Sri Bintang Pamungkas : Makar Terhadap Republik Proklamasi 1945

/ April 5, 2020 / 1:39 PM
Bagikan:
Sri Bintang Pamungkas (SBP) & Bang Jalih Pitoeng (BJP)

"Virus Cina dan September Crackdown"

Oleh : Sri Bintang Pamungkas

Mungkin saja pada awalnya mereka, Hamdan Zoelva, Jacob Tobing dan lain-lain anggota MPR dan Badan Pekerja itu, tidak tahu adanya pertemuan Amien dengan Madeleine dan Cina-cina Mafia itu. Tapi, setelah berkarung-karung dan berkoper-koper uang itu masuk selama kurun waktu empat tahun, tentulah mereka mulai berpikir, bahwa ini semua adalah PLOT suatu rencana jahat untuk menumbangkan RI. Bukan sekedar menggulingkan Gus Dur atau Mega, karena mereka berdua mendukung dan setuju dengan Amandemen itu!

Mereka ternyata tidak berpikir ke situ. Dengan tamaknya mereka menikmati uang Asing dan Aseng itu!. Mungkin jumlah uangnya sudah beranak-pinak dalam jumlah yang cukup besar, sehingga harus dipertahankan sedemikian rupa, sekalipun harus mengorbankan Rakyat, Bangsa dan Negara serta Agama. Selama 20 tahun mereka tidak sedikitpun sadar dan "ngotot" mengingkari. Bahkan sudah diperingatkan oleh Allah SWT lewat Virus Cina tentang bahayanya Orang-orang Cina Daratan. Amandemen terhadap UUD 1945 adalah "entry point" bagi rencana penjajahan Cina!

Memang sudah amat sangat terlambat ketika Menteri Luar Negeri RI, yan dipilih lagi oleh Jokowi untuk ke dua kalinya, mengumumkan Indonesia tertutup dari kunjungan warga negara di luar Indonesia. Tentu pengumuman oleh Menlu RI itu bukan main-main, karena pastinya adalah perintah dari Jokowi. Maka, ketika orang-orang Cina Asing itu masih terus berdatangan dan bahkan bisa masuk, tidak dideportasi, tentu ada yang salah di sini.

Pikiran kita yang pertama tentu orang-orang Imigrasilah yang sengaja meloloskan. Berarti perintah Menlu tidak dikoordinasikan dengan Menteri Hukum dan HAM, di masa lalu namanya Menteri Kehakiman. Tapi tidak mungkin Menkumham tidak tahu. Artinya, orang-orang Imigrasi itu sudah "mbalelo" atau membangkang. Kalau mereka membangkang, kemungkinan ada perintah lain yang berasal dari kekuatan lain yang cukup dahsyat, yaitu UANG.

Soal "uang" bukan hal baru bagi para pejabat-pejabat Indonesia, terlebih-lebih pejabat tinggi. Sebutlah siapa saja. Dari Presiden, Megawati, Ketua MK, para Hakim di MA dan hakim-hakim biasa, para anggota DPR/MPR dan tentunya para Menteri sampai Gubernur, Bupati, Walikota. Semua suka uang. Apalagi uang dari Cina, baik orang Cina Perantauan maupun Cina Asing.

Perintah dari Jokowi langsung, atau lewat Luhut Panjaitan, tidak pula bisa diabaikan. Pembelaan Jokowi, bahwa Indonesia akan hidup berdampingan dengan Cina dan LBP (Luhut Binsar Panjaitan) yang selalu menekankan pentingnya investasi Cina menunjukkan, bahwa Agen-agen Komunis Cina sudah masuk Indonesia sampai ke Pejabat-pejabat tingkat tertinggi. Ini adalah rencana yang sudah sejak lama dipersiapkan. Maret 2015 sudah ada kesepakatan untuk memasukkan 10 juta orang Cina Daratan.

Sampai hari ini kira-kira sudah separuhnya yang masuk lewat Sabang sampai Merauke. Sebuah invasi nyata sudah dimulai. Sepuluh juta Cina Asing kiranya cukup untuk menguasai Indonesia tanpa perlu melepaskan sebutir peluru pun! Karena itulah target 10 juta harus diwujudkan untuk lima tahun ke dua. Bahkan bisa dipercepat dengan senjata biologi Virus Cina yang memang sengaja disebarkan. Kalaulah 20 jutaan rakyat Cina hilang tak berbekas akibat Virus mereka sendiri, bagi mereka itu tidak menjadi soal, asal Indonesia bisa "dicaplok".

September Crackdown memang harus dilakukan demi menyelamatkan Pelantikan Jokowi, dan memberi keyakinan kepada Cina Komunis, bahwa Republik Indonesia merupakan Bagian dari RRC menjelang 2024. Tugas Tito Karnavian setelah keberhasilannya mempersekusi ratusan aktivis adalah menjaga Keamanan Dalam Negeri. Adalah Tito Karnavian juga yang menjamin masuknya Cina-cina Daratan dengan  "Silent Operation" Suaranya hampir hilang seperti ditelan Bumi. Tetapi gemuruhnya Tentara-tentara Cina yang menyamar sebagai TKA terus menggelora lewat Tol Laut dan Bandar-bandar Udara.

Mereka yakin bisa menang. Tetapi keyakinan kita tentu lebih besar untuk mengusir mereka dan para pengkhianat ini secepatnya!. Mereka bisa mengalahkan banyak orang, tetapi tidak mungkin mengalahkan semua orang.

Jakarta, 4 April 2020

@SBP
Komentar Anda

Terkini: