Jalih Pitoeng : Jangan Ada Perlakuan Istimewa Dalam Penjara!

/ April 14, 2020 / 7:30 PM
Bagikan:
Bang Jalih Pitoeng (BJP) bersama Sri Bintang Pamungkas (SBP)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Sejak zaman penjajahan Colonial Belanda warga keturunan cina dicatat dalam sejarah mengklaim dirinya sebagai warga negara kelas dua setelah Belanda. Bahkan yang lebih menyedihkan adalah bahwa rakyat pribumi justru disebut sebagai "Inlander" oleh Belanda kala itu.

Tanpa kita sadari atau memang tidak mau sadar bahwa hal-hal tersebut masih sering saja terjadi sebagaimana perlakuan oknum pejabat yang ramai diberitakan diberbagai media saat ini.

Mulai dari dugaan adanya tenaga kerja asing asal cina hingga datangnya warga negara asal cina yang saat ini ramai diperbincangkan dan diberitakan diberbagai media. Terlebih disaat wabah Corona Virus Covid-19 melanda Indonesia.

Hal menarik seperti itu rupanya terjadi pula di Penjara. Keributan yang diakibatkan adanya dugaan perlakuan istimewa terhadap salah satu narapidana tindak pidana penjualan hand phone rekondisi yang merugikan negara bernilai milyaran rupiah dan dapat dipastikan juga akan merugikan rakyat indonesia sebagai komsumen.

Denis salah satu narapidana warga keturunan cina, yang saat ini ditahan di Kamar Sel 10 blok A Lapas Pemuda kelas 2 A Kota Tangerang, sempat bersitegang dengan Jalih Pitoeng salah satu terdakwa yang diseret-seret dalam perkara bom molotov yang juga ditahan di kamar Sel nomor 11 sebelahnya.

Denis pelaku perakit sekaligus penjual hand phone rekondisi yang sempat dilakukan penggerebekan di Ruko Alam Sutera oleh Polres Kota Tangerang sebagaimana diberitakan diberbagai media September 2019 lalu, dikabarkan sempat adu mulut karena salah faham dengan aktivis Jalih Pitoeng.

"Saya tidak suka jika ada perlakuan istimewa didalam penjara. Saya menduga penambahan salah satu napi yang menjadi Corve (pelayan) nya Denis ke kamar sel kami adalah akibat adanya dugaan perlakuan istimewa" kata Jalih Pitoeng saat menghubungi tim redaksi sore tadi, Selasa (14/04/2020)

"Saya akan mengikuti aturan sesuai Protap, aturan dan perundang-undangan yang berlaku asalkan tidak ada perlakuan istimewa apalagi adanya kebijakan yang diskriminatif" sambung Jalih Pitoeng menyampaikan keperihatinannya

"Saya menduga ada perlakuan istimewa terhadapnya. Jika dugaan saya benar, maka ini akan menjadi preseden buruk terhadap perlakuan hukum para penjahat yang merugikan negara termasuk para pelaku tindak pidana korupsi di Indonesia. Jadi sangat wajar jika dimasyarakat sering terjadi kecemburuan sosial akibat perlakuan yang tidak adil" pungkas Jalih Pitoeng

Hingga berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi dari pejabat terkait Lapas Kelas 2 A kota Tangerang tentang sebab keributan tersebut. (SB)
Komentar Anda

Terkini: