17 Terdakwa Mencabut BAP dipenghujung Masa Persidangan

/ June 5, 2020 / 9:00 PM
Bagikan:

Sidang Perkara No. 252, 253 & 254 (Online)

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Sebagi sidang lanjutan dari sebelumnya, sidang ke 20 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mahkota dilanjutkan kembali secara online di Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Jum'at (05/06/2020)

Sidang lanjutan dengan agenda yang sama kali ini digelar untuk mendengarkan keterangan saksi mahkota oleh masing-masing terdakwa khususnya bagi para terdakwa perkara bernomor 253 terhadap perkara nomor 252 dengan terdakwa tunggal Laksamana Pertama TNI (Purn) Drs. Soni Santoso dan perkara bernomor 254 atas terdakwa Dr. Ir. Abdul Basith, M.Sc terkait tuduhan pembuatan bom ikan yang dikait-kaitkan dengan dugaan perencanaan kerusuhan menjelang pelantikan presiden pada Oktober 2019 lalu.

Sebelumnya sidang dengan agenda yang sama juga sudah digelar pada Kamis 4 Juni 2020 dengan mendengarkan saksi Okto Siswantoro dan Ir. Mulyono Santoso.

Pada sidang kemarin (Red-Kamis 4 Juni 2020), selain karena penyiksaan  dan tidak sesuai, Okto Siswantoro mecabut keterangannya dalam BAP. Demikian pula Ir. Mulyono serta semua terdakwa yang hadir dalam sidang gabungan 3 perkara yaitu perkara nomor 252, 253 dan 254.

Sebelum dilanjutkan persidangan, ketua majlis hakim yang memimpin persidangan terlebih dahulu menyampaikan penjelasan tentang agenda persidangan

"Baik. Saudara-saudara semua, sidang perkara nomor 252, 253 dan 254 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mahkota kita mulai dan terbuka untuk umum" kata ketua majlis hakim membuka persidangan seraya mengetuk palu pertanda sidang dimulai

"Jadi keterangan para terdakwa sebagai saksi juga sekaligus keterangan sebagai terdakwa" sambung ketua majlis hakim, Kamis (04/06/2020)

Pada persidangan ke 19 kemarin ketua majlis hakim juga menanyakan pada seluruh terdakwa dalam 3 perkara untuk menunjuk tangan keatas bagi yang mencabut BAP.

"Saudara para terdakwa, bagi yang mencabut BAP nya mohon tunjuk tangan" pinta majlis hakim

"Oh jadi semua mencabut BAP nya ya" sambung ketua majlis hakim yang menyaksikan dari layar monitor bahwa seluruh terdakwa menunjukan tangannya keatas

Sidang ke 20 ini memiliki agenda yang masih sama yaitu mendengarkan keterangan saksi mahkota serta terdakwa khususnya perkara 253 terhadap para terdakwa 252 dan 254. Begitu juga sebaliknya.

Sidang online yang diawali dengan mendengarkan keterangan saksi mahkota dan terdakwa Damar, Januar Akbar dan Jalih Pitoeng yang kemudian disusul oleh M. Nur Suryo, Ahmad Iriawan, Insanial Burhamzah dan Yudi Sesan, akhirnya sepakat mencabut keterangan yang dimuat dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang dibuat oleh penyidik Polda Metro Jaya dan memilih keterangan dalam fakta persidangan.

"Saudara saksi, kita langsung saja ya. Karena sudah disumpah dan sudah sering kita melaksanakan persidangan" kata jaksa penuntut umum, Jum'at (05/06/2020)

"Saudara Damar. Mana saudara Damar" tanya jaksa memulai pertanyaan

"Ya. Siap yang mulia" jawab Damar

"Saudara Damar, diantara semua terdakwa, siapa saja yang saudara kenal" lanjut jaksa bertanya kembali

"Yang saya kenal hanya Bang Jalih dan Akbar" jawab Damar

"Selebihnya yang lain saya tidak kenal" sambung Damar

"Saudara saksi, apakah saudara saksi hadir pada tanggal 20 September 2019 di rumah pak Soenarko" tanya jaksa lagi

"Tidak. Saya tidak hadir. Saya hadir tanggal 22 yang mulia" jawab Damar lagi

"Saudara saksi, apakah saudara mendengar ada pembicaraan tentang bom dan kerusuhan dalam pertemuan tersebut" tanya jaksa melanjutkan

"Tidak ada yang mulia. Saya tidak mendengarnya" jawab Damar

Sebagaimana pertanyaan yang dilontarkan kepada Damar, pertanyaan yang sama juga disampaikan kepada Januar Akbar.

"Saudara Januar Akbar" panggil jaksa dari pengadilan negeri Tangerang

"Ya siap yang mulia" jawab Akbar penuh semangat

"Saudara saksi, apakah saudara kenal dengan para terdakwa yang ada dekat saudara" tanya jaksa kembali

"Yang saya kenal hanya bang Jalih Pitoeng dan Damar" jawab Akbar spontan

"Jadi dengan yang lain saudara saksi tidak kenal ya" tanya jaksa melanjutkan

"Ya betul. Saya tidak kenal. Saya baru kenal setelah kami ditangkap

"Baik. Selanjutnya terkait pertemuan, apakah saudara saksi hadir dirumah pak Soenarko tanggal 20 September 2019 pada pertemua tersebut" tanya jaksa lagi

"Tidak. Saya tidak hadir" jawab Akbar

"Tapi saudara saksi hadir pada tanggal 22 ya" tanya jaksa lagi

"Ya betul pak jaksa" jawab Akbar

"Saudara saksi, apakah saudara mendengar ada pembicaraan tentang bom dan kerusuhan" kejar jaksa bertanya

"Oh tidak. Saya tidak mendengar dan tidak ada pembicaraan tersebut" jawab Akbar menegaskan

"Saudara saksi, didalam pertemuan tersebut pada tanggal 22, siapa saja yang saudara kenal" tanya jaksa lagi

"Ya cuma bang Pitoeng dan Damar yang saya kenal" jawab Akbar

"Selanjutnya Jalih Pitoeng" terdengar suara jaksa

"Ya siap yang mulia" sambut Jalih Pitoeng

"Saudara saksi, apa yang saudara dengar dari pak Soenarko pada pertemuan tersebut" tanya jaksa

"Oh ini yang namanya Bang Jalih Pitoeng" jawab Jalih Pitoeng menirukan ucapan jenderal soenarko

Sebelumnya Jalih Pitoeng juga ditanya beberapa pertanyaan yang sama dengan Damar dan Akbar.

"Saudara saksi, apa yang saudara dengar dari saudara Insanial saat itu" tanya jaksa lagi

"Yang saya dengar beliau berbicara tentang HAM dan perkembangan ekonomi indonesia yang sedang memburuk. Mohon maaf yang mulia, saya tidak kenal dengan beliau. Saya dengan prof aja dipanggilnya" jawab Jalih Pitoeng

"Saudara saksi, apa yang  saudara dengar dari saudara Mulyono Santoso dan saudara Abdul Basith dalam pertemuan tersebut" tanya jaksa kembali

"Ijin yang mulia. Pak Basith yang saya tahu hingga saat ini tidak banyak bicara. Demikian juga pak Mul beliau cuma tertawa saja" jawab Jalih Pitoeng

"Mohon maaf yang mulia, waktu itu saya belum kenal. Saya tahunya beliau berdua ini pak Uban saja. Karena uban nya yang saya ingat" sambung Jalih Pitoeng

"Apakah ada yang membicarakan tentang kerusuhan atau bom" tanya jaksa lagi

"Tidak ada. Tidak ada pembicaraan tersebut" pungkas Jalih Pitoeng

Sidang ditutup oleh ketua majlis hakim H. Soecipto, SH., MH pada pukul 20.30 WIB. Namun sebelumnya dilakukan konfirmasi tentang barang-barang milik terdakwa yang disita oleh polisi yang kemudian dilimpahkan kepada pihak kejaksaan.

Masing masing penasehat hukum menyebutkan nama-nama terdakwa serta menunjukan barang-barang milik terdakwa melalui Big Screen Monitor untuk dikonfirmasi.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Jum'at tanggal 12 Juni 2020 dengan agenda pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum. (SB)
Komentar Anda

Terkini: