Apa pesan Habib Bermulut Singa Bermental Baja kepada umat islam?

/ May 19, 2020 / 11:11 AM
Bagikan:
Habib Bahar Smith (Foto : Portal Islam)

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Baru dua hari menghirup udara bebas pasca kepulangannya dari Lapas Pondok Rajeg, Habib Bahar bin Smith dijemput lagi oleh pihak kepolisian dari Mapolres Bogor Selasa dinihari, (19/05/2020)

Pendakwah bermulut singa bermental baja ini tak merasa kapok masuk penjara demi rakyat dalam menyampaikan kebenaran.

Hal tersebut dibuktikan dengan kutipan singkat yang beredar melalui pesan berantai di berbagai group WhatsApp malam tadi saat dirinya menuju Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor - Jawa Barat.

Berikut kutipan pesan WhatsApp Habib Bahar Smith ;

MALAM HARI INI TEPAT JAM 2 SAYA DI JEMPUT KEMBALI UNTUK MASUK TAHANAN, DI OPER KE LAPAS GUNUNG SINDUR, KARENA CERAMAH SAYA WAKTU MALAM SAYA BEBAS !!!!
DEMI ALLAH SAYA TIDAK AKAN PERNAH KAPOK DAN LELAH DALAM MENYAMPAIKAN KEBENARAN DAN MELAWAN KEZALIMAN REZIM PENGUASA !!!!
KEPADA SEMUA UMAT ISLAM  DOAKAN SAYA !!!!!!
ALLAHU AKBAR !!!!!

BAHAR BIN ALI BIN SMITH  SELASA 19 MEI 2020

PERJALANAN KE LAPAS GUNUNG SINDUR

Terkait penangkapan dan penahanan kembali Habib Bahar bin Smith, aktivis yang juga dikenal sangat lantang menyuarakan kebenaran dalam berbagai orasi pada aksi unjuk rasa yang dipimpinnya, Jalih Pitoeng menyampaikan kekecewaannya.

"Sesungguh nya saya sangat perihatin dan kecewa. Tapi ya sudahlah. Saya sangat yakin bahwa itu sudah mau Nya Allah. Allah ingin menunjukan pada kita sebuah fenomena dimana kezholiman itu sangat takut dengan orang-orang yang bersuara lantang tentang kebenaran" kata Jalih Pitoeng, Selasa (19/05/2020)

Ditanya pendapatnya tentang informasi yang beredar mengenai penangkapan Habib Bahar akibat dilanggarnya aturan PSBB, ketua umum DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indobesia) yang kritis ini hanya tertawa kecil.

"Ya inilah Indonesia. Inilah pemerintahan Jokowi sebagaimana kita ketahui bersama" Jalih Pitoeng mengungkapkan kekecewaannya

"Banyak aturan yang kontroversi dan kontra produktif. Bahkan istilah ekstrim saya, pagi kedele sore toge. Lain penerapan untuk penguasa, beda pula bagi rakyat kecil dan ulama. Tapi saya tidak mau membandingkan dengan larangan sholat berjamaah dengan konser musik amal yang sangat menyakitkan hati rakyat khususnya umat islam" sambung Jalih Pitoeng menyindir

"Mungkin inilah cara Allah menunjukan agar rakyat dan umat mau menyadari pristiwa ke pristiwa untuk bisa IQRO secara komprehensif tentang berbagai kejadian dan pristiwa" pinta Jalih Pitoeng

"Ketika para habaib dan ulama serta aktivis yang menyuarakan kebenaran ditangkap, lalu siapa yang akan menyampaikan kebenaran. Tokoh-tokoh kritis pun juga dilaporkan atas kekuasaan dengan tuduhan yang bisa dikatakan sesuka mereka saja menerapkannya. Yang penting ditangkap. Sebagaimana yang saya alami saat ini" pungkas Jalih Pitoeng

Sebelumnya, Habib Bahar Smith juga telah menyampaikan hal yang sama dihadapan para jamaah dan santrinya saat menyambut kepulangan dirinya dari Lapas Pondok Rajeg, Sabtu 16 Mei 2020 yang baru saja berlalu.

"Selama kedua mata saya ini masih melihat kezholiman dan kemungkaran, maka saya tidak akan berhenti berjuang menyampaikan dan memperjuangkan kebenaran" ungkapnya saat malam pertama kepulangannya dari Lapas Pondok Rajeg. (SB)
Komentar Anda

Terkini: