16 Tahanan Politik Rayakan Idul Fitri di Penjara Tua buatan Belanda

/ May 24, 2020 / 10:55 AM
Bagikan:
16 Tahanan Politik Rayakan Idul Fitri dari balik jeruji Penjara Belanda

SUARA BERKARYA.COM, TANGERANG - Gema Takbir berkumandang diatas langit sebuah penjara tua buatan colonial Belanda. Mungkin diluar sana banyak umat muslim yang tak melaksanakan sholat idul fitri karena masih diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh pemerintah akibat corona virus covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia.

Ditengah pandemi covid-19 yang kini juga melanda seluruh tanah air indonesia, para narapidana penjara tua buatan colonial Belanda ini justru mendapatkan berkah yang luar biasa.

Dimana mungkin diluar sana banyak masyarakat yang tidak bisa melaksanakan sholat ied, tapi disini justru sholat ied disemarakan oleh ribuan narapidan yang ada di Lapas Pemuda Kelas 2 A Kota Tangerang.

Para terdakwa perkara dugaan penggagalan pelantikan presiden 20 Oktober 2019 lalu juga ikut melaksanakan sholat idul fitri dalam penjara tua bersejarah ini.

Jalih Pitoeng salah satu terdakwa yang sempat diduga sebagai pembiaya perencanaan kerusuhan dan penggagalan pelantikan presiden Jokowi 20 Oktober tahun lalu, mengungkapkan rasa syukurnya usai menunaikan sholat ied.

"Alhamdulillah saya beserta 15 terdakwa lainnya bisa melaksanakan sholat ied di Lapas ini" ungkap Jalih Pitoeng, Minggu (24/05/2020)

"Ini adalah hari kemenangan umat islam diseluruh belahan dunia. Selain hari kemenangan bagi umat islam, ini juga menjadi hari kemenangan bagi kami semua para aktivis dan tahanan politik pejuang kebenaran dan keadilan" sambung Jalih Pitoeng

"Oh ya, dalam kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Mayjen Kivlan Zein yang pada tanggal 21 Mei kemarin dinyatakan bebas tanpa syarat" imbuh Jalih Pitoeng penuh apresiasi

"Kebebasan beliau menjadi indikasi bahwa kebenaran itu pasti menang. Karena sehebat apapun kezholiman itu pasti kalah dengan sebuah kebenaran" ungkap Jalih Pitoeng melanjutkan

"Demikian juga rekan-rekan perjuangan yang masih berada di Polda Metro Jaya, Rutan Salemba dan Cipinang. Semoga saya, kami disini serta kalian semua disana dapat segera dibebaskan oleh Allah SWT dengan cara yang dikehendakiNYA" pinta Jalih Pitoeng

"Tentunya melalui sebuah proses persidangan yang saat ini masih berlangsung. Dan untuk yang kesekian kalinya saya sampaikan bahwa hakim tidak akan menghukum seseorang yang tidak melakukan sesuatu kesalahan atau kejahatan" tegas Jalih Pitoeng penuh keyakinan.

"Dan kepada seluruh umat islam diluar sana khususnya para aktivis, mujahid dan mujahidah pejuang kebenaran, dihari kemenangan ini ijinkanlah saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1 Syawal 1441 H mohon maaf lahir dan bathin" pungkas Jalih Pitoeng. (SB)
Komentar Anda

Terkini: