Sosok Wanita Hebat Pemburu Pahala dari balik Penjara

/ April 9, 2020 / 9:18 AM
Bagikan:
Ir. H. Mulyono & Istri Tercinta saat berkunjung ke Lapas

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Setiap pejuang tangguh pasti ada wanita hebat dibelakangnya adalah pendapat para pujangga dan sejarawan yang telah ditulis dengan tinta emas dalam setiap perjuangan.

Rasulallah Muhammad SAW dalam memperjuangkan islam ditengah jahiliyah saat itu juga tergores dalam sejarah ada nama Siti Khodijah. Seorang wanita hebat yang senantiasa mendampingi dan mendukung perjuangan beliau yang hingga kini kita rasakan hasilnya yaitu membawa umat manusia dari masa kegelapan ke masa peradaban.

Terserah apapun yang disematkan pada kami dalam perspektif dan presepsi rezim saat ini. Apakah kami dianggap perusuh, pembangkang atau pemberontak sekalipun. Tapi niat kami adalah tidak lain yaitu sebuah perubahan dan perbaikan demi menegakan keadilan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam berbangsa dan bernegara di sebuah negara yang berketuhanan dan berfalsafah Pancasila.

Istri dari salah satu terdakwa yang didakwa akan melakukan rencana penggagalan pelantikan presiden Jokowi-Ma'ruf 20 Oktober 2019 lalu rupanya juga tak mau ketinggalan untuk berburu pahala dalam perjuangan sang suami Ir. Mulyono Santoso.

Wanita tangguh dan bersahaja ini, menjelang usia senja masih tetap memiliki semangat juang  yang tinggi dalam pengabdiannya pada sang suami sekaligus terhadap kami para tahanan dan napi hingga saat ini.

Selain untuk melepas kerinduan pada suaminya, wanita kelahiran Melayu Riau ini tak pernah absen sejak kami ditahan di Mapolda Metro Jaya bahkan hingga saat ini ketika kami ditahan di Lapas Pemuda kelas 2 A kota Tangerang.

Berbagai menu masakan dan makanan serta kebutuhan secara konsumtif selalu dibawa atau dikirimkannya untuk kami dalam penjara.

Nyi Mas Ratu (Permaisuri Sultan Hamengkubuwono X) saat mengunjungi Pameran Batik Tradisional di Jakarta Hilton Convention Centre

Memasuki masa "Lockdown" akibat virus yang melanda dunia sekalipun, pemilik galery batik tradisional ini tetap berjuang untuk mengirim hantarannya walau akhirnya harus menelan kekecewaan karena Protap (Prosesdur Tetap) yang diberlakukan oleh pihak Lapas.

Menjelelang batas akhir penundaan sidang, akibat wabah Corona Virus Covid-19 yang rencananya akan digelar kembali secara online pada tanggal 17 April yang akan datang, dirinya menyambut gembira karena berharap agar perkara yang menimpa suaminya bisa cepat selesai.

Ditemui di kediamannya di bilangan Pulo Mas Jakarta utara, nenek yang sudah memiliki cucu ini menyampaikan rasa suka sekaligus keperihatinannya.

"Alhamdulillah ya ga terasa hampir 3 minggu sudah waktu berjalan" kata wanita yang biasa dipanggil bu Mul, Rabu (08/04/2020)

"Berarti Jum'at depan (17 April) suami saya bersidang kembali. Mudah-mudahan cepat selesai dan segera dibebaskan" harap bu Mul

"Cuma sejak adanya wabah corona kita sudah tidak boleh besuk lagi ke Lapas. Kasihan suami saya dan kawan-kawan disana" lanjut bu Mul menyesalkan

"Tapi Alhamdulillah, kita masih tetap berusaha dan berjuang untuk bagaimana bisa meringankan penderitaan mereka didalam penjara dengan cara yang mampu kami lakukan" sambung bu Mul menjelaskan

"Dan kita juga bersedia mengikuti prosedur dan pemeriksaan secara klinis terhadap barang bawaan yang kita kirim untuk mereka disana. Jika tak memenuhi standar kesehatan, kami bersedia ditolak. Kan maksud dari pelarangan tersebut adalah bagaimana agar para narapidana terhindar dari wabah virus corona" jelas bu mul dengan cerdas

Pemilik Tobo Batik Traditional Gallery inipun mendoakan agar suami dan para tahanan selalu sehat dan bersabar menghadapi perkara yang menimpa para terdakwa.

"Semoga suami saya dan kawan-kawan semua para tahanan dan napi disan selalu sehat dan bersabar dalam menghadapi perkara serta segera selesai dan dipulangkan" pungkas bu Mul penuh harap. (SB)
Komentar Anda

Terkini: