17 Terdakwa Perencana Penggagalan Pelantikan Presiden dituntut masing-masing 2 tahun penjara

/ June 19, 2020 / 5:22 PM
Bagikan:
17 Terdakwa saat mengikuti persidangan, Jum'at 19 Juni 2020 di LAPAS Pemuda Kelas 2A Kota Tangerang

SUARABERKARYA.COM, TANGERANG - Pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum yang sempat 2 kali penundaan dengan alasan karena JPU belum siap, siang tadi akhirnya jadi dilangsungkan di pengadilan negeri kota Tangerang, Jum'at (19/06/2020)

Jaksa penuntut umum membacakan tuntutanya kepada 17 terdakwa dalam 3 perkara sebagai berikut;

Perkara nomor 252 dengan terdakwa tunggal  Laksamana Pertama TNI (Purn) Soni Santoso dituntut 2 tahun pidana penjara dengan dikurangi masa penahanan karena menurut jaksa penuntut menyatakan bersalah melanggar pasal 169 KUHP.

Begitu pula terhadap para terdakwa perkara bernomor 253 dengan 10 orang terdakwa yaitu;
1. Yudi Ferdian
2. Okto Siswantoro
3. Mulyono Santoso
4. Januar Akbar
5. M. Damar
6. Muhidin Jalih alias Jalih Pitoeng
7. M Nur Suryo alias Iwar
8. Ahmad Iriawan
9. Yudi Sesan
10. Insanial Burhamzah

Kesepuluh terdakwa tersebut dituntut masing-masing hukuman 2 tahun penjara dengan dikurangi masa penahanan.

Selain itu JPU juga menuntut Abdul Basith dan Laode Cs dalam perkara bernomor 254 dengan terdakwa;
1. Abdul Basith
2. Sugiono alias Laode
3. Laode Nadih
4. Laode Samiun
5. Laode Aluani
6. Laode Jaflan Ra'ali

Keenam terdakwa dituntut melanggar Pasal 1 UUD No. 12 tahun 1951 dan dituntut hukuman 2 tahun penjara dengan dikurangi masa tahanan.

Terkait penahanan, Jalih Pitoeng salah satu terdakwa dalam perkara 253 sempat melakukan intrupsi menjelang pembacaan tuntutan bagi para terdakwa lainnya usai pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Soni Santoso.

"Ijin yang mulia. Boleh saya menanyakan sesuatu" tanya Jalih Pitoeng disela-sela persidangan, Jum'at (19/06/2020)

"Nanti saja" jawab ketua majlis hakim

"Ini terkait batas akhir masa penahanan kami yang mulia" sambung Jalih Pitoeng

"Ya. Nanti saja melalui penasehat hukum ya" jawab ketua majelis hakim

Hal tersebut dipertanyakan Jalih Pitoeng karena dirinya belum merasa menandatangani surat perpanjangan penahanan serta belum pernah disinggung tentang perpanjangan penahanan selama persidangan sejakdirinya ditahan di Lapas Pemuda Kelas 2 A Kota Tangerang.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan atau pledoi dari penasehat hukum terdakwa pada hari Jum'at 26 Juni 2020 yang akan datang. (SB)
Komentar Anda

Terkini: