Sidang Perkara Bom Rakitan dan Molotov, Saksi Hanya Berkata Tidak Tahu, Tidak Kenal dan Tidak Mengerti

/ April 27, 2020 / 6:01 PM
Bagikan:
Bang Jalih Pitoeng (BJP), Laode Sugiono dan Abdul Basith

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Untuk yang kesekian kalinya sidang terkait tuduhan penggagalan pelantikan presiden yang sempat dihebohkan media, pihak kepolisian gagal menghadirkan saksi polisi guna melanjutkan kesaksian pihak kepolisian untuk didengar keterangannya.

Namun sidang tetap digelar secara online oleh pengadilan negeri kota Tangerang atas kesepakatan seluruh penasehat hukum yang hadir, Senin (27/04/2020)

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari kepolisian ternyata hanya menghadirkan saksi bernama Ujang yang ternyata adalah pembantu rumah tangga Abdul Basith. Salah seorang terdakwa yang dijerat pada perkara 254 tentang bom rakitan.

Hampir seluruh pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa penasehat hukum dari beberapa tim penasehat hukum, saksi sering menjawab tidak, tahu, tidak kenal dan tidak mengerti.

Abdullah Alkatiri selaku salah satu kuasa hukum dari Sony Santoso dalam perkara 252 banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menusuk. Terutama tentang legal formalnya. Baik tentang Laporan Polisi, nomor perkara dan perkara siapa.

"Saudara Saksi, apakah saudara mengerti atas perkara apa saudara saksi diminta keterangan saudara?" tanya Alkatiri

"Tidak mengerti" jawab saksi polos

"Saudara saksi apakah saudara saksi kenal dengan saudara Sony Santoso" lanjut Alkatiri mendesak

"Tidak kenal" jawab saksi lagi

"Yang mulia, bagaimana mungkin saksi yang tidak mengenal dan tidak tahu serta tidak mengerti ini bisa dijadikan saksi" tanya Alkatiri pada pimpinan sidang

"Ya. Baik kita mengerti. Lanjutkan saja pertanyaanya" jawab ketua majlis hakim

Pitra Romadoni Nasution salah satu tim penasehat hukum Jalih Pitoeng, Mulyono Santoso dan Januar Akbar menanyakan pada saksi tentang kliennya kepada Ujang selaku saksi yang diajukan oleh pihak kepolisian.

"Saudara saksi, saudara saksi ini disumpah. Jika saudara berbohong maka saudara saksi bisa dipidana. Nah pertanyaannya adalah,  apakah saudara tahu atas perkara siapa dan perkara apa saudara dimintai keterangan sebagai saksi?" tanya Pitra Romadoni Nasution

"Saya tidak tahu" jawab Ujang spontan.

Saudara saksi, apakah saudara saksi mengenal klien kami saudara Mulyono Santoso dan Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng serta saudara Januar Akbar dan apakah saudara pernah melihat mereka datang kerumah majikan saudara yaitu terdakwa Abdul Basith?" lanjut Pitra bertanya seraya meminta Jalih Pitoeng, Mulyono Santoso dan Januar Akbar berdiri

"Tidak kenal. Dan tidak pernah melihat mereka datang" jawab saksi singkat.

Diakhir persidangan, ketua majlis hakim menanyakan apakah para terdakwa menerima atau menolak keterangan saksi, hampir seluruh terdakwa menolak karena tidak terkait sama sekali. Baik terhadap perkara 252 maupun perkara 253. Kecuali terhadap perkara 254 yang menjerat Abdul Basith dan Laode CS terkait dugaan pembuatan bom rakitan.

Selain menolak keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum, Jalih Pitoeng yang namanya diseret-seret kedalam perkara nomor 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk juga menyampaikan keberatannya.

"Bagaimana pak Pitoeng, apakah saudara menerima atau menolak keterangan saksi?" tanya ketua majlis hakim

"Mohon maaf yang mulia, sebagaimana sering saya sampaikan bahwa saya masih tidak mengerti hingga saat ini mengapa saya diseret-seret dalam perkara ini" jawab Jalih Pitoeng

"Apa yang disampaikan oleh saksi sama sekali tidak menyentuh terhadap perkara yang menyeret-nyeret saya pada perkara 253 tentang bom molotov. Maka saya menolak seluruh keterangan saksi karena tidak terkait sama sekali dengan diri saya" tegas Jalih Pitoeng

Senada dengan Jalih Pitoeng, Januar Akbar pun sama nyatakan keberatan.

"Saya keberatan yang mulia. Karena saya memang tidak terkait sama sekali dan tidak mengenal mereka semua" jawab Januar Akbar pada ketua majlis

Demikian halnya terdakwa Nur Suryo alias Iwar yang juga terseret perkara 253 dengan terdakwa Yudi Ferdian dkk.

"Saya mendukung apa yang disampaikan Bang Jalih Pitoeng tadi bahwa saya juga menolak dan keberatan yang mulia" jawab Iwar

Tak berbeda dengan yang lainnya, Mulyono Santoso, Okto Siswantoro, Insanial Burhamzah, Iriawan, Damar juga menolak keterangan saksi karena tidak ada keterkaitan sama sekali.

Yang lebih menarik lagi dalam perkara tersebut adalah Jalih Pitoeng juga menyampaikan bahwa dirinya tidak kenal sama sekali terhadap para terdakwa lainnya kecuali hanya Januar Akbar dan Damar yang dikenalnya.

Sidang online tersebut akan dilanjutkan esok hari Kamis, 28 April 2020 dengan perkara bernomor 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk yang menyeret-nyeret Jalih Pitoeng. (SB)
Komentar Anda

Terkini: