Eggi Sudjana : Sholat Idul Fitri 1441 H harus dilakukan di Masjid-masjid atau Lapangan Terbuka bukan di Rumah

/ May 23, 2020 / 5:32 AM
Bagikan:
Dr. H. Eggi Sudjana, SH.,M.Si

SHOLAT IDUL FITRI 1441 H HARUS DILAKUKAN DI LAPANGAN TERBUKA ATAU DI MASJID-MASJID BUKAN DIRUMAH

Bahwa pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 syawal 1441 H haruslah mengikuti Alquran dan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah Pelaksanaannya dilakukan di Lapangan terbuka atau Masjid Bukan Dirumah. Baca QS. Al Baqarah ayat 125: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

Menurut Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram) Al-Baqarah Ayat 125, Bahwa : Dan ingatlah ketika Allah menjadikan Baitul Haram (Ka'bah) sebagai tempat kembalinya manusia yang membuat hati mereka selalu tertambat kepadanya. Setiap kali mereka pergi meninggalkannya, mereka selalu kembali lagi kepadanya. Dan Kami jadikan Ka'bah itu sebagai tempat yang aman bagi mereka, tidak ada yang boleh dizalimi di sana. Dan Allah berfirman kepada manusia, “Jadikanlah batu (maqam Ibrahim) yang pernah digunakan oleh Ibrahim sebagai pijakan kaki ketika berdiri untuk membangun Ka'bah sebagai tempat untuk menunaikan salat.” Dan Kami berpesan kepada Ibrahim dan putranya, Ismail agar mereka membersihkan Baitul Haram dari berbagai kotoran dan berhala, serta mempersiapkannya untuk siapa saja yang hendak beribadah di sana dengan melaksanakan tawaf, i'tikaf, salat dan lain-lain.
QS. Attaubah ayat 18 : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat Ied tidak pernah di rumah diriwayatkan Dari Ummu Athiyyah RA berkata: "Kami dahulu diperintahkan untuk keluar pada hari raya sehingga para gadis juga keluar dan perempuan yang sedang haid pun keluar rumah. Mereka berada di belakang jemaah sholat, mereka bertakbir sebagaimana jemaah lain bertakbir, mereka berdoa dengan doa para jemaah, mereka berharap keberkahan hari itu." (HR. Bukhari).
Dalam sebuah hadis riwayat At Tirmidzi disebutkan, “Dan dari Ali Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki.”
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir. (Dikeluarkan dalam As Silsilahh Ash Shahihah no. 171).

Dalam konteks konstitusi dalam penegakan dan penghormatan Allah Subhanahu Wata’ala Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa Juncto Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Bahwa umat Islam melaksanakan hari raya keagamaannya haruslah dilindungi oleh Negara/Pemerintah sesuai dengan Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 berbunyi "negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing- masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu."..

Sehingga apabila ada himbauan dari Pemerintah, Gubernur se Indonesia (khususnya Gubernur DKI Jakarta Bpk. Anies Baswedan), Bupati dan Walikota se Indonesia serta para Ulama atau oknum-oknum yang ada di MUI yang melarang Sholat Ied dilaksanakan di Rumah itu bertentangan dengan Alqur’an, Hadist Nabi Muhammad SAW dan Konstitusi NKRI jadi kepada seluruh umat Islam sebagai bukti keIslamannya harusnya tunduk dan patuh kepada perintah Allah dan Rasulnya bukan kepada Pembesar-pembesar Jahat yang melarang dan menghalang-halangi umat Islam untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri di Lapangan terbuka atau Masjid-masjid dengan alasan apapun krn dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan mengikuti protap/SOP penanganan Covid 19 dengan melakukan social distancing dan tetap menjaga kebersihan, sehingga ancaman Allah kepada pihak-pihak yang menghalang-halangi apalgi melarang Sholat Ied di Lapangan terbuka atau dimesjid-mesjid telah dijelaskan dalam Alqur’an Surah Al Baqarah ayat 114 yang artinya : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid (Imam Masjidil Haram)
QS. Albaqarah 114. Tidak ada yang lebih zalim dari orang yang melarang disebutnya nama Allah di masjid-masjid-Nya; dia melarang salat, zikir dan membaca Al-Qur`ān di masjid. Dan dia berusaha keras untuk mengosongkan dan merusak masjid dengan cara merobohkan bangunannya atau melarang kegiatan ibadah di masjid. Orang-orang yang berusaha merobohkan masjid-masjid Allah itu tidak sepatutnya masuk ke dalam masjid kecuali dalam keadaan ketakutan dan hati yang gemetar, karena mereka menyimpan kekafiran dan menghalangi-halangi umat untuk memakmurkan masjid-masjid Allah. Mereka akan mendapatkan kehinaan dan kenistaan di dunia di tangan orang-orang mukmin. Dan di akhirat mereka akan mendapatkan azab yang berat karena menghalang-halangi manusia dari masjid-masjid Allah.

Maka dari itu saya Dr. H. Eggi Sudjana Mastal, SH. MS.i menyerukan kepada semua umat Islam untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 H di Lapangan terbuka atau di Masjid-masjid dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan Protap Penanganan Covid 19 dengan menjaga kebersihan dan melaksanakan social distancing dengan baik dan benar

WAHAI MANUSIA TAKUTLAH ENGKAU, HANYA KEPADA ALLAH SUBAHANU WATA’ALA SESUNGGUHNYA ALLAH SUBAHANU WATA’ALA SEBAIK-BAIK PELINDUNG DAN SEBAIK-BAIK MEMINTA PERTOLONGAN

Bogor, 23 Mei 2022
Salam Takziem

Dr. H. Eggi Sudjana Mastal
Komentar Anda

Terkini: