Habib Bahar bin Smith Menolak Bebas, Jalih Pitoeng : Saya Salut dan Bangga

/ April 7, 2020 / 4:03 PM
Bagikan:
Habib Bahar bin Smith (Foto : Dony Indra Ramadhan/detikcom)

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Habib Bahar bin Smith, terpidana kasus penganiayaan terhadap remaja, menolak bebas dari penjara. Padahal pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg Bogor sudah menawarkan Bahar bebas di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

“Kemarin yang menawarkan dari pihak lapas karena masuk klasifikasi itu. Cuma ternyata beliau (Bahar) menolak,” ucap Ichwan Tuankotta, kuasa hukum habib Bahar, kepada detikcom, Senin (6/4/2020).

Ichwan menuturkan penawaran dari pihak lapas tersebut berkaitan dengan program pembebasan 35 ribu narapidana oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Menurut Ichwan, Bahar termasuk dalam kriteria napi yang bisa mendapatkan program itu karena sudah menjalani 2/3 masa hukumannya.

Selain itu, kata Ichwan, Habib Bahar bin Smith juga sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan di RS gegara sakit paru-paru beberapa waktu yang lalu.

“Kebetulan beliau kan kemarin sempat sakit paru-paru, sesuai dengan klasifikasi yang disampaikan Menkum HAM, beliau masuk dan bisa bebas. Cuma menolak. Sebenarnya beliau punya hak, karena sakitnya kena paru-paru juga,” tutur Ichwan.

Menurut Ichwan, sebagaimana dilansir beberapa media, Bahar menolak dengan alasan masih ingin membagi ilmu kepada para narapidana lain di Lapas Pondok Rajeg.

“Beliau lebih pilih mengajar dulu di sana. Jadi untuk menunjukkan tanggung jawab, beliau menolak,” kata Ichwan

Sementara Jalih Pitoeng, salah satu terdakwa yang diseret-seret dalam perkara bom molotov yang saat ini di tahan di Lapas Pemuda kelas 2A kota Tangerang, mengungkapkan rasa bangganya pada Habib berambut gondrong tersebut.

Melalui sambungan telepon yang tersedia di Lapas Pemuda Kelas 2A kota Tangerang, aktivis yang dikenal lantang ini menanggapi sikap tegas da'i kondang yang lantang dan nyentrik Habib Bahar.

"Saya salut dan bangga dengan sikap tegas yang diambil oleh Habib Bahar" kata Jalih Pitoeng kepada suaraberkarya.com, Senin (07/04/2020)

"Beliau adalah contoh orang-orang yang istiqomah, konsisten dan mempertahankan jati diri dan harga dirinya. Dia tidak cengeng dan tidak mau terhina. Oleh karena itu dia tidak mau pulang atas sebuah tawaran" sambung Jalih Pitoeng

"Demikian juga saya. Saya mau pulang jika telah memiliki keputusan hukum yang jelas dari majlis hakim. Karena bukan hanya pulang atau dibebaskan. Tapi saya butuh sebuah kemenangan dalam perkara saya" tegas Jalih Pitoeng

Ditanya bagaimana dengan perkaranya yang saat ini masih ditunda persidangannya di pengadilan negeri kota Tangerang, aktivis yang dikenal lantang inipun menjawab dengan lantang.

"Jika memang saya terbukti bersalah, silahkan hukum saya. Karena saya bukan type orang yang cengeng. Jangankan perbuatan. Niat, pikiran, tulisan serta perkataanpun akan saya pertanggung jawabkan. Apalagi perbuatan. Tapi jika tidak bersalah, sedetikpun negara tidak boleh menahan saya. Namun begitu saya yakin dan percaya bahwa hakim tidak akan menghukum seseorang yang tidak melakukan suatu perbuatan" Jawab Jalih Pitoeng dengan lantang

"Karena apa? Karena jika orang-orang yang peduli dengan bangsa ini dengan kritis dan lantang dalam menyuarakan kebenaran ditangkap, ditahan dan dipenjarakan, lalu bagaimana nasib bangsa ini kedepan. Terutama bagi para aktivis, ulama, rakyat serta adik-adik mahasiswa yang masih peduli terhadap perjuangan rakyat lewat aksi-aksi unjuk rasa yang bersifat korektif dalam penyelenggaraan negara" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)
Komentar Anda

Terkini: