Pitra Romadoni dan Alkatiri Kuliti Saksi Ahli

/ May 20, 2020 / 10:00 PM
Bagikan:
Tim Penasehat Hukum Perkara 252, 253 & 254 saat sidang online di PN Kota Tangerang

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Sesi kedua sidang online yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tangerang atas perkara nomor 253 terkait dugaan tindakan pemukatan jahat, pihak jaksa penuntut umum menghadirkan Dr. Elhan Saefuddin, S.Si, M.Hum sebagai saksi ahli bahasa, Rabu (20/05/2020)

Sidang yang digelar bertepatan dengan 27 Ramadan 1441 H tersebut hanya berkutat tentang prasa perkumpulan dan perhimpunan

"Saudara ahli, disini saudara dihadirkan sebagai saksi ahli bahasa. Apakah saudara tahu perkara apa saudara diminta sebagai saksi ahli" tanya Alkatiri mengawali pertanyaan selaku penasehat hukum terdakwa, Rabu (20/05/2020)

"Karena keterangan saudara disini dalam perkara yang berbeda" lanjut Alkatiri

"Saya tidak ingat. Yang saya tahu diminta sebagai saksi ahli bahasa" jawab saksi menjelaskan

"Saudara ahli, apa pemahaman saudara tentang perkumpulan dan perhimpunan. Coba saudara jelaskan tentang pemahaman saudara" tanya Alkatiri

"Perkumpulan adalah sekelompok orang yang lebih dari satu orang dengan tujuan yang sama" jawab saksi ahli

"Disini, didalam dakwaan tentang perkumpulan yang dimaksud dalam dakwaan sesuai pasal 169 KUHP adalah suatu perkumpulan dengan niat akan melakukan tindakan kejahatan. Pertanyaannya adalah apakah perkumpulan itu sama dengan perhimpunan" tanya Alkatiri lagi

"Perkumpulan adalah terdiri dari satu orang lebih sedangkan perhimpunan adalah sebuah organisasi yang memiliki pengurus" jawab saksi ahli menjelaskan

"Baik. Kita lanjutkan. Apakah orang yang bertamu hanya datang sekali dan berkumpul bisa disebut sebuah perkumpulan" pancing Alkatiri

"Ya tergantung tindakan yang akan dilakukan" jawab saksi ahli lagi

"Saudara saksi, yang dimaksud perkumpulan atau lebih tegasnya perhimpunan yang dimaksud dalam pasal 169 KUHP adalah sebuah perkumpulan resmi. Apakah orang yang hanya bertamu sekali kemudian mendengarkan sebuah pembicaraan dapat disebut perkumpulan" kejar Alkatiri

"Ya bisa saja. Seperti perkumpulan arisan misalnya" jawab saksi ahli dengan mencontohkan kelompok arisan

"Saudara ahli, apa yang saudara fahami berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tentang perkumpulan" tanya Alkatiri melanjutkan

"Perkumpulan atau perhimpunan adalah sekelompok orang yang lebih dari satu orang dalam sebuah kelompok dan resmi atau formal" terang saksi

"Artinya, perkumpulan dimaksud adalah perhimpunan yang resmi" sambut Alkatiri

"Ya. Ada perkumpulan formal dan informal" jawab saksi ahli membenarkan Alkatiri

Alkatiri juga membacakan tentang arti dan maksud perkumpulan sebagaimana termaktub dalam kalausul yang terkandung didalam undang-undang tentang organisasi masyarakat (ormas) terkait prasa perkumpulan atau perhimpunan

Tak berbeda dengan Alkatiri, Pitra Romadoni Nasution juga mencecar seputar prasa perkumpulan dan perhimpunan.

"Saudara ahli, disini saudara dihadirkan dalam persidangan yang mulia ini untuk diminta keterangan saudara berdasarkan keahlian saudara tentang perkumpulan dan perhimpunan. Pertanyaannya adalah, apakah orang yang datang bertamu dan hanya sekali, lalu makan-makan, bincang-bincang itu termasuk perkumpulan" tanya Pitra mengawali pertanyaannya pada saksi ahli

"Ya bisa. Ikut campur dalam sebuah perkumpulan namanya"
 jawab ahli

"Berarti orang yang berkumpul dipasar atau kumpul bersamaan dalam satu meja, makan bakso misalnya bisa disebut sebagai perkumpulan" kejar Pitra

"Tidak itu bukan sebuah perkumpulan"

"Lalu bagaimana pemahaman saudara berdasarkan keahlian saudara tentang makna perkumpulan dan perhimpunan" tanya Pitra melanjutkan

"Perkumpulan adalah perhimpunan sekelompok orang dengan maksud dan tujuan yang sama" jawab saksi ahli menjelaskan

"Saudara ahli, saudara disini diminta keterangannya sebagai ahli bahasa terkait tentang hukum yang tercantum dalam pasal 169 KUHP. Berdasarkan undang-undang ormas tentang perkumpulan atau lebih tegasnya perhimpunan, itu sekurang-kurangnya harus memiliki akta notaris sebagai sebuah organisasi dalam sebuah perkumpulan untuk didaftarkan ke Dirjen AHU (Red-Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum) pada kementerian hukum dan HAM. Artinya perkumpulan dan perhimpunan itu adalah sebuah organisasi resmi dan berbadan hukum" ungkap Pitra menjelaskan dengan rinci

"Ya betul. Perkumpulan atau perhimpunan organisasi resmi" jawab saksi ahli

"Jadi sepakat ya bahwa perkumpulan adalah perhimpunan yang resmi ya" lanjut Pitra dengan nada tanya

"Ya" jawab saksi ahli spontan

"Baik. Terimakasih yang mulia" pungkas Pitra seraya menyerahkan kembali kepada ketua majlis hakim

Kemudian pertanyaan terhadap saksi ahlipun dilanjutkan oleh penasehat hukum lainnya yaitu Sofyan Karim yang masih berkutat mengenai makna kumpul, kumpul-kumpul dan perkumpulan.

"Saudara ahli, saudara sudah menyampaikan dan menjawab pertanyaan dari tim kami dengan panjang lebar dan muter-muter. Namun justru saya semakin tidak mengerti tentang pemahaman saudara" ungkap Sofyan Karim

"Saudara ahli, berdasarkan pengalaman saudara, berapa kali saudara diminta untuk menjadi saksi ahli dan dalam perkara apa saja" tanya Sofyan

"Saya baru pertama kali ini sebagai saksi ahli" jawab saksi ahli

"Oh begitu" guman Sofyan Karim

"Saudara ahli, saudara disini hadir sebagai ahli bahasa. Mohon saudara jangan menjual keilmuan dan keahlian saudara" lanjut Sofyan meminta pada ahli.

Seperti biasanya ketua majlis hakim selalu menanyakan kepada para terdakwa tentang keterangan yang disampaikan oleh saksi. Baik menolak atau menerima keterangan saksi.

Dari semua terdakwa yang hadir di ruang sidang online Lapas kelas 2 A kota Tangerang menolak apa yang disampaikan saksi ahli tersebut.

Jalih Pitoeng yang hadir sebagai terdakwa atas perkara 253 yang menyeret-nyeret dirinyapun tambah bingung saat ditanya oleh majlis hakim.

"Bagaimana pak Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng" tanya ketua majlis hakim.

"Terimakasih yang mulia. Saya mungkin agak berbeda. Saya bukan hanya menolak tapi juga bingung yang mulia" jawab Jalih Pitoeng

Jalih Pitoeng juga menuturkan apa yang mendasari dirinya menolak keterangan saksi ahli Dr. Erlan Saefuddin, S.Si, M.Hum pada akhir persidangan.

"Berdasarkan keahliannya saudara saksi ahli sepakat bahwa perkumpulan itu adalah perhimpunan sebuah organisasi yang resmi dan berbadan hukum. Sementara didalam kepentingan perkara ini kumpul-kumpul juga bisa disebut sebagai sebuah perkumpulan. Bingung kan" pungkas Jalih Pitoeng berbalik bertanya (SB)
Komentar Anda

Terkini: