : 162

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah (MUHAMMAD ), "Sesungguhnya SALATKU , IBADAHKU , HIDUPKU , dan MATIKU hanyalah UNTUK ALLAH , TUHAN SELURUH ALAM.

Kemudian perhatikan pula QS 35 : 29 JO QS 61 : 2,3, dan 4 JO QS 9 : 105 dan 111.
Adapun kajian ayat-ayat tersebut  dilanjutkan pada kajian Islam Jumat besok tanggal 24 April 2020, IN SHAA ALLAH bertepatan dengan hari Pertama Puasa di bulan Ramadan. Selamat menunaikan ibadah Puasa di bulan Suci Ramadhan, semoga puasa dan amal Sholeh Kita diterima oleh ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA, mohon maaf lahir batin, Aamiin ya Rabbal Alamiin. (SB)

Salam Ta’ziem,

BES = Bang Eggi Sudjana
Komentar Anda

Terkini: