Terkait Tuduhan Makar, Jalih Pitoeng : Ini Persidangan Paling Kren!

/ April 28, 2020 / 5:05 PM
Bagikan:
Bang Jalih Pitoeng (BJP) saat mengikuti sidang online di PN Kota Tangerang

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Sidang yang digelar secara online oleh pengadilan negeri kota Tangerang terhadap para terdakwa yang diduga melakukan makar menjelang pelantikan presiden Oktober 2019 lalu, akhirnya jaksa penuntut umum menghadirkan 2 orang saksi petugas kepolisian kedepan meja persidangan, Selasa (28/04/2020)

Saksi dihadirkan jaksa penuntut umum dalam persidangan atas perkara 253 atas terdakwa Yudi Ferdian dkk adalah 2 orang brigadir polisi yaitu  Heru Julianto dan Chandra.

Dua saksi tersebut banyak menuai pertanyaan-pertanyaan tajam dari hampir seluruh tim penasehat hukum terdakwa.

Terutama dari penasehat hukum Pitra Romadoni Nasution yang merupakan penasehat hukum dari terdakwa Mulyono Santoso, Jalih Pitoeng dan Januar Akbar.

Pertanyaan-pertanyaan terkait prosedur penangkapan, legal formal, hingga penggeledahan terhadap barang-barang milik terdakwa Ir. H. Mulyono Santoso yang kali ini menjadi fokus persidangan.

Sementara kedua saksi anggota polisi tersebut sering kali menjawab tidak tahu dan karena perintah pimpinan.

Pitra Romadoni Nasution, Abdullah Alkatiri dan Yudha 

"Sudara saksi, sebagai anggota kepolisian tentu saudara tahu bagaimana cara dan prosedur penangkapan. Apakah saudara tahu atas dasar apa saudara menangkap klien kami Ir. H. Mulyono Santoso?" tanya Pitra mengawali pertanyaan

"Saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan tugas dan perintah pimpinan" jawab saksi

"Siapa pimpinan saudara" kejar Pitra

"Ipda Yanuar" jawab saksi singkat

"Sebagai apa saudara Yanuar menurut saudara saksi" tanya Pitra melanjutkan

"Beliau sebagai Katim (Kepala Tim) kami" jawab saksi langsung

"Saudara saksi, berdasarkan keterangan saudara saksi didalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ini saudara saksi mengatakan bahwa klien kami Muluono Santoso ditangkap dengan tuduhan UU Darurat tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Apakah saudara melihat dan atau menemukan senjata api dan bahan peledak tersebut dirumah saudara Mulyono Santoso?" tanya Pitra pada saksi

"Tidak" jawab saksi spontan

"Saudara saksi, sebagai anggota polisi tentunya saudara mengerti betul prosedur dan cara orang bisa ditangkap. Yaitu laporan Polisi dan 2 bukti permulaan. Apakah saudara punya bukti permulaan tersebut sehingga saudara melakukan penangkapan terhadap klien kami Mulyono Santoso?" lanjut Pitra bertanya

"Tidak" jawab saksi singkat

"Lalu mengapa saudara melakukan penangkapan terhadap klien kami saudara Mulyono Santoso?" kejar Pitra

"Karena perintah pimpinan" jawab saksi pada Pitra

"Saudara Saksi didalam BAP saudara, saudara juga mengatakan bahwa Klien kami sudara Mulyono Santoso telah melakukan pemufakatan jahat secara rinci termasuk menyebutkan pasal-pasal nya dalam BAP ini. Apakah saudara saksi melihat bahwa saudara Mulyono melakukan pemufakatan jahat?" tanya Pitra lagi

"Tidak" jawab saksi lugas

"Saudara saksi, saudara saksi telah melakukan penangkapan terhadap saudara Mulyono Santoso dan mengambil Hand Phone nya. Apakah menurut saudara HP itu termasuk senjata api atau bahan peledak?" lanjut Pitra bertanya

"Saudara saksi, apakah saudara saksi tahu dan mengenal klien kami saudara Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng dan saudara Januar Akbar?" tanya Pitra mengakhiri pertanyaan seraya meminta agar kliennya Jalih Pitoeng dan Januar Akbar berdiri

"Tidak kenal" jawab saksi lagi

"Baik cukup jelas yang mulia. Terimakasih yang mulia" pungkas Pitra seraya menyerahkan kembali persidangan kepada ketua majlis hakim

Sebagaimana yang ditanyakan Pitra Romadoni Nasution, para penasehat hukum lainnya pun menanyakan terkait prosedur penangkapan dan pengeledahan serta penyitaan barang milik terdakwa yang menurut para penasehat hukum tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Suasana sidang online (Gambar : Lapas Pemuda kelas 2 A Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang)

Sementara para terdakwa menolak dan keberatan terhadap keterangan saksi karena tidak mengenal sama sekali dengan para saksi.

Jalih Pitoeng diakhir persidangan juga menyampaikan kekecewaannya dihadapan majlis hakim.

"Pak Pitoeng, bagaimana tanggapan saudara terhadap keterangan saudara saksi' tanya ketua majlis hakim

"Terimakasih yang mulia. Saya hanya mau mengatakan bahwa penangkapan saya, penahanan saya serta persidangan saya yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan perkara ini, maka saya ingin mengatakan bahwa ini adalah persidangang yang KREN...!!!. Terimaksih ungkap Jalih Pitoeng menyinggung dengan sindirannya dengan tegas

Demikian pula terdakwa  Januar Akbar yang mengungkapkan rasa keberatannya diakhir persidangan.

"Saya sangat keberatan yang mulia. Dan saya tidak kenal dengan para saksi. Lagipula saya tidak ada yang saya kenal disini. Kecuali Bang Pitoeng dan Damar yang mulia" ungkap Januar Akbar

Saat menghubungi tim redaksi, aktivis Jalih Pitoeng yang dikenal kritis dan lantang inipun mengungkapkan kekecewaannya.

"Saya ini kan hanya aktivis yang tetap istiqomah menyuarakan kebenaran. Saya juga tidak kenal dengan Yudi Ferdian dkk. Lalu kenapa Yudi yang buat molotov koq saya yang diseret-seret kedalam pusaran perkara Yudi Ferdian" ungkap Jalih Pitoeng, Selasa (28/04/2020)

Didesak pertanyaan mengapa dirinya mengatakan bahwa ini adalah persidangan paling kren, sosok yang tetap lantang dalam kebenaran ini menjawab dengan tegas.

"Saya tidak kenal dengan Yudi Ferdian. Dari sekian saksi bahkan seluruh saksi dalam 3 perkara tidak satupun yang mengenal saya. Demikian semua terdakwa. Baik yang berperkara di Jakarta Pusat maupun yang di Kota Tangerang juga menyatakan hal yang sama yaitu tidak mengenal Jalih Pitoeng. Kecuali Januar Akbar dan Damar. Nah terkait perkara Yudi Ferdian dkk sudah disidangkan di Jakarta Pusat bahkan sudah ada putusab pengadilan dari Jakarta Pusat. Sehingga ini merupakan sebuah penangkapan, penahanan serta persidangan yang aneh bagi saya. Maka saya sebut ini adalah persidangan paling kren!" jawab Jalih Pitoeng menerangkan secara tegas

Senada dengan Jalih Pitoeng dan Januar Akbar semua terdakwa dalam perkara tersebut menyatakan menolak dan keberatan atas keterangan saksi penangkapan dari kepolisian tersebut. Sidang atas perkara nomor 253 ini akan dilanjutkan pada Rabu 6 Mei 2020 dengan agenda melanjutkan mendengarkan keterangan saksi dari pihak kepolisian. (SB)
Komentar Anda

Terkini: