Pentingnya Pemahaman Arti Mujahid Agar Tetap Istiqomah Dalam Berjuang

/ April 16, 2020 / 9:00 AM
Bagikan:
Eggi Sudjana (Saat Dampingi Amien Rais di Polda Metro Jaya (Foto : detik)

BES : TAUSHIAH KHAMIS (16 April 2020)

Oleh : Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

Pentingnya Pemahaman Arti Mujahid Agar Tetap Istiqomah Dalam Berjuang

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sehubungam dengan banyaknya masukan/saran, maka mulai hari ini istilah kajian diubah menjadi Taushiah.

Bahwa dalam kajian kemarin, telah dijelaskan mengenai ikhlas & istiqomah yang merupakan satu pemikiran yang bersifat ost-jubedil, yaitu orang-orang yang ikhlas dapat dipastikan menjadi orang-orang yang istiqomah.

Selanjutnya, dapat pula dipastikan menjadi orang-orang yang semangat berjuang di jalan Allah atau dengan istilah mujahid. Adapun pengertian dari kata mujahid, secara umum yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah dengan mempersiapkan, melatih diri, mengajak yang lainnya untuk dilatih & kemudian membangun kekuatan seoptimal mungkin dalam berjihad fii sabilillah. Hal ini sebagaimana QS Al Anfal: 60,

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedangkan Allah mengetahuinya. Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalasi dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dianiaya. (QS Al Anfal [8]: 60

Dalam upaya untuk memenuhi apa yang diperintahkan Allah sebagaimana QS Al Anfal 60, maka perlu diutarakan di sini apa yang telah disampaikan Mas Imbang Djaya (salah seorang pendiri PPMI/Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia), dimana Mas Imbang memposting satu Whatsap yang isinya sebagai berikut. (sekaligus saya tampilkan juga jawaban dari saya). Berikut masukan dari Mas Imbang;

❤ Wasilah 334

Ciri Orang yang Rajin Baca Al Quran Tapi Tidak Diridhoi Allah


 📌Membaca dan memahami Al-Quran adalah kebaikan.

📌Tapi menurut ustadz Adi Hidayat tidak semua orang yang baca dan hafal Al-Quran mendapat ridho dari Allah Swt.

📌 Tidak ada kebaikan yang mengalir dalam dirinya.

📌Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, keberhasilan orang membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran adalah adab.

📌 Semakin adab dan prilakunya baik, maka tandanya kebaikan Al-Quran mengalir dalam dirinya.

📌Dalam Surat Fatir Ayat 32 sudah Ustadz Adi menjelaskan bahwa Allah mewariskan Al Quran kepada orang-orang yang dipilih.

📌 Ini artinya kata dia, ridho Allah tidak semua mengalir kepada orang yang baca Al Quran.

📌“Ada yang rajin baca satu hari satu jus, satu hari satu surat. Ada yang rajin menelaah, tiap hari buka tafsir ini itu, dan rajin menghafalkan.

📌Tapi Masya Allah apakah semua orang itu dianggap benar ketika berinteraksi dengan allah.

📌Tidak!” ujar ustadz Adi ,
Menurut Ustadz Adi, ada orang yang senang baca Al Quran masih berprilaku dholim.

📌“Dia rajin baca Al-Quran tapi tidak mampu menempatkan ayat Al-Quran  bukan pada tempatnya.

📌Dholim itu menempatkan sesutau buka pada tempatnya,” jelasnya.

📌“Ini penghapus, digunakan untuk menghapus papan tulis misalnya, tapi dipakai untuk melempar.

📌 Gelas fungsinya menampung air untuk minum, gayung fungsinya menampung air untuk mandi.

📌 Kalau ada orang minum pakai gayung, mandi pakai gelas itu dholim namanya,” tambahnya.

📌“Ada orang sering ngaji baca qul huwallahu aḥad. Katanlah bahwa Dialah Allah yang Maha Esa. Hafal ayatnya tahu makanya tapi masih mengatakan semua agama sama itu dholim namanya,” jelas ustadz Adi.

📌Sebab itu, ustazd Adi menyatakan bahwa orang yang hafal dan sering baca Al Quran tidak menjamin dirinya mendapat Ridho Allah.

📌Karena dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang rajin ibadah, tapi tidak dibarengi dengan prilaku atau adab yang baik.

📌“Jadi ciri orang yang berhasil dengan Al Qurannya kata Allah adalah adab,” tandasnya.

📌Jadi jangan bangga kalau ada anak anda hafal Al Quran 30 jus tapi tidak merubah prilakunya.

📌Berarti ada yang salah dalam hafalannya,” tambahnya.
Menurut ustadz Adi

📌orang yang sudah dekat dengan Al Quran hatinya. maka pasti dia akan berperilaku baik. Karena isinya semuanya kebaikan.

📌Maka secara otomatis dorongan kebaikan setiap harinya selalu muncul.

Sementara itu, berikut  jawaban dari saya (BES) Setuju, sisi lain menurut saya orang yang baca Qur'an kemudian memahaminya dan mengamalkan nya disamping sebagai "Adab" tapi juga merubah cara BERFIKIRNYA menjadi OST-JUBEDIL (Obyektif Sistimatis, Toleran - Jujur, Benar, Adil).

Sehingga ajaran ISLAM ITU FUNGSIONAL, dengan I F itu berjalan / tegak maka itulah terwujud ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN, dan bila di fokus di suatu negeri seperti indonesia akan terasa dengan sesungguhnya yaitu BALDATUN TOYIBATUN WAROBUN GHOFUR (Suatu negeri yang aman dan damai dalam Ampunan ALLAH SUBHANNA WA TA ALA).

Untuk itulah kita perlu BERKUASA JADI PRESIDEN atau PEMIMPIN Sebab bila tidak maka 70 % Ayat-ayat Qur'an yang sudah ada atau sudah di hafal TIDAK MUNGKIN DI TERAPKAN, seperti Hukum Pidana Islam, Tata Negara nya, Mencerdaskan kehidupan Bangsa nya, Mensejahetraakan dan Melindungi Tumpah Darah Rakyat, Harta Bendanya dan Keluarganya dari gangguan negara lain berupa PERANG atau skala sempitnya TERLINDUNGI dari segala bentuk kriminalitas dan Ke Dholiman dari antar Warganya/Rakyat lainnya, dalam posisi ini tidak mengurangi rasa hormat saya dengan Ustsdz Adi, ADA DIMANA ? DAKWAHNYA TIDAK PERNAH BERANI MENYENTUH  KEKUASAAN YANGG DIA PAHAMI BETUL SEBAGAI PENGUASA YANG DHOLIM, TIDAK PERNAH KITA DENGAR DIA BERJUANG UNTUK TEGAKNYA HUKUM ISLAM BAHKAN BELUM PERNAH DI PENJARA UNTUK ITU ?

Bisakah Ustadz Adi disebut TIDAK PUNYA ADAB atau Dholim juga dalam hal tersebut.

Kiranya kita kembali kepada cara berfikir ost jubedil untuk tidak Dholim ya di ukur dari INTEGRITAS, KAPASITAS dan OTORITAS nya yang melekat pada diri seseorang tidak bisa kita sama ratakan begitu saja spt contoh-contoh yang di utarakan Ustad Adi, tapi satu point saja intinya "JANGAN KITA BICARA YANG TIDAK KITA LAKUKAN, ITU PERBUATAN YANG AMAT ALLAH BENCI" dasar saya omong itu ada diatur dlm Al Quran Surat As Syaaf ayat nya 2 dan 3  Ayat ke 4 nya mari kita sama sama berjuang di jalan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki masing-masing sepertu Mas Imbang dengan upaya cari dananya, saya upaya Gerakkannya people power dan kemudian membangun suatu KEBERSAMAAN seperti BANGUNAN YANG KOKOH, untuk itu mari kita siapkan KEKUATAN OPTIMAL untuk menghadapi musuh ALLAH, RASULNYA dan Musuh Kita (Q.S. Surat 8 Al Anfal Ayat 60).

Bahwa dengan pemaparan postingan antara BES & Mas Imbang di atas, kiranya patut dijadikan input atau masukan berpikir untuk kita kaum muslimin & muslimat yang levelnya insya Allah kategori orang-orang yang ikhlas, istiqomah, terlebih para dai & para ulama, untuk bisa diambil sebagai ibroh/pelajarannya. Oleh karena Allah SWT sangat menekankan kepada semua orang yang beriman & bertakwa untuk menjalankan QS 5: 41 jo QS 9: 95, 105, 111.

Demikianlah Taushiah hari ini, insya Allah besok taushiah Jumu'ah akan disampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam Ta'zim

BES : Bang Eggi Sudjana
Komentar Anda

Terkini: