Eggi Sudjana, JIMAT : Integritas dan Kapasitas

/ May 1, 2020 / 1:21 PM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana,SH., M.Si

JIMAT : Kajian Islam Jum'at (1 Mei 2020)

Oleh : Dr. Eggi Sudjana, SH.,M.Si

"INTEGRITAS DAN KAPASITAS"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan ALLAH, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
 (QS At Taubah : 20)

Bahwa yang dimaksud dalam kesempatan ini dikutip ayat Qur'an tsb karena secara integritas dan kapasitasnya terlihat menjadi satu kesatuan, karena ALLAH menghendaki berhijrah, jihad, korban jiwa dan harta itu SATU  NAFAS, maka orang2 yang disebutkan itu adalah orang yang mempunyai jati diri yang kongkrit aplikatif mewujudkan satu kesatuan  apa itu Inegritas dan apa itu Kapasitas, maka perlu kita buat batasannya sehingga jelas tidak simpang siur.

Integritas adalah jati diri seseorang yang memiliki sifat shidiq, fathonah, amanah, dan tabligh.Tentu dengan didasari keimanan dan ketakwaannya yang diwujudkan dalam sikap berlaku jujur, benar, dan adil.

Kapasitas adalah kemampuan seseorang yang cara berfikirnya memenuhi unsur objektif, sistematis, dan toleran, sehingga berkemampuan untuk mengolah dan mengatasi permasalahan kehidupan yang dihadapinya.

Bahwa kedua hal tersebut, integritas dan kapasitas itu sangat penting untuk menjadi syarat bagi orang-orang yang memegang amanah kekuasaan dalam suatu komunitasnya, kampung/desa, lurah, camat, walikota, bupati, gubernur, dan presiden serta wakilnya dimanapun di dunia ini, tergantung juga mekanisme hukum dan istilah pemerintahannya di negartersebut apa dan bagaimana. Namun yang jelas yang berlaku secara universal mendunia ditinjau secara objektif dan sistematisnya untuk predikat orang-orang yang menjadi pejabat/petinggi di suatu negara tersebut, haruslah memiliki integritas dan kapasitasnya sebagaimana yang telah didefinisikan.

Bahwa konsep dasar yang dimilikinya, yaitu integritas dan kapasitas dapat sangat menentukan untuk berjalan lancarnya dan suskes bagi kepemimpinan dimanapun orang tersebut berada karena berlaku secara universal mengenai integritas dan kapasitas itu dapat menjadikannya satu daerah atau negara yang dipimpinnya dapatlah dipastikan terdapat kedamaian, kesejahteraan, dan keadilannya bagi seluruh komponen rakyat yang dipimpinnya. Itulah sesungguhnya sosok pemimpin Islami yang sejati. Berbahagiala h kita yang beriman dan bertakwa kepada ALLAH SUBHANU WATA’ALA karena sosok pemimpin sejati itu ada pada contoh teladan Nabi Muhammad SAW sebagaimana disampaikan dalam wahyu-NYA QS 33: 21 dan 56

Al-Ahzāb : 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.

Al-Ahzāb : 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

Bahwa untuk dijadikan contoh dalam menjalani kehidupan ini, umat Islam telah memiliki sosok pemimpin Islam sejati melalui kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Yang menarik dikaji secara sejarah, tidak ada contoh teladan kepemimpinan yang berintegritas dan berkapasitas seperti Nabi Muhammad SAW karena contoh konkretnya adalah legasi sejarah melalui kepemimpinan Nabi Muhammad yang kemudian diteruskan melalui kepemimpinan para sahabatnya, seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, kemudian legasinya terus dilanjutkan  Bani Umayah, Bani Abbasiyah sampai kepada Turki Usmani 23 Maret 1924 M.

Jadi, dapat dibayangkan sistem pemerintahan Islami yang dikenal menjadi khilafah bertahan kurang lebih 1300 tahun. Tidak ada satu prestasi sejarah yang dilalui oleh siapapun di dunia ini yang memiliki integritas dan kapasitas sedahsyat yang dimiliki Nabi Muhammad SAW.

Lebih ditegaskan lagi kita semua tahu ada ideologi liberalisme dan kapitalisme dan juga ada ideologi Sosialisme dan Komunisme (QS 45 : 23 dan 24 JO QS 25 : 43 dan 44)

Dibandingkan dengan ideologi dunia yang banyak penganutnya di dunia ini, seperti liberalis-kapitalis dan Sosialis-komunis, akan tetapi jika ditanyakan personifikasi yang benar-benar siapa yang liberalis, kapitalis, sosialis, komunis.

Tunjukkan siapa contoh tokoh teladannya dari penganut ideologi-ideologi tersebut? Bahkan dikaitkan dengan sejarah kemanusiaan, contoh dari ideologi besar tersebut secara terang benderang pengaruhnya sudah berapa lama berlangsung ?

Bukankah di beberapa tempat seperti Uni Soviet, Yugoslavia telah hancur total bahkan bubar negara-negara tersebut.

Oleh karena itu, ada penelitian dari seorang penulis Michel H. Hart yang menulis 100 Tokoh yang berpengaruh dalam sejarah kemanusiaan, menempatkan Nabi Muhammad SAW adalah orang Nomor Satu yang paling berpengaruh jati dirinya, ajaran yang di bawanya, dan beberapa legasi lainnya yang mempengaruhi kurang lebih hampir 2 milyar orang menganut agama Islam, bahkan mungkin lebih dari 2 milyar. Bahwa dengan kita bangga sebagai umat Islam terhadap Nabinya, mestinya diikuti dengan taat kepadanya melalui mengikuti apa-apa yang menjadi perintah Allah dan Rasul-NYA sebagaiamana QS Ali Imran : 31.

Āli 'Imrān : 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Secara objektif, berakhirnya kekhalifahan Ustmani di Turki dan hingga kini tidak ada yang bisa dijadikan contoh teladan dalam konteks berbangsa dan bernegara, salah satu sebab utamanya adalah ketidaktakwaan kita semua yang mengimani Allah dan Rasul-NYA untuk benar-benar taat, tunduk, patuh, mengikuti sebagaimana disampaikan QS Ali Imran : 31 tersebut

Bahwa sesungguhnya dengan kekuatan cinta (power of love) kepada Allah dan Rasul-NYA lah kini mesti dibangkitkan kembali oleh kita semua yang merasa beriman dan berislam secara istiqomah untuk terus berjuang bagaimana saatnya tegak kembali sistem ajaran Islam yang sudah terbukti ribuan tahun berjalan, dibandingkan ideologi-ideologi lain yang belum seberapa umurnya dan tidak memiliki jati diri contoh teladannya, maka sudah pastilah benar bahwa ajaran agama Islamadalah agama yang sempurna dan akan dimenangkan atas agama yang lain, QS 48 : 27, 28, 29.

Al-Fath : 27

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggunduli rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.

Al-Fath : 28

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Al-Fath : 29

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.

Bahwa hari ini, 30 April 2020, diadakan rapat nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim melalui media sosial Zoom yang membahas mengenai Pandemik Covid 19, Perppu No.1 Tahun 2020, RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Kriminalisasi Pengemban Dakwah disaat Pandemik, dan Solusi Islam dalam Pandangan Advokat dan Sarjana Hukum Muslim terhadap perkembangan penegakkan hukum di Indonesia.

Pembicara Pertama Prof. Dr. Suteki (Guru Besar Undip Semarang); Dr. Abdul Khoir (Ketua HRS Center); Saudara Candra, SH (LBH Pelita Umat). Adapun BES sendiri selaku advokat senior diberi kesempatan sebagai penanggap oleh Ustadz Ahmad Khozinudin (Ketua LBH Pelita Umat).

Dalam pokok pembahasannya dari Prof. Suteki membicarakan tentang progresivitas dari hukum dan gagasan mengenai Indonesia baru, sedangkan Dr. Abdul Khoir menekankan tentang tidak benarnya mempertentangkan ajaran Islam dengan Pancasila, karena ajaran Islam merupakan intisari yang diadopsi ke dalam nilai-nilai Pancasila;
Sementara Chandra, SH. lebih banyak teknis membicarakan kasus-kasus yang ada, terutama penangkapan Ali Baharsyah karena dianggap menghina Presiden RI.

Sementara dari tanggapan BES, yang mengajukan pendekatan cara berfikir intelektual ilmiah dalam konteks kajian hukum secara OST JUBEDIL. Dalam tanggapannya, untuk membicarakan yang ilmiah tentu berkait dengan hal metodologinya dan kedua istilah yang dipakai dalamm paparan yang disampaikannya.

Dalam konteks metodologi, pendekatan berdiskusi secara intens dengan tinjauan filosofis, historis, sosiologis, dan yuridis. Untuk itu ada perbedaan antara BES dengan Prof. Suteki dalam memberikan istilah hukum progresif, karena dikesankan memandang sumber hukum Islam Al Quran dan Hadis seperti hukum positif. Artinya dapat berubah secara progesif jalan ke depannya. BES menanggapi tidak sependapat dengan istilah progresif karena alasan tersebut, kemudian BES menawarkan inovasi hukum yang berasal dari Al-Quran dan Hadist dalam kaitannya dengan persoalan kontemporer yang semua sedang dan akan kita hadapi.

Begitu juga dengan istilah Indonesia Baru, BES mempunyai gagasan tidak sependapat dengan istilah Indonesia Baru karena pernah ada juga sebelumnya istilah "Orde Baru" yang ternyata tidak ada pembaharuan yang signifikan bahkan kemudian terjadi reformasi yang berjalan sekitar 22 tahun sejak tahun 1998.

Kemudian BES memberi nama "Indonesia Bertakwa" karena parameternya jelas dan dalil-dalil pendukungnya pun sangat banyak, kuat,  dan bisa dipertanggungjawabkan.

Akhirnya dalam sesi tanya jawab, ketemulah satu pendapat, yaitu walaupun kita berbeda istilah, akan tetapi kita semua sama, satu muara bagaimana bisa berlakunya hukum-hukum ALLAH  yang berupa Syariat Islam di Indonesia.

Melalui penjelasan historis yuridis, bahwa Pancasila dan UUD 1945 pernah tidak berlaku selama 10 tahun (1949-1959), yang berlaku adalah UUD Sementara Tahun 1950.

Perlu diingat, dalam sejarah NKRI kembali kepada UUD 1945 dengan adanya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang perlu digarisbawahi kembali kepada UUD 1945 dengan dijiwai semangat Piagam Jakarta.

Adapun isi dari Piagam Jakarta yang populer adalah Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya yang dikenal dengan 7 kata dari Piagam jakarta.

Hingga hari ini secara yuridis masih berlaku. Oleh karena itu, jika kita kaum intelektual yang bersifat cara berpikirnya OST JUBEDIL, mestinya menerima berlakunya syariat Islam dalam berbangsa dan bernegara.

Akhirnya rapat ditutup dengan beberapa point    yaitu :

Menolak Perppu No. 1 Tahun 2020 dengan upaya telah ada yang melakukan judicial review oleh Amien Rais dan Din Syamsudin ke MK . Selanjutnya menolak pembahasan Omnibus Law karena dipastikan bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum yang ada dalam UUD 1945 dan Pancasila.

Point ini SUDAH DILAWAN OLEH PPMI (PERSAUDARAAN PEKERJA MUSLIM INDONESIA) yang dipimpin langsung oleh Presidentnya Daeng Wahidin dan Sekjend nya Zulkhair.

Kemudian BES MENYARANKAN  perlunya ada 3 ( tiga ) program ;

Pertama Melakukan UPGRADING BIROKRAT terhadap pendalaman dan pemahaman Al Quran, Sholat, Infak,  ( A S I )  sebagaimana firman ALLAH dalam Q.S. Fatir : 29.

Yang pada intinya ALLAH  menghendaki Al Quran selalu dibaca, dipelajari, dihayati, dan diamalkan. Sholat betul-betul dijaga, hingga sholat tiga dimensi sampai dengan sholat dalam arti syahid. Oleh karena itu, orang yang mati syahid tidak perlu disholatkan.Selanjutnya mengenai Infaq, perlu ada kajian khusus karena dalam islam tidak mengenal pajak, sumber pendapatan negara tidak diambil dari pajak yang ada zakat, infak, Sodaqoh.

Kedua, perlu adanya kajian hukum-hukum dasar dalam ajaran Islam untuk dikembangkan secara inovasi hukum untuk pada akhirnya bisa diterapkan hukum Islam di kemudian hari.

Ketiga, BES menyarakan perlunya penyatuan kurikulum khususnya utk fakultas hukum dan syariah agar benar-benar menyatu secara substansi, yaitu mempelajari, mendalami secara fakultatif hukum-hukum yang bersifat syariat dan hukum-hukum positif yang berasal dari kontinental Law. Sebagaiman kita ketahui di NKRI masih berlaku hukum buatan Penjajah Belanda berupa KUHP, KUH Perdata, dan lainnya.

Salam Ta’ziem,

BES = Bang Eggi Sudjana
Komentar Anda

Terkini: