Eggi Sudjana : Mengindentifikasi Orang-orang Yang Bertaqwa

/ April 17, 2020 / 10:10 AM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

BES - KAJIAN JUMUAH (17 April 2020)

Oleh : Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

"Mengindentifikasi Orang-orang Yang Bertaqwa"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Pada kajian JUMUAH hari ini akan mengkaji perihal takwa yang sudah populer di negara RI bahkan di dunia kaum muslimin.

Dalam kajian kemarin telah disampaikan mengenai istilah Mujahid. Adapun kaitan antara mujahid & takwa adalah inheren (melekat, tak dapat dipisahkan). Maksudnya adalah orang2 yg mujahid sudah pasti merupakan orang-orang yang bertawa kepada Allah SWT.

Dengan kata lain, mujahid itu merupakan wujud dari salah satu bentuk ketakwaan kpd Allah SWT. Jadi, orang yg bertakwa sejalan dgn orang2 yg berjihad fii sabililah atau dikenal dgn menjadi mujahid utk mengikuti perintah Allah dlm peperangan  menghadapi orang2 kafir, zalim, musyrik, munafik, & murtad.

Bahkan menjadi mujahid itu bukanlah sebuah pilihan tetapi konsekunesi logis dari beriman & bertakwanya orang tersebut kepada Allah SWT, yang sering kita sebut sami'na wato'na, kami dengar & kami taat.

Lebih jauh lagi, dalam pemahaman sebagai seorang mujahid yg inheren adanya ketakwaan dlm dirinya tersebut maka tidak dibenarkan adanya perdebatan di kalangan kaum muslimin dan juga para ahli kitab yg beriman kepada kitab2 sebelumnya seperti Zabur, Taurat & Injil (QS Ali Imran 65, 66, 78, & 79) (QS Al Maidah : 15-16 jo An Nisa: 174)

QS Āli 'Imrān : 65

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَاجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ وَالْإِنْجِيلُ إِلَّا مِنْ بَعْدِهِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?


QS Āli 'Imrān : 66

هَا أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ حَاجَجْتُمْ فِيمَا لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ فَلِمَ تُحَاجُّونَ فِيمَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

Terhadap pokok2 dasar dari ajaran Islam ini karena di samping adanya larangan dari Allah SWT juga akan membuat lemahnya kekuatan umat Islam dalam persaudaraan & persatuan untuk menegakkan hukum2 Islam dimanapun umat Islam itu berada secara istiqomah/ konsisten, memegang teguh komitmennya kpd Allah SWT sebagaimana yg diatur dlm QS Ali Imran : 102

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Bahwa, ironisnya orang-orang yg punya kapasitas sebagai pendeta atau ulama lebih kepada ketidakpeduliannya atau cicing wae (diam saja) tidak peduli, terhadap segala macam perbuatan kekejian & kemungkaran dari zaman dahulu khususnya bagi pendeta-pendeta terhadap kaum yahudi & ulama-ulama setelah zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana QS Al Maidah : 62-63.

QS Al-Mā'idah : 62

وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

QS Al-Mā'idah : 63

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

Oleh karena itu, kualitas umat beragama pada umumnya baik islam maupun non muslim persis seperti ug digambarkan dlm QS Al Maidah tersebut, tidak berani untuk berkata jujur, benar, dan adil.

Dengan kata lain, tidak ada dakwah mereka mengingatkan akan lekuasaan itu, kecuali sedikit dalam kalangan ulama & pendeta.
Dalam konteks sekarang BES tidak melihat, mendengar & menyaksikan dari kalangan pendeta yg berani melakukan perlawanan, setidaknya mengingatkan pemerintah yg banyak kekeliruannya & kebohongannya. Begitu pula dari kalangan ulama, kebanyakan maunya sejalan dengan selera penguasa, kecuali sedikit kita melihat dari kalangan ulama yg menentang dari kezaliman yg ada kini.

Bahkan lebih jauh dari penjelasan QS Al Maidah : 64 dijelaskan bahwa dari kalangan kaum yahudi mengatakan tangan Allah terbelenggu.

Maksud penjelasannya adalah Allah itu kikir. Padahal sesungguhnya tangan merekalah yg dibelenggu & dilaknat dari sebab apa yg mereka katakan.

Justru Allah SWT memberikan rezekinya kepada siapa yg dikehendakinya. Di sisi lain ayat-ayat Al Quran yg diturunkan justru menambah kedurhakaan & kekafiran dari mereka.

Oleh karena itu, muncullah permusuhan & kebencian di antara mereka sampai hari kiamat, dikarenakan mereka selalu menyalakan api peperangan. Sementara Allah lah yg memadamkannya.
Begitupun  mereka selalu berusaha menimbulkan kerusakan di muka bumi. Sementara Allah sangat tidak menyukai orang-orang yg berbuat kerusakan.

Selanjutnya dengan gambaran yg relatif lengkap tersebut dapatlah BES memaknai istilah takwa tersebut adalah kemampuan jiwa yang taat kepada Allah untuk membuka pintu atau peluang kepada segala macam kebaikan & menutup pintu atau peluang pada kekejian, kemungkaran & kemaksiatan kemudian terus membangun menciptakan kondisional objektif untuk  berperang melawan orang-orang yg kafir, zalim, musyrik, munafik, & murtad dari ajaran islam. (QS 66: 9 jo QS 5: 72-82 jo QS 3: 166-167

Selanjutnya orang-orang yg bertakwa itu adalah sangat takjim bahkan bangga terhadap nilai-nilai Al Quran yang jujur, benar, & adil QS 3: 175 jo QS 9: 7-13 jo QS 14: 18-20

Bahkan orang-orang yang bertakwa itu sampai mencucurkan air matanya ketika mendengarkan ayat-ayat Al Quran sebagaimana QS Al Maidah: 83

Oleh karena itu, orang-orang yang bertakwa kepada Allah orang yang siap menjadi mujahid & mujahidah sampai dengan mati syahid. Apabila mereka dalam perjalanan hidupnya ditakut-takuti / diprovokasi / distigma dgn yg julukan mengerikan seperti terorisme maka sikap mereka tidak ciut atau takut atau tak berdaya. Justru sikap orang-orang yg bertakwa itu, semakin ditakut-takuti semakin berani utk melawannya, sebagaimana QS 3: 168-173

Akhirnya orang-orang yang bertakwa itu menyerahkan sepenuh hidupnya kepada Allah SWT & mengabdinya secara tulus ikhlas sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya tentang ikhlas. Karena sikap itu bisa terjadi, yaitu orang-orang yang bertakwa tadi orientasi hidupnya berkorban, mau rela berkorban untuk menggapai ridho Allah SWT (QS 2: 207)

Selanjutnya untuk mengidentifikasi orang-orang takwa  adalah mereka yang telah berdamai hidupnya dengan dirinya sendiri & tentunya dengan orang lain, orientasi hidupnya mengharapkan ridho Allah SWT. Untuk itulah dia berkorban atas segala apa yg dimilikinya termasuk nyawanya sendiri ( QS 42:11-15 jo QS 3:156-157 )

Orang-orang yg bertakwa, diharapkan oleh Allah SWT untuk tidak menuju kepada kematiannya kecuali sebelum merubah keadaan terutama sistem kehidupan dimana dia berada agar tunduk patuh / sujud hanya kepada Allah SWT saja.
Untuk itulah orang-orang bertakwa layak dijamu oleh Allah di surganya (QS Al Kahfi: 30-31 & QS An Nisa: 175)

Salam Ta'zim,

BES = Bang Eggi Sudjana
Komentar Anda

Terkini: