Dari Rutan Salemba Gus Ali Ugkapkan Kekecewaannya Karena Tidak Bisa Berlebaran Bersama Keluarga

/ May 25, 2020 / 12:21 AM
Bagikan:
Emeralda Waskita Ali alias Gus Ali

SUARABERKARYA.COM, JAKARTA - Berbeda dengan Jalih Pitoeng dan para Tahanan Politik lainnya di Lapas kelas 2 A Kota Tangerang, salah satu terdakwa Emerlda yang kini ditahan di Rutan Salemba harus menelan kekecewaannya karena tak bisa melaksanakan sholat ied bersama rekan-rekan napi di Rutan Salemba.

Emeralda Waskita Ali, salah satu terdakwa yang sempat satu sel dengan Jalih Pitoeng saat masih di tahan oleh pihak Polda Metro Jaya ini, menuturkan kesedihannya karena tidak bisa melaksanakan sholat ied bersama rekan-rekan lainnya karena dibatasi jumlah jamaahnya.

"Sejujurnya saya sedih dan kecewa karena tidak bisa melaksanakan sholar ied bersama teman-teman saya sekamar dalam Rutan Salemba ini" kata Ali ungkapkan kekecewaannya, Minggu, (24/05/2020)

"Namun Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah bisa melaksanakan sholat Idul Fitri. Dan ini merupakan sebuah kehormatan dimana saya salah satu tahanan yang diijinkan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri" sambung Ali mensyukuri

Selain kesedihannya tidak bisa sholat Idul Fitri bersama dengan rekan sekamarnya, dirinya juga menyesalkan tidak bisa berlebaran bersama keluarga dirumah.

"Ini adalah pengalaman yang sangat menyedihkan bagi saya. Karena saya tidak bisa berlebaran bersama istri dan anak tercinta dirumah sebagaimana tahun-tahun sebelumnya" keluh Ali

Pria yang menamakan dirinya dengan sebutan Gus Ali ini sebelumnya ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya atas tuduhan melakukan provokasi massa melalui media sosial disaat mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPR MPR RI menjelang pelantikan presiden Jokowi Oktober 2019 lalu. Sehingga dirinya dijerat dengan UU ITE.

Majlis hakim memvonis 8 bulan penjara atas tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman 1 tahun 5 bulan penjara setelah mengalami 5 kali penundaan sidang.

"Saya besyukur divonis oleh hakim atas hukuman terhadap kasus saya yang telah diputuskan 8 bulan penjara" sambung Ali menjelaskan

"Itu artinya hanya tinggal 2 minggu lagi saya bebas" tegas Ali

Emeralda Waskita Ali bersama Jalih Pitoeng dkk saat masih di Polda Metro Jaya

Aktivis dan relawan yang kerap hadir saat aksi-aksi unjuk rasa damai dan konstitusional yang dipimpin oleh Jalih Pitoeng di depan gedung DPR MPRI RI ini juga mengaku bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah merupakan takdir Allah.

"Saya yakin bahwa pengalaman hidup yang pahit seperti ini adalah takdir Allah agar kita lebih mengingatNya" imbuh Ali

Ali juga menuturkan bahwa seharusnya dirinya dapat program asimilasi sebagai penerapan keputusan menteri hukum dan HAM.

"Seharusnya saya bisa diikut sertakan dalam program asimilasi. Tapi ternyata jaksa mempersulit surat vonis atas saya sehingga saya tidak dapat ikut program tersebut. Tapi nampaknya jaksa memang sengaja mentokin full masa tahanan saya. Sehingga saya yang  seharusnya bisa bebas sebelum lebaran dengan bantuan program asimilasi jadi tertunda untuk sementara waktu" sesal Ali kembali penuh kekecewaan

"Namun saya percaya bahwa semua ini adalah  kehendak Allah. Mungkin saya memang sudah ditakdirkan untuk berlebaran bersama para narapidana lainnya di Rutan Salemba ini" sambung Ali pasrah

"Dan saya ikhlas dengan semua ini karena waktunya juga sudah mepet. Mungkin saya akan lanjutkan kembali besok hari senin untuk memperjuangkan hak kebebasan diri saya" pungkas Ali penuh semangat. (SB)
Komentar Anda

Terkini: