Tetap menghormati fatwa ulama, Jalih Pitoeng bersyukur bisa tunaikan sholat Jum'at di Lapas Pemuda Kota Tangerang

/ April 3, 2020 / 7:00 PM
Bagikan:
Bang Jalih Pitoeng (BJP)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Fatwa yang dikeluarkan oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyikapi musibah dunia tentang virus corona bahwa dihimbau untuk mengganti sholat Jum'at dengan sholat zhuhur dirumah, juga diberlakukan di Lapas Pemuda kelas 2 A kota Tangerang.

Hal tersebut dapat dilihat dengan ditiadakannya sholat Jum'at di masjid At-Taubah yang berada di blok A Lapas Pemuda kota Tangerang yang sejak Jum'at lalu tidak melaksanakan di masjid yang peresmian renovasinya ditandatangani oleh Wahidin Halim selaku Walikota Tangerang kala masih menjabat.

Akan tetapi sholat Jum'at tetap dilakukan di beberapa blok yang ada kelompok pengajian atau dikenal dengan istilah blok pesantren. Seperti pada blok B dan blok C yang menggelar sholat Jum'at.

Jalih Pitoeng salah satu terdakwa terduga ikut serta dalam perencanaan kerusuhan pada agenda plantikan presiden 20 Oktober 2019 lalu yang hadir dan ikut melaksanakan sholat Jum'at menyampaikan rasa syukur dan bahagianya.

"Saya bersyukur Alhamdulillah bisa melaksanakan sholat Jum'at hari ini bersama-sama dengan para napi" kata Jalih Pitoeng yang sempat menghubungi tim redaksi usai sholat Jum'at siang tadi, Jum'at (03/04/2020)

Dirinya juga membenarkan tentang adanya pelaksanaan sholat Jum'at bersama para narapidana didalam  Lapas Pemuda Kelas 2 A kota Tangerang.

Masih menurut aktivis betawi yang dikenal kritis ini bahwa menjalankan ibadah adalah hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang bahkan UUD 1945.

Ditanya bagaimana pendapatnya tentang fatwa MUI, terdakwa yang sejak 23 Januari 2020 menghuni penjara buatan Colonial Belanda inipun menjawab bijaksana.

"Itu kan fatwa MUI secara umum. Artinya didalam menyikapi gejala dan ancaman terjangkitnya wabah virus dunia Corona Covid-19 di masjid-masjid yang diduga dihadiri oleh jamaah yang berasal dari berbagai tempat yang bersifat heterogin" kata Jalih Pitoeng dengan bijaksana

"Kalau kami kan disini sebagian besar atau bahkan hampir seluruhnya adalah orang-orang yang kesehariannya juga bersama dan itu-itu saja. Maksudnya tidak ada orang lain yang dari lingkungan luar" sambung Jalih Pitoeng

Usai berdo'a setelah melaksanakan sholat Jum'at siang tadi, Jalih Pitoeng menyampaikan beberapa informasi dan tips-tips yang bermanfaat.

"Saudara-saudaraku para narapidana yang saya cintai dan Jamaah sidang Jum'at yang dimuliakan Allah, ijinkanlah saya menyampaikan beberapa hal penting terkait musibah corona" pinta Jalih Pitoeng ditengah jamaah

"Ada dua hal yang ingin saya sampaikan yaitu, yang pertama adalah terkait dengan SK Kemenkumham sebagaimana yang telah saya sampaikan pada saat diskusi kemarin, agar rekan-rekan mengurus tentang hak saudara-saudara terkait pembebasan berdasarkan SK menteri tersebut" lanjut Jalih Pitoeng

"Yang kedua, untuk menjaga dan menghindari terjangkitnya sebaran virus corona sekaligus meningkatkan imunitas tubuh, sahabat saya dr. Ida Suminar menyampaikan agar kita mengupayakan untuk menjemur badan khususnya bagian punggung selam 10 menit dibawah terik matahari pagi kira-kira pukul 9-10 pagi" lanjut Jalih Pitoeng menjelaskan

"Nah ini juga adalah bagian dari rahasia Allah yang tidak kita ketahui dan harus disadari bahwa ternyata Penjara adalah sebuah komunitas yang terpaksa bisa kita sebut sebagai karantina yang paling protektif. Atau barangkali kita lebih steril dari wabah corona" pungkasnya

Sementara menurut seorang pengasuh pondok pesantren At-Taubah yang ada di Blok B mengatakan bahwa langkah ini diambil karena kebijakan dari Kalapas yang meniadakan sholat Jum'at di masjid utama Lapas. (SB)
Komentar Anda

Terkini: