Pitra Romadoni dan Alkatiri Cecar Saksi Pada Sidang Bom Rakitan dan Molotov

/ April 27, 2020 / 10:35 PM
Bagikan:
Tim Penasehat Hukum Pada Sidang Bom Rakitan dan Molotov (Pitra Romadoni, Abdullah Alkatiri, Sofyan Karim dkk

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Pengacara muda Pitra Romadoni Nasution dan Alkatiri yang menjadi penasehat hukum terdakwa pada perkara bom molotov dan bom rakitan yang disidangkan di pengadilan negeri kota Tangerang mencecar berbagai pertanyaan pada saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum pada sidang online di pengadilan negeri kota Tangerang, Senin (27/04/2020)

Sidang yang awalnya mengagendakan mendengarkan saksi dari pihak kepolisian akhirnya tetap digelar walau tanpa kehadiran saksi polisi sebagaiman telah dijadwalkan.

Pihak majlis hakim diawal persidanganpun menanyakan kepada pihak jaksa penuntut umum dengan nada kecewa.

"Mengapa saksi dari kepolisian tidak bisa dihadirkan" tanya ketua majlis hakim

"Seharusnya anda persiapkan untuk dapat menghadirkan saksi tersebut. Mohon untuk sidang-sidang selanjutnya tidak seperti ini lagi" sambung ketua majlis pada jaksa penuntut umum

Pitra Romadoni Nasution selaku ketua tim penasehat dari terdakwa Jalih Pitoeng, Mulyono Santoso dan Januar Akbar juga merasa keberatan untuk melanjutkan persidangan.

"Maaf yang mulia, kami keberatan jika sidang ini dilanjutkan. Karena saksi yang dihadirkan hari ini tidak ada kaitannya dengan perkara klien kami" kata Pitra mengusulkan

Demikian halnya dengan Abdullah Alkatiri salah satu penasehat hukum terdakwa Sony Santoso juga meminta agar sidang tidak dilanjutkan.

Karena menurutnya saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum tidak terkait dengan perkara kliennya.

"Maaf yang mulia, saksi ini tidak terkait dengan perkara klien kami saudara Sony Santoso. Jadi menurut kami sidak ini tidak bisa dilanjutkan" pinta Alkatiri

Namun ketua majlis meminta kesepakatan agar sidang tetap dilanjutkan karena para terdakwa sudah terlanjur hadir.

"Ya. Ya. Jadi bagaimana?" tanya ketua majlis pada para peserta sidang

"Kita sepakati saja ya untuk kita lanjutkan" pinta hakim

Berselang lima menit kemudian akhirnya disepakati untuk melanjutkan sidang dalam 3 perkara. Yaitu perkara 252 atas terdakwa Sony Santoso, Perkara 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk serta perkara nomor 254 atas terdakwa Abdul Basith dan Laode CS.

Sidangpun dilanjutkan hanya dengan menghadirkan seorang saksi yang ternyata adalah pembantu rumah tangga terdakwa Abdul Basith.

Saksi yang kemudian diketahui bernama Ujang pun akhirnya menuai berbagai pertanyaan dari beberapa tim penasehat hukum. Diantaranya Pitra Romadoni Nasution, Abdullah Alkatiri, Sofyan Karim serta beberapa penasehat hukum lainnya.

Diawali pertanyaan dari Abdullah Alkatiri selaku penasehat Sony Santoso, Ujang selaku saksi menjawab dengan polos dan apa adanya.

"Saudara Saksi, apakah saudara saksi tahu atas perkara siapa dan perkara apa saudara saksi dimintai keterangan sebagai saksi" tanya Alkatiri

"Saya tidak tahu" jawab Ujang polos

"Saudara Saksi, apakah saudara mengenal saudara terdakwa Sony Santoso" lanjut Alkatiri

"Tidak kenal" saksi menjawab spontan

"Saudara Saksi dimanakah saudara saksi diperiksa sebagai saksi oleh penyidik" kejar Alkatiri

"Di Polda" jawabnya singkat

"Saudara saksi apa yang saudara ketahui tentang terdakwa Sony Santoso, apakah ssudara terdakwa Sony Santoso pernah saudara saksi lihat gadir dirumah saudara terdakwa Abdul Basith?" lanjut Alkatiri bertanya seraya meminta kliennya Sony Santos berdiri

"Saya tidak tahu dan tidak kenal. Juga tidak pernah datang" jawab Ujang

Selain Alkatiri, Pitra Romadoni Nasution juga mencecar beberapa pertanyaan. Namun sebelum bertanya Pitra menegaskan pada saksi Ujang tersebut.

"Saudara saksi, saudara saksi ini disumpah. Maka jika saudara berbohong dalam memberikan kesaksian bisa dikenakan pidana" kata Pitra menegaskan

"Nah. Pertanyaannya adalah, apakah saudara saksi tahu atas perkara siapa dan perkara apa saudara saksi dimintai keterangan sebagai saksi" tanya Pitra melanjutkan

"Tidak tahu" jawab saksi singkat

"Saudara saksi, apakah saudara kenal dengan klien kami saudara Mulyono Santoso, saudara Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng dan Januar Akbar" desak Pitra Romadoni

"Tidak kenal" jawab saksi sigap

"Saudara saksi, apakah saudara pernah melihat klien kami saudara Mulyono Santoso, Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng dan Januar Akbar datang kerumah majikan saudara yaitu saudara terdakwa Abdul Basith?" cecar Pitra melanjutkan pertanyaan sambil meminta kliennya Mulyono Santoso, Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng serta Januar Akbar berdiri

"Tidak. Saya tidak pernah melihat datang" jawab Ujang penuh keyakinan

"Terimakasih yang mulia" pungkas Pitra seraya menyerahkan kembali persidangan kepada ketua majlis hakim

Sidang pun ditutup dan akan dilanjutkan esok hari Selasa 28 April 2020 dengan perkara nomor 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk yang juga menyeret aktivis betawi Jalih Pitoeng dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak kepolisian yang sempat tertunda karena lockdown akibat wabah covid-19  yang melanda Indonesia. (SB)
Komentar Anda

Terkini: