Eggi Sudjana, Kajian Islam Rabu : Struktur Do'a

/ May 6, 2020 / 5:29 PM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

JIBU : Kajian Islam Rabu (6 Mei 2020)

Oleh : Dr. H. Eggi Sudjana, SH., M.Si

"STRUKTUR DO'A"

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bahwa dalam beribadah kepada ALLAH SUBHANUWATA’ALA puncak tertingginya adalah doa. Dengan kata lain, doa merupakan otaknya dalam beribadah kepada ALLAH SUBHANUWATA’ALA.

Kekuatan doa sangat berpengaruh dan menentukan untuk suatu perubahan yang dikehendaki oleh orang-orang yang berdoa. Adapun doanya terkabul atau berhasil merupakan pertemuan antara kehendak si pendoa dengan kehendak ALLAH yang universal telah menentukan segala kegiatan hidup di dalam lauhul mahfudz. Orang yang berdoa telah berupaya untuk menyesuaikan kehendak dirinya dengan kehendak yang Allah telah tentukan baginya. (QS Saba [34]: 3, 4)

Pada peristiwa lain dalam pengertian bertemunya atau berkesusaiannya antara usaha seseorang dengan kehndak ALLAH, maka itu yang disebut dengan takdir. Apabila takdir itu baik karena melalui rahmat Allah orang-orang tersebut telah melakukan perbaikan amal-amalnya dan tentunya ALLAH mengampuni dosa-dosanya asalkan orang tersebut benar-benar mentaati ALLAH dan Rasul-NYA. Sekali lagi dengan taat yang sungguh-sungguh. Maka, dalam pandangan ALLaH orang yang takwa itu adalah orang-orang yang mencapai kemenangannya yang agung (QS 33 : 71)

Sebaliknya, apabila takdir buruk yang menimpanya itu dapat dipastikan dikarenakan kesalahan dirinya sendiri yang tidak memperbaiki amal-amalnya dan sesungguhnya ingkar kepada ALLAH dan juga musyrik, bahkan sesungguhnya telah murtad karena pekerjaan yang dilakukannya atau amal-amal yang dilakukannya adalah merugikan dirinya sendiri karena pada hakikatnya tidak memahami apa yang ALLAH kehendaki bagi manusia yang sesungguhnya ALLAH kehendaki dalam penciptaan manusia itu untuk beribadah atau menyembah tunduk taat patuh menyerahkan dirinya sepenuh hati taat kepada ALLAH sebagaimana telah BES jelaskan dalam kajian mengenai SUJUD, INGKAR, dan PENGKHIANATAN.
Namun, mereka yang memang sudah ingkar tersebut justru menyalahkan takdir buruk yang diterimanya adalah kesalahan dari ALLAH SUBHANUWATA’ALA karena sesungguhnya manusia itu dominan untuk membantah / ingkar dan memutarbalikkan fakta, dikarenakan cara berpikirnya yang tidak OST JUBEDIL (QS An Nisa: 78,79; QS Al An’am : 19-27 JO QS 33 : 72,73; QS 33 : 63-70.

Bahwa dalam kesempatan ini BES tidak ingin menjelaskan hal ihwal tentang doa tapi lebih fokus menjelaskan berdasarkan BES Theory OST JUBEDIL mengapa doa merupakan puncaknya atau otaknya dari beribadah kepada ALLAH SUBHANUWATA’ALA. Oleh karena itu, berdoa yang ingin dijelaskan adalah sebagai berikut:

1. Doa adalah permintaan dari / permohonan dari hambanya kepada ALLAH SUBHANUWATA’ALA dengan rendah hati, suara lemah lembut, penuh harap, dan khawatir atau was-was terhadap permintaannya itu dikabulkan atau tidak namun dengan yakin usaha sampai dikabulkannya atau diijabahnya doanya tersebut oleh ALLAH SUBHANUWATA’ALA.

2. Berdoa   dalam bentuk lainnya sama dengan sholat. Maka, memohon peertolongan kepada ALLAH berdasarkan QS Al Baqarah : 45, ALLAH memerintahkan minta tolonglah pada dirinya melalui sabar dan sholat, bukan pergi ke dukun atau orang-orang pintar yang dianggap bisa memenuhi permintaanya. Hal tersebut dilarang keras dalam ajaran Islam karena sama dengan musyrik.

3. Sabar yang dimaksud di dalam konteks permintaan sebagaiman doa yang diajukannya kepada ALLAH maka ALLAH memerintahkan kepada hambanya yang beriman itu dengan cara sabar, yaitu tidak dengan fisik yang lemah, tidak dengan jiwa yang lesu atau tidak bersemangat, dan tidak dengan segala pikiran untuk menyerah kepada keadaan atau putus asa dari harapan ALLAH SUBHANUWATA’ALA. (QS 3: 144).

Adapun yang perlu dipahami meminta pertolongan melalaui sholat, sudi kiranya diperhatikan QS Al Baqarah : 46 yaitu melaksnakan sholatnya dengan khusyu dalam makna khusyu di sini, yaitu penuh keyakinan akan berjumpa dengan ALLAH SUBHANUWATA’ALA sebagaimana diterangkan QS 2 : 46.

Kemudian orang-orang yang dimaksud penuh keyakinan berjumpa dengan ALLAH itu digambarkan dalam QS 29 : 69, yaitu orang-orang yang yakin berjumpa dengan ALLAH akan diberi berbagai macam jalan atau dikabulkannya dari berbagai macam doanya dengan persyaratan orang-orang yang berdoa itu mestilah melalui proses berjihad secara sungguh-sungguh di jalan ALLAH agar usaha sampai ke surganya QS 3 : 142.

Di sisi lain, jalan yang ALLAH akan tunjukkan dalam kaitannya dengan berdoa yaitu ALLAH SUBHANUWATA’ALA menerangkan dalam .Q.S. 65 : 2, 3.
QS Aṭ-Ṭalāq : Ayat 2 nya
 ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

 Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,


QS Aṭ-Ṭalāq : 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

dan DIA memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya dan barang siapa bertawakal kepada ALLAH , niscaya ALLAH akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya ALLAH melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, ALLAH telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.

4. Berdasarkan pemahaman logika Quran tersebut jalannya dikabulkan doa Mereka yang berdoa atau memohon itu melalui tiga hal, yaitu :

Pertama, diberikan-NYA jalan keluar / solusi bagi setiap problema yang dihadapi oleh orang-orang bedoa tersebut.

Kedua, diberikan-NYA rezeki yang tak terhinga dan tak terduga atau hal-hal yang bersifat Surprise.

Ketiga, diberikan-NYA segala keperluannya dengan rasa cukup. Jadi, beda dengan banyak. Maksudnya, banyak belum tentu cukup, jika punya perasaan cukup maka sudah pasti jauh lebih banyak.

Bahwa, bila kita semua menyadari dengan 3 hal penting tersebut, dalam kaitannya responsif ALLAH SUBHANUWATA’ALA untuk menjawab seluruh hambanya yang berdoa kepada-NYA. Maka, secara OST JUBEDIL dapatlah dipersaksikan dalam kehidupan di seluruh dunia dan berlaku pada siapa saja , bahwa tiga hal yang telah disebutkan tersebut tidak dapat dipungkiri secara objektif dan sistematisnya sehingga harusnya semua orang yang mempunyai akal sehat toleran terhadap kebenaran Al Quran bukan malah menantangnya.

Oleh karena itu, mereka yang menentang atau ingkar atau mendustai ayat Al Quran tersebut , dipastika cara beripikir dan bersikapnya tidak jujur, tidak benar ,dan tidak adil. Kita bisa berdiskusi secara intelektual, tidak ada manusia yang tidak punya masalah. Maka, yang diharapkan dari maslah itu adalh jalan keluar atau solusinya.

Akan tetapi , bagi mereka yang bodoh dan sombong, justru dengan dibacakannya atau didengarkannya Al Quran mereka tersumbat telinganya dengan kata lain tidk ada informasi banding yang menjadi informasi kepada telinganya dan juga matanya meskipun melihat adanya kebenaran, mereka tetap saja tidak beriman kepada ALLAH karena hatinya tertutup oleh kepentingan duniawi yang tidak seberapa itu. Bahkan mereka lebih jauh melecehkan Al Quran, diatakan Al Quran ini hanyalah DONGENG orang-orang terdahulu.

Bahkan mereka melarang orang lain untuk mendengarkan Al Quran dan mereka sendiri menjauhkan dirinya daripada Al Quran. Inilah sesungguhnya perilaku bodoh dan sombong yang sebenarnya yang pada akhirnya justru membinasakan diri Mereka sendiri tetapi Mereka tidak menyadarinya, dan pada akhir hidupnya di akhirat nanti mereka itu baru menyesali setelah dihadapkan kepada Neraka yang siksanya sangat pedih dan abadi.

Akhirnya mereka berkata, “seandainya kami dikembalikan ke dunia, tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”. Hal inilah yang dinamakan penyesalan karena terjadinya setelah berakhirnya kehidupan ini. Jika sejak awal dia menyadari itu namanya pendaftaran menjadi orang-orang yang beriman. Lihatlah QS 6 : 25, 26, 27.

Selanjutnya dalam konteks rezeki yang tidak terduga atau tak terhingga di seluruh dunia siapapun orangnya dan apapun agamanya untuk menjalani kehidupan ini adalah diperlukan rezeki. Tidak ada manusia dapat hidup tanpa rezeki, apakah berupa sandang, pangan, papan, ataupun kehidupan hidup lainnya.

Dalam hal ini ALLAH memberikan perumpamaan yaitu dua orang laki-laki, yang seorang kafir tersebut, diberi dua buah kebun anggur dan di kelilingi pohon-pohon kurma , juga di antara keduanya dibuatkan ladang, juga menghasilkan buahnya dan tidak berkurang sedikitpun serta di celah kedua kebun itu dialirkan sungai, bahkan sampai orang kafir tersebut berbicara dengan orang beriman laki-laki yang satunyalagi, mengatakan, “hartaku lebih banyak daripada hartamu dan lebih kuat”. Kemudian orang kafir tersebut berjalan dengan angkuh dan kesombongannya memsasuki kebunnya tersebut, sambil berucap, “aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya dan dengan sesumbarnya aku kira hari kiamat itu tidak akan datang.

Adapun kawannya yang beriman sebagai laki-laki yang satunya tadi, mengingatkan orang kafir tersebut dengan ucapan, “apakah engkau ingkar kepada Tuhan yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani lalu dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna ? Lalu orang yang beriman itu meneruskan, bahwa dialah ALLAH, Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu apapun. Kemudian diingatkan lagi, mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapakan MASYA ALLAH, "laa quwwata illa billah" (sungguh, atas kehendak Allahlah semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan ALLAH.

Kemudian dalam peristiwa itu diceritakan dalam Al Quran, kebun orang yang kafir tersebut dikirimkan oleh ALLAH petir dari langit ke kebunnya itu, sehingga kebunnya itu menjadi ludes, licin bersama tanah, dan airnya menjadi surut ke dalam tanah dan akhirnya tidak akan dapat menemukannya lagi kebun itu. Akhirnya orang kafir tersebut membolak-balikkan kedua telapak tangganya tanda menyesal dengan berkata, “betapa sekiranya dahulu, aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu apapun, dan kemudian untuk ibrah bagi kita semua, perumpamaan kehidupan di dunia ini ibarat air hujan yang diturunkan oleh ALLAH dari langit sehinga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi, kemudian akhirnya tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin.

Oleh karena itu, harus disadari penuh ALLAH SUBHANUWATA’ALA maha kuasa atas segala sesuatu , yang dapat mendatangkan rezeki yang banyak ,akan tetapi juga dapat menghilangkan seketika melalui bencana alam ata peristiwa lainnya yang membinasakan, meluluhlantahkan dan menghilangkann harta bendanya yang banyak yang telah dimilikinya tanpa kompromi.

Selanjutnya mengenai, dicukupkannya segala keperluannya tersebut dapatlah dimengerti oleh kita semua melalui perumpamaan dua orang yang satu kafir dan satu beriman sebagaimana telah disebutkan sebelumnya,  dimana orang-orang kafir merasa dapat banyak rezeki tapi kufur nikmat kepada ALLAH bahkan dengan kebodohan dan kesombongannya menyatakan bahwa usahanya tersebutlah yang membuat dia berhasil, padahal telah disadarkan oleh orang beriman, bahwa haruslah disadari seluruh harta benda yang kita nikmati sekarang adalah dari ALLAH SUBHANUWATA’ALA maka kita wajib mengucapkan MASYA ALLAH atas segala pemberian ALLAH tersebut dan "la quwwata illa billah" tanpa pertolongan dari ALLAH SUBHANUWATA’ALA karena sesunguhnya harta dan anak anak, atau keluarga atau perhiasan dunia ini semua berasal dari ALLAH dan akan kembali kepadanya. Yang abadi adalah rasa cukup terhadap pemberian ALLAH tersebut walaupun dalam nominalmhya sedikit atau banyak itu tidak penting, karena yang terpenting adalah rasa cukup merasakan nikmat dari Allah. Itulah manisnya iman karena taat, tunduk patuh kepada ALLAH dan mengikuti rasul-NYA (QS 18 : 32-46 JO QS 57: 3, 4 JO QS 6 : 59 JO QS 2 : 225, 255, 284-286.

Bahwa dengan penjelasan yang sangat jelas tersebut sebelumnya dapatlah kiranya kita buatkan struktur doa, yaitu:

1. Meminta/memohon kepada ALLAH SUBHANUWATA’ALA dengan disertai pujian kepada-NYA dan sekaligus memohon ampunan-NYA , lebih bagus pengakuan akan dosa2 nya dan tekad bertobat.

2. Melantunkan salawat kepada Nabi MUHAMMAD SAW sebagai penghormatan dan penghargaan atas perjuangan / jihadnya beliau sehingga diajarkannya Al Quran yang penuh dengan segala macam mukjizatnya dan kemudian beliau mengajarkannya kembali kepada umatnya yang benar-benar mengakui dan meyakini beriman kepadanya.

3. Di dalam berdoanya harus disertai rasa rendah diri di hadapan ALLAH, tunduk patuh tak bedaya menyatakan kecilnya dirinya dan menyadari besarnya ALLAH SUBHANUWATA’ALA dengan segala keagungannya dan pujiannya. Kemudian dengan suara lemah lembut penuh harapan tapi juga disertai kekahwatiran atau was-was namun tetap diungguli oleh keyakinannya yang akhirnya usaha sampai terpenuhinya atau dikabulkannya doanya tersebut.

Bahwa dengan syukur, doa tersebut, demi ALLAH bila itu dilaksanakan atau diamalkan dapatlah dipastikan doanya dikabulkan atau diijabah oleh ALLAH SUBHANUWATA’ALA yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Pengampun.

Akhirnya jangan lupa setelah terkabulnya dioa atau belum dikabulkannya doa tetap harus dilalui proses ikhlas, sabar, takwa, dan bersyukur kepada-NYA.

Bahwa , kiranya dalam berdoa kita kepada ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA , perlu melihat contoh2 DOA dari para Nabiullah dalam pentas sejarah yang di abadikan
DALAM AL QURAN , Yaitu Sebagai  Berikut :
1. 1 - Al Fatihah(6-7) : Doa memohon petunjuk
2. 1 - Al Baqarah(126) : Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ketika membangun Ka'bah
3. 1 - Al Baqarah(127-128) : doa kebaikan dunia akhirat
4. 2 - Al Baqarah(201) : doa kebaikan dunia akhirat
5. 2 - Al Baqarah(250) : doa pasukan thalut ketika melihat musuh
6. 3 - Al Baqarah(255) : Ayat kursi
7. 3 - Al Baqarah(285-286): Doa orang mukmin
8. 3 – Al Imran(8-9) : Doa memohon konsistensi hati dan petunjuk
9. 3 – Al Imran(16) : Doa orang yang mendapatkan surga
10. 3 – Al Imran(26) : Doa mengakui kebesaran Allah
11. 3 – Al Imran(38) : Doa Nabi Zakaria unutk mendapatkan anak yang baik
12. 3 – Al Imran(53) : Doa pengikut Nabi Isa
13. 4 – Al Imran(147) : Doa orang yang berperang Bersama Nabi Muhammad
14. 4 – Al Imran(173) : Doa menghadapi musuh
15. 4 – Al Imran(147) : Doa orang yang mengagumi ciptaan Allah
16. 7 – Al Maidah(83) : Doa orang Nasrani yang beriman karena sadar atas kebenaran Al Quran dan Nabi Muhammad sebagaimana yang mereka ketahui dari kitabnya
17. 9 – Al A’raf(23) : Doa Nabi Adam dan siti Hawa setelah memakan buah Khuldi yang dilarang Allah
18. 9 – Al A’raf(47): Doa penghuni surge ketika melihat neraka
19. 9 – Al A’raf(89): Doa Nabi Syuaib menghadapi kaumnya
20. 9 – Al A’raf(126) : Doa para ahli sihir Fir’aun ketika hendak menghadapi siksa fir’aun karena beriman kepada Nabi Musa setelah mereka dikalahkan mukjizat Nabi Musa
21. 9 – Al A’raf(151) : Doa Nabi Musa untuk Fir’aun
22. 9 – Al A;raf(155-156) : Doa Nabi Musa meminta ampunan bagi kaumnya
23. 11 – Yunus(85-85) : Doa Nabi Musa dan Nabi Harun menghadapi Fir’aun
24. 12 – Hud(47) : Doa Nabi Nuh yang memohon ampunan atas kekeliruannya karena ingin menyelamatkan anknya dari banjir besar tetapi ditegur oleh Allah
25. 13 – Ibrahim(35-41) : Doa-doa Nabi Ibrahim
26. 15 – Al Isra(24) : Doa untuk kedua orang tua
27. 15 – Al Isra(80) : doa sholat Tahajud
28. 15 – Al Kahfi(10) : Doa penghuni goa ashabul Kahfi
29. 15 – Taha(25-28) : Doa memohon kelapangan hati
30. 16 – Taha(114) : Doa Belajar
31. 17 – Al Anbiya(83) : Doa Nabi Ayyub tentang penyakitnya
32. 17 – Al Anbiya(87) : Doa Nabi Yunus dalam perut ikan
33. 17 – Al Anbiya (89) : Doa Nabi Zakaria agar memperoleh keturunan
34. 17 – Al Anbiya (112) : Doa Nabi Muhammad menghadapi pertentangan penduduk Mekkah
35. 18 – Al Mu’minun(26) : Doa Nabi Nuh menghadapi kaumnya
36. 18 – Al Mu’minun(29) : Doa Nabi Nuh ketika berada diatas bahtera
37. 18 – Al Mu;minun(39) : Doa Nabi Hud menghadapi kaumnya
38. 18 – Al Mu’minun(93-94) : Doa Nabi Muhammad
39. 18 – Al Mu’minun(97-98) : Doa Nabi Muhammad
40. 18 – Al Mu’minun(109) : Doa segolongan hamba
41. 18 – Al Furqon(65-66) : Doa dijauhkan dari azab Jahannam
42. 18 – Al Furqan(74) : Doa hamba Allah untuk mencapai kemuliaan
43. 19 – Asy Syuara(83-89) : Doa Nabi Ibrahim
44. 19 – Asy Syuara(117-118) : Doa Nabi Nuh menghadapi kaumnya
45. 19 – Asy Syuara(169) : Doa Nabi Lut ketika melihat kaumya melakukan seks sesame jenis
46. 19 – An Naml(19) : Doa Nabi Sulaiman atas karunia yang diperolehnya dari Allah
47. 20 – Al Qasas (16-17) : Doa Nabi Musa ketika menyesali perbuatannya karena memukul sesorang hingga meninggal dunia
48. 20 – Al Qasas(21) : Doa Nabi Musa ketika hendak meninggalkan Mesir setelah peristiwa pembunuhan
49. 20 – Al Qasas(22) : Doa Nabi Musa ketika menuju negeri Madyan
50. 20 – Al Qasas(24) : Doa Nabi Musa setelah menolong dua perempuan yang hendak memberi minum ternak mereka
51. 20 – Al Ankabut(30) : Doa Nabi Lut untuk kaumnya yang berbuat sesat
52. 23 – Ash SHaffat (100): Doa Nabi Ibrahim agar mendapatkan anak saleh
53. 24 – Gafir(7-9) : Doa para malaikat untuk orang-orang yang beriman
54. 26 – Al Ahqaf(15) : Doa untuk kedua orang tua dan keturunan
55. 27 – Al Qamar(10) : doa Nabi Nuh menghadapi hinaan kaumnya
56. 28 – Al Hasyr(10) : Doa orang-orang yang dating setelah muhajirin dan anshor
57. 28 – Al Mumtahanah(4-5) : Doa Nabi Ibrahim
58. 28 – At Tahrim (8) : Doa Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman
59. 28 – At Tahrim(11) : Doa istri Fir’aun
60. 29 – Nuh(26) : Doa Nabi Nuh atas kaumnya yang inkar
61. 29 – Nuh (28) : Doa Nabi Nuh untuk kedua orang tuanya dan kaumnya yang beriman
62. 30 – Al Falar(1-5) : Doa memohon perlindungan kepada Allah
63. 30 – An Nas(1-6) : Doa memohon perlindungan kepada Allah. (SB)

Salam Ta'ziem,

BES = Bang Eggi Sudjana
Ketua Dewan Pendiri PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia)
Komentar Anda

Terkini: