Jalih Pitoeng : Benarkah Corona Virus Covid-19 akan dijadikan alat Pemurtadan umat manusia didunia?

/ April 4, 2020 / 8:44 AM
Bagikan:
Muhidin Jalih (Jalih Pitoeng)

"Benarkah Corona Virus Covid-19 akan dijadikan alat Pemurtadan umat manusia didunia?"

Oleh : Muhidin Jalih (Jalih Pitoeng)

Selama berabad-abad belum pernah terjadi dalam sejarah bahwa orang dilarang ke masjid dan mushola atau surau di Indonesia. Bahkan pada masa penjajahan Belanda sekalipun. Bahkan sebaliknya bahwa masjid-masjid menjadi tempat berlindung dan tempat memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat.

Kini lembaga terhormat satu-satunya di Indonesia sebagai pemberi fatwa walaupun tidak melarang tapi menghimbau untuk merubah atau mengganti sholat Jum'at dengan zhuhur dirumah masing-masing.

Bukankah kita bisa belajar dari orang-orang terdahulu bahwa masjid adalah tempat yang paling aman. Beberapa kali bencana alam masjid menjadi tempat yang nyata selamat seperti tsunami aceh, gempa di Palu dan masih ada contoh-contoh lain.

Demikian juga konsensus negara-negara yang tergabung dalam PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) di Jenewa. Bahwa rumah ibadah adalah salah satu bagian yang tidak boleh diserang dalam sebuah peperangan. Maka masjid adalah sebagai tempat yang paling aman.

Kita ketahui dari berbagai media akhir-akhir ini bahwa diduga corona virus covid-19 adalah hasil rekayasa senjata biologis pemusnah masal yang bocor dari laboratorium pusat penelitian dan pengembangan atau bisa jadi sebagai uji coba.

Terlepa dari adanya isyu tentang akibat perang dagang antara Amerika dengan China, saya mencoba melihatnya dari perspektif yang berbeda.

Ekonomi dunia saat ini sesungguhnya dikuasai oleh satu kelompok kekuatan yang maha dahsyat. Hampir lima benua tanpa terkecuali semua ekonomi dikuasai.

Sehingga tanpa disadari kita telah bergantung kepada sesuatu. Sebuah produk undang-undang terkadang mereka bisa kuasai. Kebijakan politik bisa mereka intervensi Bahkan perang sekalipun dapat mereka kendalikan sesuai dengan kepentingan mereka.

Jika lembaga keuangan dunia seperti IMF dan PBB saja bisa mereka kuasai dan pengaruhi atau ekstrimnya bisa mereka kendalikan, lalu pertanyaanya adalah bagaimana dengan MUI (Majlis Ulama Indonesia) yang hanya ada dalam sebuah negara yang bisa disebut tidak berwibawa dimata dunia saat ini.

Corona telah menjadi hantu bagi umat manusia saat ini. Siapapun, dimanapun dan kapanpun. Tidak terkecuali agama apapun bahkan yang tak bertuhan sekalipun.

Jika negara yang hanya satu-satunya didunia ini yang selama ini menjadi pusat ibadah haji dan umroh menutup ka'bah sebagai sarana ibadah, bagaimana dengan negara-negara miskin lainnya didunia. Padahal sejak zaman kenabian hingga saat ini nyaris tidak ada orang yang berhenti melakukan tawaf mengelilingi ka'bah selama ini.

Tapi corona telah mampu menundukan kejayaan raja Salman selaku pemilik mahkota negara tua dan bersejarah serta kaya raya. Jika Saudi Arabia yang menjadi pusat peribadatan umat islam saja ditutup, tak terbayang oleh kita apa yang akan terjadi di negara-negara berpenduduk muslim lainnya.

Orang akan berhenti berhaji dan umroh. Umat islam akan jauh dari sholat berjamaah akibat larangan berkerumun. Gereja sepi, kuilpun mati tanpa penghuni. Dan dapat dipastikan umat manusia secara perlahan akan meninggalkan dan melupakan Tuhannya.

Mungkinkah Covid-19 adalah bagian dari rencana pemurtadan dunia dan pemberhalaan terhadap uang dan kekuasaan dari ILUMINATI...???!
Hanya perjalanan mataharilah yang mampu menjawabnya.

Usaha dan upaya adalah sesuatu yang diajarkan oleh Rasulallah Muhammad SAW. Tapi rasa ketakutan yang mendalam juga tak terasa telah mengikis rasa keimanan kita kepada Allah SWT.

Bukankah umat islam sepakat bahwa 3 rahasia Allah tentang kematian masih terjaga dan terpelihara sebagai wujud taqwa. Lalu mengapa kita harus takut secara berlebihan. (SB)
Komentar Anda

Terkini: